la lelah dengan pemotretan Putra dan Risha, pagi ini dia harus latihan dance seperti biasa. Hitung-hitung membuatnya sedikit melepaskan beban. Aila menuruni tangga dengan pakaian santai dan tas yang tersanggah di pundaknya. "Pagi cantik, mau kemana?" Tanya Putra yang ternyata dia sudah bangun dan tengah bersantai dengan Risha di ruang tamu sambil menonton film.
"Aku mau latihan dance dulu, kalian kalo mau jalan-jalan bisa sama kim gisanim, maksudnya driver Kim" Saat mereka tengah berbincang, HyunSik datang dan berdiri di samping Aila. "Do you want to go with Aila?" Tanya Putra dengan intens. "Iya, aku akan mengantar Aila setelah itu aku akan pergi kesuatu tempat sendiri". Jawab Hyunsik, sekarang jadwal dia ke psikolog. Jadi dia harus buat alesan juga untuk Aila agar wanita itu tidak ikut dengannya.
"Oppa, eodiga?" Kali ini Aila yang bertanya, lantara jarang sekali dia pergi keluar tanpa alasan. "Oppa mau ke rumah temen oppa, nanti kalo kamu udah pulang telfon oppa, oppa akan jemput" Aila menatap HyunSik seolah dia tidak percaya dengan omongan pria itu. "Yaudah kalian hati-hati dijalan, nih buat kalian sarapan di jalam" Risha memberikan kotak bekal yang berisi kimbab. "Makasih kakak ku yang cantik, aku berangkat dulu. Assalamu'alaikum" Ucap Aila sebelum pergi. "Wa'alaikumussalam" Ucap pasangan itu bersamaan.
"Mereka udah pergi, kita mau kemana?" Putra mendekat ke arah Risha dan berbisik ke wanitanya. "Istirahat dulu ga sih cape, kita belanjanya nanti siangan aja" Putra mengangguk dan kembali tiduran di pangkuan Risha sambil menonton film.
☘☘☘☘
"Oppa, ga ada yang oppa sembunyiin dari aku kan? Aku akan marah kalo oppa bohong" Aila kembali menyelidiki pria yang sedang menyetir di sampingnya. "Oke oke, oppa ada jadwal sekarang, Oppa ga bisa bohong sama kamu" Akhirnya HyunSik mengaku, dia takut adik kesayangannya marah, lantaran diapun tau penyakit yang dia derita.
"Aku anter, kita berjuang bareng-bareng dan aku mau oppa sembuh" HyunSik terdiam cukup lama, dia bingung harus bagaimana dan dia tidak mau Aila melihat dirinya saat terpuruk. "Oppa please" Lagi-lagi Aila memohon sambil memegang tangan HyunSik. "Oke, kamu boleh ikut" Ucap HyunSik dengan pasrah dan mereka langsung menuju ke rumah sakit.
Tak butuh waktu lama bagi mereka berdua sampai di rumah sakit, karna HyunSik sebelumnya sudah ada janji dengan dokternya, jadi dia langsung masuk ke ruangan dokter tersebut. "Hai,,,, kali ini kamu datang dengan seseorang" Sapa sang dokter saat HyunSik dan Aila sudah duduk di hadapan keduanya.
"Dia Aila, adik yang sering saya ceritakan Uisanim" Dokter itu tersenyum mendengar perkataan Hyunsik. "Wah,,, akhirnya kamu bertemu kebahagiaan kamu ya. Terimakasih Aila sudah datang di kehidupan HyunSik" Aila tak bisa berkata apa-apa, dia benar-benar speechless saat ini. Dia tidak tau kalau Hyunsik menganggap dirinya kebahagiaannya.
"Oppa" Aila menatap HyunSik dengat mata berkaca-kaca. "Apa mimpi itu masih datang?" Tanya Uisanim, Aila mengerti maksudnya. Sedangkan Hyunsik tertunduk sambil mememainkan jarinya. "Dia datang, tapi tidak sesering dulu. Semenjak Aila datang, dia jarang muncul" Dokter itu mengangguk dengan senyum, sementara Aila terus megangi tangan HyunSik. Tidak terlalu lama mereka di sana, tidak seperti sebelumnya.
"Makasih ya udah mau kesini sama oppa" Ucap Hyunsik saat mereka berjalan keluar dari ruangan dokter. "Oppa, terimakasih sudah datang ke kehidupan Aila" Hyunsik memeluk Aila singkat, dia benar-benar bersyukur dengan adanya Aila. "Hyung" Panggil seseorang yang berada tak jauh dari mereka. Hyunsik berhenti dan melihat ke arah suara yang familiar baginya.
"Ghaly, kamu udah mendingan?" Tanya HyunSik saat melihat pria itu menghampiri sambil menyeret tongkat infusan. "Seperti biasa, dia,,, " Ghaly tidak melanjutkan ucapannya dan Hyunsik mengeri maksud pria itu. "Oiya, Kenalin Ghali ini Aila, my sister dan Aila ini ghaly yang ngajarin oppa bahasa Indonesia" Aila dengan ramah menjabat tangan pria yang ada di hadapannya. "Ghaly Hamiza, senang bertemu dengan kamu. Biasanya aku hanya mendengar cerita kamu dari Hyung" Aila langsung memandang HyunSik dengan alis berkerut. "Apa yang oppa ceritakan tentang aku, jangan bilang yang jelek".
KAMU SEDANG MEMBACA
Aila Varisha
Teen FictionTak semua apa yang terlihat baik-baik saja itu berarti benar baik-baik saja, Menyimpan rasa suka bertahun-tahun itu tidak mudah, Aila mencoba memendam semuanya dan terus membuat pria yang dia sukai behagia bahkan dia membantu untuk pria itu melamar...
