Saat ide Aila di setujui dengan dewan direksi, Aila menjalankan proyek itu dengan serius. Aila memberi tahu orang tuanya kalau dia akan membuat acara atas nama perusahaannya dan dia juga bilang kalau dirinya mungkin akan sibuk dan jarang memberi kabar. Dalam beberapa hari inipun Aila benar-benar tidak menjawab panggilan telfon dari Isfan dia mengabaikan pria itu untuk fokus dengan projek barunya.
"Agassi, ini berkas dari team, mereka ingin mengajukan EXO sebagai ambasador pakaian kita" Ujar kepala divisi atau Gwajangnim yang memegang proyek Aila. "EXO? Dari SM Entertainment?" Tanya balik Aila karna nama itu cukup familiar di telinganya. "Iya benar, tapi sepertinya cukup sulit merekrut mereka karna beberapa dari mereka juga ambasador pakaian lain".
"Aku akan menanganinya, tolong siapkan berkasnya, mungkin setelah makan siang aku akan ke kesana" Balas Aila, dia akan bicara dengan unclenya untuk masalah ini. "Baik agassi, akan saya siapkan" Gwajangnim itu langsung keluar dari ruangan Aila dan Aila lanjut mengecek beberapa gambar yang sudah terpilih.
"Waktunya makan siang, kamu mau makan apa Ai?" Tanya Hyun Sik setelah mengetuk ruangan Aila. "Aku mau Bulgogi, oppa mau apa?" Tanya Aila balik. "Menu di kantin kantor hari ini ada bulgogi, mau makan di luar atau di kantin aja" Aila mengangguk dan sedikit merapihkan rambutnya sebelum keluar dari ruangan bersama Hyun Sik. Aila bersikap sangat ramah dengan beberapa pegawai yang menyapanya, karna ini kali pertama Aila makan siang di kantin kantor. Biasanya dia melakukan delivery atau makan siang di luar.
Setelah mengantri dan mendapatkan makanannya, merekapun duduk di meja yang berada di tengah ruangan karna hanya itu yang tersisa. "Bagaimana? Kamu suka?" Tanya Hyun Sik setelah Aila memakan beberapa suap. "Enak, aku suka. Sepertinya kita harus sering-sering makan siang di kantin" Hyun Sik tersenyum mendengar antusias Aila.
Banyak pegawai yang diam-diam melihat ke arah mereka berdua. Tiba-tiba Hyun Sik memisahkan salah satu lauk dan memindahkannya ke tempat yang berbeda. "Kamu ga boleh makan ini, ini namanya nokdu-muk dan itu mengandung kacang hijau" Aila Sepecles melihat apa yang di lakukan Hyun Sik. "Oppa tau aku alergi kacang?".
"Aku tau semua tentang kamu, kamu kira sajangnim ga nyeritain apa yang kamu suka dan ga suka? Bahkan oppa tau, kalau kamu suka sama pria yang bernama Uta". Aila membulatkan matanya mendengar perkataan Hyun Sik, dia tidak mengerti kenapa mamahnya sampai menceritakan itu. " Sudahh sudah makan yang banyak" Ucap Hyun Sik sambil mengusap lembut kepala Aila.
"Oppa, kalau dokumen dari Gwajangnim sudah ready, kita langsung ke kantor SM ya?" Ujar Aila, dia ingin menyelesaikan secepat mungkin, dia mau menunjukkan ke orang tuanya kalau dia bisa. "Oke, sekarang makannya abisin dulu ya". Lagi-lagi Hyun Sik mengusap lembut kepala Aila, Hyun Sik terkenal dengan sikap acuhnya, jarang sekali Hyun Sik terlihat tersenyum selama di kantor. Wajah yang serius dan tatapan yang tajam membuat banyak wanita terpikat olehnya.
☘☘☘☘
"Kalian liat ga sih tadi? Agassi itu kaya lagi tebar pesona sama Lee Biseonim" Terdengar salah satu perempuan membicarakan Aila di kamar mandi.
"Perempuan seperti dia bisanya cuma merayu, mentang-mentang anak dari Sajang-nim. Aku muak melihat tingkahnya yang terlihat manja ke Biseonim".
Tanpa mereka sadari, Aila mendengar semua itu di pintu masuk kamar mandi, tadinya Aila mau ke toilet sebelum berangkat ke gedung SM. Tapi dia mengurungi niatnya dan keluar dengan mata yang sedikit berair. "Ayo kita langsung ke gedung SM". Ucap Aila saat dia sampai di loby dan sudah ada Hyun Sik di sana.
Selama dalan perjalanan Aila banyak diam, biasanya dia akan berbicara tentang apa yang dia lihat.
"Aila, Dangsin-eun gwaenchana? (Kamu baik-baik saja?" Tanya Hyun Sik yang sedikit melihat ke Aila dari kaca mobil. "Hmm gwaenchana" Saut Aila dan dia langsung memasangkan earphones ke telinganya, dia memperlihatkan kalau dia tidak ingin di ganggu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aila Varisha
Teen FictionTak semua apa yang terlihat baik-baik saja itu berarti benar baik-baik saja, Menyimpan rasa suka bertahun-tahun itu tidak mudah, Aila mencoba memendam semuanya dan terus membuat pria yang dia sukai behagia bahkan dia membantu untuk pria itu melamar...
