Isfan tengah sibuk mengerjakan beberapa pekerjaannya dengan serius, begitupula Aila yang sibuk menelfon beberapa kliennya untuk datang ke acara fashion show miliknya. "Bisa kita bicara sebentar Ai" Ucap Hendra yang baru saja datang dari kantor. "Ada apa pah? Oya, kalian kapan pulang ke Indonesia?" Tanya balik Aila yang kini sudah duduk di dekat Hendra. Hendra mengusap lembut kepala Aila dan mengecup kening putrinya.
"Ngusir mulu kerjaannya, ga suka apa ada kita disini?" Sahut Isfan, dia kesal karna Aila sudah babarapa kali bertanya kapan kembali ke Indonesia. "Gini loh, kan aku disini mau mandiri. Ngehandel semua kerjaan aku sendiri. Kalo ada mamah sama papah tuh aku selalu bergantung sama kalian". Hendra mengerti maksud putrinya, di tepuk pelan tangan Aila dan di tatap Aila dengan serius.
" Sayang, kamu sudah cukup mandiri kok, mamah sama papah suka kamu bergantung sama kita dan kamu juga bisa bergantung sama Hyun Sik. Dia khawatir karna kamu menghindarinya". Aila merengutkan keningnya mendengar papahnya membicarakan Hyun Sik. "Kenapa? Aku sama oppa biasa aja?" Saut Aila spontan, dia masih memikirkan perkataan beberapa wanita di kantor nya. "Oppa? oppa itu kan untuk orang spesial, apa dia lebih special dari aku?” wajah Isfan terlihat kesal.
" Berisik deh. Pah, aku sama Hyun Sik oppa baik-baik aja. Aku kekamar dulu untuk persiapan besok, jangan lupa bangunin aku pagi-pagi ya" Aila mengecup pipi Hendra sebelum dia berlari menuju kamarnya. "Biar aku coba tanya om" Ucap Isfan yang mengikuti Aila menuju kamarnya.
Sebenarnya Isfan tidak terlalu suka kedekatan antara Hyun Sik dan Aila, seakan dirinya tergantikan dengan pria itu. "Aila Varisha Narendra" Panggil Isfan yang langsung masuk ke kamar Aila dan ikut tidur di kasur milik wanita itu. "Do you want to talk about this?" Tanya Isfan yang sedang memainkan ponselnya. "Fan, gimana tanggapan kamu kalau kamu denger aku di bilang bukan wanita baik-baik?".
Isfan yang sebelumnya sedang tiduran di samping Aila, Kini terduduk dan menatap Aila serius. "Ada yang bilang kaya gitu sama kamu? Siapa orangnya, bilang sama aku" Wajah Isfan sangat khawatir, Aila tau reaksi Isfan akan seperti ini dan mungkin Hyun Sik lebih dari ini. "Aku cuma nanya. Everything will be fine" Isfan menggenggam tangan Aila dan mengecup singkat keningnya.
"Aku tau kamu berbohong. Kalo gitu kamu tidur sekarang ya, aku keluar dulu".
Setelah keluar dari kamar Aila, Isfanpun mengampiri Hendra yang tengah bersantai menonton televisi. " Gimana Aila? Dia udah bicara sama kamu?” tanya Hendra yang menyadari kedatangan Isfan. "Om, bisa atur waktu buat aku ketemu sama Hyun Sik? Ada yang harus aku bicarakan" Hendra mengerutkan keningnya mendengar perkataan Isfan. "Apa ada hal yang serius?” Hendra sangat penasaran dengan apa yang terjadi. " Ga ada om, cuma mau nanya tentang Aila selama disini".
Hendra mengangguk dan langsung menelfon Hyun Sik. "Katanya, dia akan nemuin kamu di restauran dekat kantor sebelum acara di mulai" Isfan akan bertanya maksud dari perkataan Aila. "Thank's om, aku ke kamar dulu" Setelah pamit Isfanpun masuk kedalam kamarnya. Isfan kembali memikirkan pertanyaan Aila. "Apa dia di bully, emangnya Hyun Sik ga sadar apa ya" Ucapnya dengan gelisah, dia tidak mau hal buruk terjadi kepada Aila.
☘☘☘☘☘
Hyun Sik benar-benar menemui Isfan, dia sadar kalau isfan akan membicarakan sesuatu tentang Aila, lantaran Hyun Sik tau bagaimana kedekatan keduanya. "I'm sorry to late" Ucap Hyun Sik yang baru saja datang. "It's oke, I have ordered a drink for you" Karna Isfan datang lebih dulu jadi dia berinisiatif untuk memesankan minuman. "Thankyou, jadi apa yang ingin kamu bicarakan. Apa terjadi sesuatu dengan Aila?".
Tatapan Hyun Sik sangat serius kalau menyangkut tentang Aila. "Sepertinya ada yang menjelekkan Aila. Aila bilang bagaimana kalau ada yang bilang dia bukan wanita baik-baik". Hyun Sik sangat terkejut mendengarnya. "Jadi, tolong cari tau siapa yang berani bicara seperti itu tentang Aila". Tiba-tiba saja ponsel Isfan berbunyi, tertera nama Aila di layar ponselnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aila Varisha
Teen FictionTak semua apa yang terlihat baik-baik saja itu berarti benar baik-baik saja, Menyimpan rasa suka bertahun-tahun itu tidak mudah, Aila mencoba memendam semuanya dan terus membuat pria yang dia sukai behagia bahkan dia membantu untuk pria itu melamar...
