Hanya tentang pernikahan yang sudah diatur..
Cerita ini adalah terjemahan dari judul yang sama, maaf jika ada kata-kata yang salah, masih belajar dan mohon dimaklumi. Terima kasih.
[#1 in btsjimin : 200223]
[#3 in jirose : 060423]
[#1 in jirose : 1...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jimin POV
Setelah kami mempersiapkan diri, kami segera berangkat menuju ke rumahku..
Saat kami berkendara menuju rumahku, Rosé hanya diam dan memainkan sesuatu di handphone nya.
"Aku tidak tahu kamu tahu cara memasak" Kataku memecah kesunyian, aku tidak terlalu terbiasa dengan suasana sepi saat bersama seorang gadis.. biasanya gadis-gadis yang bersamaku akan berbicara, berbicara dan berbicara ..... dan menggoda tentu saja..
Tapi kenapa yang ini tidak?
"Yah, aku seharusnya menjadi koki, tapi Daddy tidak akan membiarkan ku mendapatkan ujian lisensi ... jadi itu sebabnya.." Dia berkata dan tertawa kecil lalu kembali menatap handphonenya.
"Oh begitu.." Aku menjawab dan kembali diam.
Aku tahu dia tidak terlalu nyaman denganku. Yah, tentu saja aku baru mengenalnya, dan semuanya berjalan begitu tiba-tiba seperti kami baru bertemu dua kali dan sekarang kami tinggal di atap yang sama.
Beberapa menit kami akhirnya sampai ditempat kami. Aku membukakan pintu untuknya dan kami segera masuk dengan bergandengan tangan..
"Jangan berasumsi bahwa aku suka memegang tanganmu, karena aku tidak" Aku mendengar dia berbisik padaku tapi aku mengabaikannya..
Well, kamu tidak punya pilihan lain my dear.
"Kita di sini" Aku menyapa ketika aku melihat daddy Chaeyoung dan orang tuaku di dalam.
"Uhm it's fine dad.." -tapi, aku tidak suka tinggal bersama Jimin.. Seriously.. Aku membalas...
"Putriku, apakah Jimin anak yang baik untukmu?" Ayah Jimin bertanya sambil tersenyum lebar.
Putriku? Kamu baik-baik saja kan??
Aku melihat ke Jimin dan dia hanya memberiku senyum dan melihat kembali ke orang tua kami.
"Ya.. dia anak yang baik.. ehm mr.park" Aku berkata kepada appanya dan tersenyum.
Sebenarnya dia tidak!
"Aw, apa itu 'mr.park?' Kamu akan memanggilku sekarang Appa dan istriku eomma.. juga seperti Jimin akan memanggil ayahmu dad ... oke?" Appanya menginstruksikan dan mereka tersenyum lagi.
Ya ampun orang tuanya baik sekali. Tapi tidak dengan Jimin ini..
"Oke..... Appa." Kataku dan membungkuk. Aku merasa malu memanggil mereka begitu.
"Wanita yang baik.. kemarilah, akan kutunjukkan foto-foto lama jimin" Eommanya menarikku, aku biarkan saja.
"Yah ibu!" Jimin berteriak tetapi eommanya mengabaikannya sambil diam-diam tertawa...