Part. 20

14 0 0
                                        

"Aila, Dowajuseyo" Ucap Risha tiba-tiba dengan wajah memohon membuat Aila terkejut dan Putra yang tidak mengerti bahasanya hanya terdiam. "Wae geurae" Jawab Aila dengan wajah panik. "Ih,,, pada ngomongin apa, kenapa muka Aila cemas gini, Risha sayang kamu kenapa, ada apa?” tanya Putra yang juga bingung dengan ekspresi keduanya. "Lucu banget ekspresi adik aku ini, gapapa kakak gapapa" Aila yang masih terkejut menggenggam tangan Risha dan menatapnya dalam. "Beneran, trus kenapa bilang gitu. Kalian baik-baik aja kan? Apa kak Putra selingkuh, dia ganjen ya kak?".

"Heh,,, mulut ya bener-bener. Risha kamu jelasin yang bener, ini anak mulutnya ampun deh" Kesal Putra, lalu Risha menceritakan kenapa dia ke Korea dan dia minta tolong Aila buat bantu mencari fotografer untuk memfoto nya dan tentu juga konsep harus Aila ikut turun tangan. "Sebentar ya, aku coba tanya jadwal fotografer nya". Aila berjalan ke meja nya untuk memanggil Hyun Sik dan tak lama pria itu datang. "Ne Agassi?" Ucap Hyun Sik saat dia sudah berada di dalam ruangan.

"Oppa, jadi mereka mau melakukan foto prewedding. Bisa oppa atur untuk fotografernya? Untuk konsepnya nanti aku kasih" Tanya Aila, Aila menggunakan bahasa Inggris saat berbicara dengan Hyun Sik agara Risha dan Putra mengerti. "Okey aku akan tanyakan fotografer perusahaan kita apa dia bisa bantu. Oiya, dua jam lagi kita ada meeting".

" Terimakasih udah bantu kita, kalo gitu aku ga mau ganggu kerja kamu Ai, Aku sama Putra mau jalan-jalan dulu" Risha merasa ga enak karna sudah mengambil waktu kerja Aila. "It's Oke kak. Oiya oppa, bisa tolong sediain mobil dan driver untuk mereka?" Tanya Aila, karna Aila benar-benar ingin menjamu mereka. "Ga usah Ai, kita bisa naik angkutan umum" Saut Putra. Dia memang banyak uang, tapi dia belum sempat menyewa mobil atau semacamnya agar mereka mudah bepergian. "Ih,, jangan gitu. Tolong ya oppa, nanti kita ketemu saat makan malam ya".

Putra menyentil pelan kening Aila. "Anak ini tuh keras kepala banget, kalo gitu kita pergi dulu ya. Makasih banyak sayang" Putra memeluk dan mengecup kening Aila. "See you my baby, nanti aku bawain makanan buat kamu. Makasih ya baby girl" Rishapun ikut memeluk singkat Aila sebelum mereka pergi dari ruangan Aila .

Aila langsung mencari beberapa referensi photo prewedding yang cocok untuk mereka berdua. "Apa pria itu yang membuatmu nangis?” tanya HyunSik yang sudah bergabung dengan Aila. Aila menatap Hyun Sik dan mengangguk. "Tampan kan? Aku akan membuat mereka bahagia, bantu aku ya oppa". Hyun Sik merasa iba dengan wanita di hadapannya. Di genggam tangan Aila dan di tepuk pelan "Ada oppa disini, kamu bisa lampiaskan apapun ke Oppa. Ayo kita ke ruang meeting". Hyun sik mengerti perasaan Aila, ini berat baginya dan dia harus selalu ada untuk adiknya.

                         ☘☘☘

Isfan memasuki basecamp tempat dimana dia biasa berkumpul dengan teman-temannya. Tidak semua dokter yang berada di sana, mereka memiliki perkerjaan yang berbeda-beda. " Fan, masih terang tumben udah disini?" Tanya salah satu teman Isfan karna biasanya dia baru bisa kumpul saat hampir tengah malam. "Berisik deh, gua ada kerjaan buat lu nih gi" Ucap Isfan, dia pun langsung mengeluarkan foto dan nama lengkap orang yang ada di foto itu. "Lu serius Fan?" Tanya Dante yang penasaran dengan foto itu.

"Serius, lu cari ampe ke akar-akarnya kalo perlu. Urusan uang, cek rekening lu" Isfanpun langsung mentransfer uang yang cukup banyak ke rekening Yogi. "Widih, senengnya bekerja dengan dokter kita satu ini" Yogi sangat senang melihat nominal uang yang di transfer Isfan. "Fan lu tau dia Siapakan? Bokapnya Aila Fan. Lu ga gila kan nyelidikin dia?" Isfan meminum minumannya dan menatap Dante. "Ini urusan gua, lu ga usah ikut campur. Gua tau apa yang lagi gua lakuin, ini semua demi Aila".

" Kalo Aila tau gimana?" Tanya Dante. "Justru gua mau tau lebih jelas sebelum wanita gua tau kebenarannya" Jawab Isfan, dia ga mau Aila mengetahuinya dari orang lain, dia harus memberi tau kenyataan tentang keluarganya. Isfan akan berusaha yang terbaik untuk Aila, tiba-tiba saja handphone nya berbunyi. "Kak uta di Korea" Ucapnya singkat, tapi Isfan mengerti maksudnya. Isfan sedikit menjauh dari temen-temannya.

Aila VarishaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang