Lee Sooman berinisiatif memberi tau Hendra kalau Aila masuk rumah sakit, Hendra memang meminta Lee Sooman untuk memperhatikan Aila selama dia di Korea. "Aila kenapa pah?" Tanya Nasya dengan wajah paniknya, karna dia jarang mendapatkan panggilan telfon dari Korea apa lagi yang menghubungi nya rekannya sendiri.
"Aila masuk ruma sakit karna alergi, dia makan kacang" Jawab Hendra sambil memijat kepalanya yang pening dan dadanya sedikit sesak. "Kok bisa, telfon Hyun sik pah sekarang. Tanya gimana keadaan anak aku. Dia gimana sih jagain Aila" Ujar Nasya dengan sangat panik, dia takut hal buruk terjadi pada putri semata wayangnya. Dan Hendrapun mencoba menghubungi Hyu Sik tapi telfonnya tidak aktif..
"Aku pesenin tiket pesawat, kita kesana" Ucap Isfan yang baru saja datang. Dia mendengar semua pembicaraan Hendra dan Nasya. "Aila akan marah kalau kita kesana" Saut Hendra, dia sangat mengerti gimana watak putrinya. "kalo kamu ga mau kesana, aku akan nyamperin anak aku sama Isfan, persetan kalau dia mau marah sama aku atau engga. Yang penting aku mau tau kondisi anak aku". Nasya langsung mengemasi pakaiannya dan Isfan langsung memesan tiga tiket untuk ke Korea.
Setelah memesan tiket, Isfan kembali masuk ke rumah dan mengemasi pakaiannya. Dia ingin meminta maaf langsung ke Aila, ini kesempatan baginya. "Isfan, sayang kamu mau kemana?" Tanya Tania yang melihat Isfan menuruni tangga dengan buru-buru. "Aku mau ke Korea, Aila sakit alerginya kambuh" Jawab Isfan dengan panik.
"Yaampun, kamu kesana sama siapa?" Tanya Wisnu yang baru saja datang dari kantor nya. "Sama Tante dan Om, aku dapet tiket yang tengah malem, aku pamit mah,yah" Wisnu kembali mengambil kunci mobil dan mengikuti Isfan yang berjalan menuju rumah Hendra.
"Gimana, udah dapet kabar tentang kondisi Aila?" Tanya Wisnu, dia melihat Hendra dan Nasya sudah berpakaian rapih dengan kopernya. "Belum, Hyun Sik ga bisa di hubungi. Nasya juga udah nangis panik" Hendra semakin khawatir melihat istrinya yang menangis. "Kamu sabar ya, Aila pasti baik-baik saja" Tania mencoba menenangkan Nasya, mereka semua panik dengan keadaan Aila saat ini.
"Ayo aku anter ke bandara" Wisnu sudah masuk ke dalam mobil terlebih dulu dan akan mengantar mereka semua ke bandara. "Makasih Wisnu, ayo sayang perlahan" Mereka semua masuk kedalam mobil menuju bandara.
☘☘☘☘
Diam-diam Hyun Sik masuk ke dalam ruang inap Aila dan duduk tepat di sampingnya. Badannya sedikit demam jadi dia mencoba mengompres Aila. "Aakkhh,,,, sakit" Racau Aila dengan mata terpejam dan tangan di atas dadanya. "Appo? Uisanim,,," Hyun Sik langsung memanggil dokter dan memintanya untuk memeriksa keadaan Aila. Hyun Sik mengerti bahasa Indonesia, jadi dia tau racauan Aila dalam tidurnya. "Bertahan Aila kamu pasti kuat". Hyun sik terus memohon doa demi kebaikan Aila.
"Dia sedang tidur sekarang, nyeri di dada dan sesak nafas efek dari alerginya. Kami akan melakukan yang terbaik" Setelah memeriksa ke adaan Aila dokter itupun pamit dan Hyun Sik kembali di samping Aila. Dia terus menjaga wanita itu sampai esok pagi. Aila sempat terbangun dan melihat Hyun Sik tertidur di kursi samping tempat tidurnya.
"Pagi Agassi, apa yang agassi rasakan saat ini?" Tanya suster yang baru datng dan memeriksa infusannya. "Masih sedikit sesak dan gatal" Jawab Aila. Dan suster itu mencatat keluhan Aila. "Oke nanti aku akan balik lagi dengan obatnya. oiya Agassi, kamu memiki oppa yang baik, dia baru saja tertidur sejak semalam menjaga anda". Aila sedikit terkejut mendengar perkataan suster itu.
"Aila,," Hyun sik langsung bangun dari tidur saat mendengar suara yang cukup kencang. "Sajangnim" Hyun Sik terkejut meliat Hendra dan Nasya ada di Korea. "Sayang, gimana keadaan kamu? Tenggorokan kamu gimana?" Tanya Hendra, Hendra menggenggam erat tangan putrinya sedang Nasya langsung memeluk Aila. "Aku udah baik-baik aja cuma sedikit gatal".
KAMU SEDANG MEMBACA
Aila Varisha
Novela JuvenilTak semua apa yang terlihat baik-baik saja itu berarti benar baik-baik saja, Menyimpan rasa suka bertahun-tahun itu tidak mudah, Aila mencoba memendam semuanya dan terus membuat pria yang dia sukai behagia bahkan dia membantu untuk pria itu melamar...
