19.

9.8K 1.2K 239
                                        

Kayla William Evans

"Kau terlihat senang sekali Kay. apa ada sesuatu yang terjadi di antara kau dan Louis?" Ucapan Kylie membuat senyumku bertambah lebar. Namun,aku tetap tidak akan memberi tau dia tentang hubungan ku dan Louis. karena...hey! Dari awal dia mengira aku dan Louis betul-betul pacaran.

"Aku tidak tau apa maksudmu. tentu saja aku senang,tapi aku senang karena Kevin baik-baik saja sekarang." ucapku sembari mencubit pipi adik bungsu ku. Kevin tersenyum padaku,namun Kylie masih saja menatapku dengan tatapan curiga nya.

"Kau tidak mau cerita padaku?" Tanya Kylie. Aku memutar mata.

"Aku tidak akan membagi gosip apapun padamu,Kyl." ucapku.

Kylie pouted.

"Kylie,kau jaga Kevin dulu ya. Aku mau ke bagian administrasi dan mengurusi biaya perawatan Kevin dulu." ucapku. Setelah mendengar persetujuan Kylie,aku pun segera keluar ruang rawat Kevin dan menuju bagian administrasi.

Namun betapa kagetnya aku ketika mereka berkata bahwa semua biaya perawatan dan pengobatan Kevin sudah diurus. atau lebih tepatnya.. sudah di bayar.

"Aku tidak mengerti,siapa yang membayar semua biaya perawatan adikku?" Tanyaku untuk kesekian kalinya.

"Maaf,miss. orang itu meminta identitas nya untuk di rahasiakan. dan kami tentu saja akan menghargai permintaan itu." ucapnya.

Aku mencerna ucapan nya,dan seketika itu pula aku sadar siapa yang melunasi semua beban ku.

Siapa lagi kalau bukan Louis?

Aku mengehela napas dalam,dan kemudian menatap pegawai bagian administrasi di depanku.

"Ok... terimakasih banyak atas informasinya." Ucapku,mereka tersenyum padaku dan berkata bahwa itu kewajiban mereka.

Setelah aku menjauh dari mereka,aku segera mengeluarkan ponselku dan menelepon Louis.

"Miss me already?" Sapanya di ujung sana. Aku memutar mata namun tak kuasa menahan senyumku ketika mendengar suaranya.

"Lou,kenapa kau membayar semua pengobatan Kevin? Itu kan kewajibanku,Lou!" Ucapku.

"Aku tidak tau apa yang kau bicarakan." ucapnya sok polos.

"Oh ayolah,aku tau jelas bahwa cuma kau yang melunasi nya. sudah berapa kali kubilang,Lou? Aku tidak mau kau menghabiskan uangmu untukku." ucapku lagi.

"Kay,kau kekasihku. wajar jika aku melakukan itu."

"Tapi aku tidak mau kau menghabiskan uangmu untukku,Louis. Kau sudah banyak membantuku,kau menyekolahkan aku,kau banyak membantu ku dan adik-adikku,aku tidak mau menjadi beban dan parasit mu,Lou." ucapku lagi. Louis menghela napas.

"Babe,listen." Louis yang memanggilku dengan sebutan babe itu membuat pipiku bersemu merah. aku suka ketika dia menyebutku seperti itu,apalagi saat ini aku benar-benar menjadi kekasihnya.

"Kau juga sudah banyak membantuku,Kayla. Wajar jika aku mau balas budi. dan lagipula,kau adalah kekasihku. wajar jika aku ingin menghabiskan uangku padamu. Satu lagi, Kayla ku sayang,kau bukan parasit,kau bukan beban untukku. I'm the one who want to spoiled you." ucapannya mau tak mau membuatku tersenyum.

"Aku tidak mau uangmu,Louis." ucapku lembut. "Aku hanya mau kau seutuhnya." tambahku lagi,dengan senyuman bodoh dan dengan pipi yang memerah.

Louis terdiam,aku tidak tau kenapa dia diam.

Tapi kemudian,dia membuka suara.

"I'm all yours,babe."

Dan ucapan nya itu membuat hariku semakin membaik.

****

The proposalTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang