Louis William Tomlinson
Aku mendarat di bandara London dengan senyuman merekah,
Aku sudah tidak sabar lagi untuk bertemu Kayla,
Saat ini dia pasti di luar, menungguku dengan senyuman manisnya yang sangat kucinta.
Aku setengah berlari, tidak sabar lagi untuk melihat, memeluk, dan mencium gadisku.
Tapi betapa kecewa nya hatiku ketika aku tidak menemukan sosok Kayla disini.
Aku kembali memandang ke sekeliling, mencoba mencari keberadaan Kayla, tapi aku tetap tidak menemukannya.
Jangan-jangan, terjadi sesuatu padanya?
Tidak, tidak.
Aku tidak boleh berpikiran jelek seperti itu.
Aku mengeluarkan ponsel dari saku celana dan menelepon dia, untuk memastikan keadaan nya dan menanyakan keberadaan nya.
Tapi dia tidak bisa dihubungi...
Sambungan telepon tidak tersambung..
Panik, aku mencoba untuk menelepon Kylie, tapi dia juga tidak bisa dihubungi.
Aku menelepon ke rumah, tidak ada yang menerima,
Akhirnya aku juga bertanya pada teman-temanku, siapa tau ada yang tau keberadaan Kayla, tapi ternyata mereka semua tidak tau.
Perasaan khawatir semakin menggerogoti diriku.
Aku kembali menelepon Kayla, tapi tetap tidak bisa.
Berkali-kali aku meninggalkan voice note, tapi tetap tidak ada balasan.
"Dimana kau, Kay?" Ucapku khawatir.
Aku bisa saja langsung pulang dan mencarinya, tapi aku takut dia hanya sedikit terlambat, aku takut dia kesini ketika aku pulang, sehingga dia tidak bisa menemukan aku.
"Aku akan menunggu dulu disini." Putusku. Aku menarik koper ku dan duduk di sofa yang disediakan disini.
Kayla pasti datang.
Dia pasti datang.
*****
Tiga jam menunggu, tapi Kayla tak datang juga.
Aku mulai kesal, berpikir bahwa dia melupakan janjinya.
Tapi kemudian, aku mengingat bagaimana sabarnya Kayla ketika dia menungguku.
Aku menarik napas dalam dan berusaha menunggu Kayla, sedikit lagi.
Satu jam berlalu, dan aku memutuskan untuk pulang saja.
Aku memanggil taksi dan memberinya alamat rumahku.
Sepanjang perjalanan pulang, pikiranku melayang kepada Kayla.
Dimana dia sekarang?
Kenapa dia tidak datang?
Apa dia baik-baik saja?
Perasaan khawatir, bingung, kesal, semua jadi satu.
"Sudah sampai, pak." Aku bahkan tidak sadar bahwa saat ini kami sudah sampai di depan rumahku.
"Terimakasih." Ucapku sambil memberikan dia uang. "Ambil kembaliannya." Gumamku sambil keluar dari taksi, supir taksi ikut turun dan membantuku mengeluarkan koper.
"Thank you, sir." Ucapnya lagi. aku mengangguk padanya tapi tatapanku fokus kepada rumah yang beberapa bulan ini kutinggali bersama Kayla dan adik-adiknya.
"Kenapa sepi sekali?" Gumamku pelan. Aku mulai membuka kunci pintu, dan ketika pintu terbuka, aku langsung memanggil nama Kayla.
"Kay? Kau dirumah?" Panggilku,
Hening.
Tak ada sahutan.
"Kayla?" Panggilku lagi, tapi masih tetap tidak ada sahutan.
"Kylie? Kevin?" Kucoba untuk memanggil nama adik Kayla, ketika mereka juga tidak menyahut, aku mulai menyadari bahwa mereka tidak ada di rumah.
"Shit. Dimana mereka?" Ucapku sambil berjalan kearah kamar ku--yang juga kamar Kayla. Aku membuka pintu kamar,
Dan aku mendapati kehampaan yang sama seperti ketika aku baru membuka pintu rumah.
Perasaanku semakin tak enak,
Rasa sunyi ini terasa mencekam.
Pikiranku melayang kemana-mana.
Aku berjalan mendekati lemari tempat Kayla menyimpan baju,
Berdoa dalam hati semoga dugaanku salah,
Tapi ketika pintu lemari kubuka,
Dan ketika aku menyadari bahwa tak ada lagi pakaian milik Kayla yang tersisa disini, aku langsung panik.
Aku berlari ke kamar Kylie, lalu ke kamar Kevin,
Dan ternyata semua barang milik mereka sudah tidak ada.
Mereka bertiga pergi.
Pergi tanpa meninggalkan pesan.
Pergi tanpa pamit,
Pergi tanpa memberitahukan apa kesalahanku.
Apa salahku hingga Kayla meninggalkan aku seperti ini?
Aku benar-benar bingung,
Sedih,
Kecewa,
Marah.
Kenapa dia pergi begitu saja?
Tanpa mengatakan apa-apa,
Aku bahkan merasa bahwa aku tidak melakukan kesalahan,
Aku kira hubungan kami berdua sudah semakin baik,
Aku kira kami baik-baik saja,
Lalu kenapa dia pergi?
Kemana dia pergi?
Apa salahku?
kenapa dia harus pergi?
***
KAMU SEDANG MEMBACA
The proposal
FanfictionLouis yang baru saja putus dari kekasihnya sedang dirundung musibah. Ia mendapat berbagai gosip tak sedap sehingga management memutuskan agar louis mempunyai 'kekasih pura-pura' yang akan membantunya mengurangi gosip-gosip itu. Tapi apa jadinya jika...
