Tak semua apa yang terlihat baik-baik saja itu berarti benar baik-baik saja, Menyimpan rasa suka bertahun-tahun itu tidak mudah, Aila mencoba memendam semuanya dan terus membuat pria yang dia sukai behagia bahkan dia membantu untuk pria itu melamar...
Isfan menyalahkan laptopnya dan menghubungi Aila, dia sangat merindukan Aila. Biasanya mereka sering melakukan Vidio call tapi semenjak Aila mendapatkan proyek yang cukup bagus dia semakin sibuk dan Isfan juga sibuk dengan beberapa operasi. "Assalamu'alaikum jeleknya aku" Perkataan Isfan sukses membuat Aila bete, baru saja dia membicarakan nya di mobil dengan Hyun Sik
"Waalaikumsalam dokter gadungan, bisa ga sih panggil aku dengan lembut. Misal gini, assalamu'alaikum Aila cantik, udah makan belum" Aila mencontohkan dengan lembut sedangkan Isfan hanya tertawa melihat wajah kesal Aila. "Iyaiya maaf, kamu lagi apa? Hari ini gimana kerjanya?" Tanya isfan dengan serius, dia selalu menanyakan hari Aila setiap malam tanpa absen, karna dia takut Aila menyembunyikan sesuatu darinya.
"Ini Ai" Hyun Sik memberikan segelas jus jeruk untuk Aila, walau hanya tangannya yang terlihat di camera tapi Isfan tau itu Hyun Sik. "Hari ini cape banget, tadi aku abis liat member Exo Shooting. Itu loh cwo yang pernah ku kenalin pas acara fashion show" Isfan mengangguk sambil mengingat pria mana yang di bilang Aila. "Trus hari ini mood kamu gimana?" Lagi-lagi Aila menceritakan kesehariannya ke Isfan dan terkadang Isfan menanggapinya dengan candaan dan kadang juga serius. Mereka terpisahkan jarak, tapi komunikasi keduanya tidak pernah putus.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
☘☘☘☘
Aila menuruni tangga untuk mengambil air di dapur karna dia merasa haus dan untuk tidur lagipun sudah tanggung karna jam menunjukkan pukul enam pagi. Setelah sholat subuh Aila terbiasa tidur lagi selama di Korea dan dia iseng melewati kamar Hyun Sik yang ternyata tidak terkunci. Aila pun mengintip dari celah pintu kamar Hyun Sik dan yang terlihat Hyun Sik tidur di sofa yang sangat tidak nyaman untuk di tiduri. Aila memberanikan diri masuk kedalam dan memerhatikan Hyun Sik yang tengah tertidur.
"Oppa,, " Panggilnya pelan, dia berniat mengajak Hyun Sik untuk pindah ke kasurnya. "Oppa jangan tidur di shofa, ayo ke kasur" Setengah sadar Hyun Sik bangun dan berjalan ke arah kasur untuk tidur disana. Saat memastikan Hyun Sik sudah tertidur, Ailapun berjalan perlahan keluar dari kamarnya. Belum sempat Aila keluar dari kamar Hyun Sik, terdengar pria itu memohon dan terus meminta maaf. Dengan keringan yang mulai bercucuran dan mata terpejam. Aila faham, kalau dia sudah membuat kesalahan dan Ailapun membangunkan pria itu.
"Oppa ireona, ireona,,, oppa,,, " Aila terus mengguncang tubuh Hyun Sik sampai pria itu membuka mata dengan keadaan sesak nafas. Hyun sik langsung mendorong sedikit tubuh Aila untuk mengambil obat di laci meja dekat kursi dan langsung meminumnya. Dengan perlahan Hyun Sik mengatur nafasnya, kepalanya terasa sangat sakit dan dadanya lagi-lagi sesak. Bayangan itu kembali hadir di mimpinya. "Oppa mianhae" Ucap Aila yang berjalan menghampiri Hyun Sik. Hyun Sik menatap Aila yang hampir menangis di hadapannya.
"Oppa gwaenchana" Hyun Sik menggenggam tangan Aila untuk menenangkan wanita itu, walau sebenarnya dia tidak baik-baik saja. "Ai, kamu harus prepare untuk ke kantorkan? Kamu kembali ke kamar, oppa akan buatkan sarapan" Bukan bermaksud mengusir hanya saja dia butuh ruang sejenak, keadaannya masih tidak stabil saat ini. Dia tidak boleh terlihat lemah di depan adiknya. "Baik oppa" Setelah Aila sudah benar-benar keluar kamarnya, Hyun Sik pun menyandarkan tubuhnya ke dinding sambil memejamkan matanya.