Fera dan Lena baru saja keluar dari kantor untuk makan siang di luar, mereka berencana ke cofee untuk menghilangkan penat, Ya semenjak pertengkaran antara Fera dan Aila, Fera semakin banyak diam tak seceria dulu walaupun Aila sudah memafkan Fera. "Fer, kak Uta jadinya prewedding dimana?” tanya Lena sambil memesan minuman untuk mereka berdua. " Hmm kurang tau juga sih Len, yang jelas sih katanya mau di Bromo. Makasih mba". Setelah mengambil pesanannya mereka duduk di kursi dekat jendela.
"kangen Aila deh, dia pasti jadi seksi repot nih kalo Kak Risa sama kak Uta mau foto" Fera seketika terdiam mendengar perkataan Lena, jujur diapun sangat merindukan sahabat nya, dia merasa menyesal karna sudah salah faham dengan Aila. Lena yang melihat perubahan wajah sahabatnyapun langsung merangkul Fera. "Aila baik-baik aja, dia ga marah atau benci kok sama kamu, udah ya Fer jangan terus menyalahkan diri kamu terus. Gimana kalau kita VC Aila".
Lenapun langsung membuka laptop nya dan mencoba melakukan panggailan Vidio Call ke Aila. " Hai hai,,,,,, " Teriak Aila dari sebrang sana dengan senyum merekahnya. "Bisa ga sih jangan teriak, dasar anak kecil" Omel Lena karna dia sempat kaget mendengar suara Aila. "Kalian kangen aku ga? Aku kangen lohh sama kalian? Oya hari ini kantor gimana aman? Enak banget sih kalian satu kentor jadi bisa kemana mana bareng".
" Ssttt,,,, kalo nanya tuh satu-satu Ai. Gimana kalo aku sama Fera ambil cuti buat nyusul kamu kesana?” Aila menggelengkan kepalanya dan menyilangkan tangan di dadanya. "Jangan ya, aku lagi sibuk banget disini, oiya aku punya sesuatu buat Fera. Jengjeng" Aila memamerkan album EXO yang sudah di tanda tangani oleh beberapa membernya. Sedangkan Fera terkejut melihatnya lantaran dia sangat menyukai EXO.
"Are you serious?" Tanya Fera dan Aila mengangguk dengan senyumnya. "Aaaa makasih banyak Aila, sumpah aku seneng banget" Fera sudah menjadi EXO-L dari awal mereka debut jadi pasti dia seneng banget dapet hadiah dari Aila. "Aku minta khusus ke mereka dan mereka juga nulis note buat nyemangatin kamu, nanti aku kirim ya ke rumah". Aila senang melihat respon dari Fera, dia menyadari kalau sahabatnya itu sedikit menjarak karna merasa bersalah.
"Aila, ada tamu" Ucap Hyun Sik yang baru saja masuk ke dalam ruangannya. "Anjir Aila itu suara siapa?” Heboh Lena saat mendengar suara Hyun Sik.
" Nugu, oppa?” tanya Aila, lantaran dia tidak ada janji hari ini. "Exo Suho" Aila terkejut mendengar namanya. "Guys tunggu sebentar ya jangan berisik okkee". Pinta Aila mereka semua mengangguk.
" annyeonghaseyo sajangnim " Sapa Suho dengan sangat ramah. "Ne annyeonghaseyo sunbaenim. Cukup Aila aja sunbae, oiya ada apa kesini?" Aila tidak ada janji dengan siapun dan harusnya mereka bertemu besok untuk mulau shooting dengan member yang lain. "Aku hanya mau menyapa, kebetulan aku abis meeting daerah sini" Mereka diam sejenak lantaran canggung dan bingung apa yang mau mereka bicarakan dan tiba-tiba dia mengingat sahabatnya.
"Sunbae maaf, boleh sunbae menyapa temen aku? Dia fans exo, dia menyukai Exo dari awal kalian debut" Wajah Suho terlihat senang mendengarnya. "Oh boleh, gimana aku menyapanya" Ailapun langsung mengambil laptop di mejanya dan kembalinke sofa tepat duduk di samping Suho, sementara itu Seho tersenyum melihat tingkah Aila, Aila sangat cantik dan menggemaskan di mata Suho.
"Guys, kalian jangan kaget sama apa yang balakan aku kasih liat kekalian" ucap Aila. "Apaan sih Ai, ayo cepet abis ini aku ada meeting" Saut Lena, karna mereka ber2 sedang ada di jam istirahat. Ailapun menggeser laptop nya ke arah Suho sedangkan mereka yang ada di sebrang hanya terdiam tanpa suara.
"Annyeonghaseyo,,,, eri-a" Sapaan untuk penggemar exo. Dan detik itu juga Fera langsung berteriak dia sangat terkejut melihat idolanya depan mata. Lena reflek langsung membekap mulut Fera dengan tangannya.
"Sorry she is crazy" Ucap Lena. "Ai, is he really Exo Suho, leader of exo?" Tanya Fera yang masih tidak percaya. "Hmm,, yes. It's me. How are you today? Is it break time there?" Suho sangat ramah menyapa penggemarnya, sesekali Suho menatap Aila yang tengah tersenyum dan beberapa kali meledek sahabatnya yang terlihat salah tingkah di depan Fera.
"Hm, yes,, i, im fine. please take care of my friend Aila , sumpah Ai ganteng banget ini makhluk" Pinta Fera, dia sangat gugup.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aila Varisha
Roman pour AdolescentsTak semua apa yang terlihat baik-baik saja itu berarti benar baik-baik saja, Menyimpan rasa suka bertahun-tahun itu tidak mudah, Aila mencoba memendam semuanya dan terus membuat pria yang dia sukai behagia bahkan dia membantu untuk pria itu melamar...
