9. Lantunan Suara Hati

153 20 0
                                        

(Seperti biasa, jangan lupa vote dan komen, yash!)

Nb: sewaktu part Mua nyanyi sambil main piano, kalian kudu play youtube video di atas.

'Que Sera Sera'
Maknanya dalem banget, sukakkk!

"You are not me and I am not you, but you and I are the same thing

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"You are not me and I am not you, but you and I are the same thing."

(⁠*⁠・⁠~⁠・⁠*⁠)

Dalam dekapan sang malam, hembus angin terasa menghanyutkan perasaan. Manalagi dengan lantunan lagu yang tengah dibawakan oleh Rayyan. Suara khas serta raut tampan penuh penghayatan membuat banyak wanita sukses belingsatan. Siapa yang tidak kenal Rayyan? Atau bahkan siapa yang tidak pernah jatuh hati kepada Rayyan? Hampir 99% gadis-gadis itu pernah terperangkap oleh ketampanannya, juga rayuan gombalnya.

"Lepas, Mua!" suruh Wahiya tak mau dibantah.

Gadis itu melepas paksa cardigan Mua setibanya mereka di salah satu kafe ternama. Kafe di mana Rayyan telah menjanjikan sebuah traktiran besar. Kafe yang dominan dipenuhi oleh anak-anak tongkrongan. Kafe yang membuat Mua merasa ingin segera menghilang dari sekarang.

"Enggak, deh. Gue malu. Dingin juga," elaknya mempertahankan. Ia menaikkan kembali cardigan toska yang masih membaluti empire waist dress off shoulder. Dress jenis ini memiliki bentuk seperti gaun kerajaan tetapi tidak semewah dan seheboh ballgown. "Gue mau pulang."

Pernyataan konyol Mua membuat mereka semua mendelikkan mata, lantas menyorotnya seolah tidak terima. Sumpah demi apa, adakah alternatif lain selain menggampar Mua saat itu juga?

"Belum juga masuk, udah main balik aja lo!" kesal Helen sembari membenahi anak rambut yang enggan untuk nurut. "Cardigan lo lepas dulu coba, gak masuk di akal kalau dress begituan dibalut cardigan. Jadi kelihatan cupu, kan?"

Mua menatap lurus ke depan. Keadaan kafe benar-benar ramai tanpa mampu disangkal. Seharusnya, mereka semua paham jika manusia seperti Mua sama sekali tidak menyukai keramaian. Namun mengapa mereka terus saja memaksanya untuk masuk ke dalam?

"Eh-"

"Nah, kieu kan enak tingali (dilihat)," ujar Sharona ketika berhasil melepas cardigan Mua, membuat gadis itu langsung menyilang kedua tangan berupaya menutupi bahu telanjang.

"Balikin cardigan gue!" Tanpa sadar, seruan Mua menarik banyak mata untuk memandang, membuatnya langsung menggerutu dalam diam.

"Engke wae. Pokokna selama di dieu penampilan kamu teh kudu elegan, atos kampungan," sahut Sharona santai.

"Ya tapi gue gak pede pake baju kayak gini. Ini tuh terlalu terbuka dan mewah, gak cocok sama gue yang biasa kaosan aja," ulas Mua sembari menaikkan bagian dada yang terasa kurang mengenakkan. Sumpah, ini merupakan pakaian paling tidak nyaman yang pernah Mua kenakan.

MUA-RAYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang