ACF - (26) 'PUNCAK'

369 53 2
                                    

" Chikaa!!! ". Kata Ara dari dalam toko dan langsung bergegas lari mengejar Chika yang ada di dalam mobil hitam tersebut.

Chika dibekap dengan kain yang sudah diberi bius, hingga Chika benar-benar pingsan di mobil tersebut.
Ara berlari mengejar mobil itu kurang lebih 2 meter, tapi tetap saja kakinya tidak akan mungkin mengejar mobil tersebut.

Ara Langsung kembali ke mobilnya dan mengejar mobil hitam itu dengan keadaan cemas tak terkendali.
Tak lupa Ara menelpon Eli dan Olla untuk membantunya menghubungi polisi.

" Olla Lo dmna, gue butuh bantuan Lo, Lo ikut lokasi gue sekarang! ". Kata Ara menelpon Olla. Setelah itu Ara langsung mematikan telepon agar fokus kembali mengejar mobil yang menculik Chika.

Olla yang sedang berkumpul dengan oniel, Mira, Adel dan eve itupun bergegas mengendarai mobil Olla dan mengikuti perintah Ara.

" Ni anak ngebut banget anjirrr, ada apaan sih ". Ucap oniel yang memegang handphone olla dan melihat lokasi Ara di maps.

" Gue juga gak ngerti, kayaknya dia lagi ngejer orang nih ". Kata Olla menyimpulkan.

" Udah buruan! Ara lagi butuh kita sekarang! ". Ucap Mira khawatir.

Tak salah lagi, mobil yang kini menculik Chika sama persis dengan mobil yang juga menculik badrun, cuma hanya nomor kendaraan nya saja yang berbeda.

Ara dengan kesal memukul stir mobilnya dan bertanya-tanya ada apa dengan mobil hitam meresahkan itu.

Tanpa rasa takut, Ara terus saja mengejar mobil hitam itu dengan sangat lihay, Ara mensejajarkan mobilnya dengan mobil hitam itu agar menyuruh mobil hitam itu berhenti tapi mobil hitam tersebut kembali melajukan kecepatan mobilnya.

Kedua mobil memasuki gerbang hitam besar, dan situ Ara tak menyadarinya. Di sebelah kiri ada satu mobil yang secara tiba-tiba menabrak mobil Ara, hingga Ara harus membanting stir ya kearah kanan sehingga mobil Ara malah mengenai tembok disisi sebelah kanan.

" Aaaduuhh... ". Kata Ara meringis kesakitan, dengan sedikit darah karena benturan kecil yang mengenai kepalanya.

Melihat mobilnya yang sudah berasap dan terjebak diantara mobil yang menabraknya, Ara pun keluar dari mobilnya sambil memegang bahunya yang masih dalam masa pemulihan.

Mobil hitam yang membawa Chika juga berhenti sekitar 5m di depan rumah yang super mewah.

" Bocah ingusan gini, berani kejar-kejaran sama mobil tuan besar..jadi lele kamu deck ". Ucap abang-abang gagah dengan baju serba hitam yang hendak membawa Ara.

Ara langsung berontak dan menendang orang itu untuk menjauh darinya.

" Gak usah pegang-pegang gue! ". Kata Ara marah dan tak ingin disentuh oleh orang-orang itu.

" Lumayan banget tendangannya, mau gue tendang balik? Hah ". Ucap laki-laki itu arogan.

" Gak usah banyak bacot! ". Kata Ara lagi dan menendang dengan sangat keras hingga orang itu benar-benar jatuh kesakitan.

Ara melawan sekitar 5 orang sekaligus, dan tentu tak akan mungkin ia lawan sendirian. Ara hanya mampu melawan 2 orang dan selebihnya mereka berhasil membuat Ara duduk berlutut dengan darah dan luka dimana-mana.

Karena Ara benar-benar tak mampu mengendalikan dadanya yang saat itu sangat mencabik-cabik bagian dalam tubuhnya.

" Gini doang deck? Lemah sekali kamu ". Kata orang-orang itu mengolok-olok Ara.

Dari arah gerbang, Langsung Datang Olla, Mira, oniel, Adel dan eve yang berlari menghampiri Ara.
Dan tanpa basa-basi Adel memukul satu orang bodyguard yang langsung tumbang karena pukulan Adel.

Teman-teman Ara yang mengurus orang-orang berbaju hitam gila itu, Sedangkan  Ara berdiri pelan berjalan secara sempoyongan sambil memegang dadanya dan menghampiri mobil hitam yang membawa Chika.

Ara mencari keberadaan Chika, namun yang ia dapatkan hanya 3 orang bodyguard yang kemarin ia lihat, sama persis yang ia lihat disaat penculikan Indy dan Badrun.

" Kalian??? Kalian kan dalang nya?! ". Kata Ara berteriak kesal menunjuk satu persatu bodyguard tersebut.

" Kalian bertiga mau apasih hah?! Kenapa sekarang harus Chika! ". Kata Ara bertanya-tanya sambil memukul-mukul badan bodyguard di depannya.

Tak ada satu katapun yang keluar dari mulut ketiga bodyguard yang berada di depan Ara. Mereka hanya mendekati Ara dan memegang kedua tangan Ara, hingga Ara tak bisa bergerak kesana kemari.

" Lepasin gue! Lepasin gak! ". Kata Ara berusaha melepaskan diri dari para bodyguard tsb.

Dari arah depan ada satu perempuan yang mendekati Ara dengan sangat anggun, layaknya tuan putri.
Perempuan itu berjalan menghampiri Ara yang sedang berontak.

" Kamu...apa belum kapok atas koma panjang kemarin? Apa belum parah sampai kamu masih mengusik Chika? ". Kata perempuan itu berbicara intens dengan Ara.

Ara yang mendengar itu, masih tidak mengerti dengan perkataan yang perempuan itu lontarkan.

Hanya bogem keras yang diberikan perempuan itu kepada Ara, hingga mulut Ara benar-benar mengeluarkan darah.

" Zahra Nur Khaulah...maksud saya, Zahra Nur Khaulah Natio, Akhirnya saya bisa berjumpa langsung dengan kamu ". Ucap Jinan yang tersenyum sambil memegang dagu Ara.

Bogem keras dari Jinan membuat telinga dan kepalanya pusing dan berdengung.

Dari dalam rumah, chika berlari dan mencoba menghampiri Ara tetapi gadis itu ditahan oleh orang -orang suruhan Jinan.

" Anty Jinan! Jangan sakiti Ara! Aku mohon jangan sakiti Ara anty! ". Teriak Chika sambil menangis memohon kepada tantenya itu untuk tidak melukai Ara.

Dari belakang, teman-teman Ara,
Olla, Mira, oniel, Adel dan eve juga kalah oleh orang-orang suruhan Jinan. Mereka berlima tak bisa melakukan apa-apa lagi karena sudah dijaga ketat oleh beberapa orang.

Dengan pandangan mata yang samar-samar, Ara mencoba melihat Chika. Memastikan bahwa Chika baik-baik saja.

" Araaaa...  ". Kata Chika yang berhasil lepas dari orang-orang suruhan dan berlari memeluk Ara.

" Chika!!! Bawa Chika kedalam! ". Ucap Jinan menyuruh bodyguard membawa Chika kedalam rumah.

Chika lagi-lagi memberontak dan tak ingin berpisah dengan Ara yang sudah nampak lemah.

Chika secara tiba-tiba memukul salah satu bodyguard dan mengambil pistol milik bodyguard Jinan itu.

Tangan Chika sudah memegang pistol dan mengarahkan kesemua orang yang hendak mendekatinya.

" Jangan ada yang mendekat! Aku gak akan segan-segan tembak pistol ini ke kepala kalian! ". Kata Chika serius dan berani.

Bersambung ~~

🅱🅴🆁🆂🅰🅼🅱🆄🅽🅶

˜"*°• Pesan Dari Autor : •°*"˜

Haii kalian, apa kabar? Maaf ya udah gak up selama 2 tahun >_<

About CHIKARA FriendshipTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang