Tak semua apa yang terlihat baik-baik saja itu berarti benar baik-baik saja, Menyimpan rasa suka bertahun-tahun itu tidak mudah, Aila mencoba memendam semuanya dan terus membuat pria yang dia sukai behagia bahkan dia membantu untuk pria itu melamar...
Tania mengantarnya ke kamar, tak lupa dia mengucapkan terimakasih ke Isfan karna sudah mengantarkannya pulang. "Nasya, aku sahabat kamu juga. Kamu bisa cerita ke aku" Nasya hanya tersenyum dan mengangguk. "Aku cuma kangen Aila, nanti aku akan telfon dia" Ucapnya pelan sambil memandang foto Aila dan dirinya di dinding kamar. "Cantik sekali ya anakku Tan". Tania menepuk pelan pundak Nasya. "Tentu, Aila mirip sekali sama kamu".
"Tan, aku tau semuanya" Tania terdiam dan memandang Nasya dengan ekspresi terkejut. "It's okay. Aku ngantuk banget abis minum obat" Nasya menidurkan dirinya dan meninggalkan Tania yang masih terdiam terkejut. "Sayang" Panggil Hendra dengan pelan. Tania yang menyadari kehadiran pria itu langsung menarik tangan Hendra untuk keluar kamar Nasya.
"Tolong, Tolong jangan kamu sakiti hati sahabat aku lagi" Hendra tidak mengerti arah ucapan Tania. "Kenapa sih Tania?" Tanya Hendra dengan bingung. "Aila dan Nasya tuh banyak kemiripannya. Mereka sama-sama suka memendam masalahnya sendiri. Dan Nasya tau semuanya, sepertinya dia tau kamu selalu kemakam dia" Hendra terkejut mendengarnya. Dia tidak menyangka kalau Nasya bisa tau.
"Apa Nasya bilang sesuatu sama kamu?" Selidik Hendra, dia ingin tau apa yang istrinya bicarakan. "Aku tau semuanya, itu yang dia bilang" Hendra tersenyum mendengarnya. "Bisa aja bukan itu maksud omongan Nasya, udah kamu tenang aja. Makasih udah nganterin Nasya" Tania tak habis fikir dengan sikap Hendra yang sangat menganggap sepele semua perkataannya. "Kamu menyakiti Nasya secara ga langsung dan jangan sampai kamu menyakiti Aila dengan kebodohan kamu Hen. Jangan sampai dia mencari tau semuanya" Dengan kelas Tania keluar dari rumah itu menuju rumahnya.
Isfan yang sengaja menunggu mamahnya di dapur rumah Aila mendengar semuanya. Dia sudah memegang bukti, hanya saja dia tidak ingin semua itu jatuh ke tangan Aila.
☘☘☘☘
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Oppa ada salam dari mamah, mau ke Indonesia bareng aku?" Tanya Aila ke Hyunsik yang sedang bersantai sambil melihat kerjaannga di laptop. "Boleh,, oiya nanti malem ada acara penghargaan dan kamu di undang ya" HyunSik mengingatkan jadwal adiknya. Karna jarang sekali mereka mendapatkan undangan itu. "Oppa, Super Junior sunbaenim dateng ga? Dan EXO" Tanya Aila pelan saat kata-kata terakhir nya.
"Yang kamu cari yang mana nih? 22 nya ada di sana" Aila tersenyum senang mendengarkannya. "Kita perlu belanja dulu ga sih oppa, kalo salon kayanya perlu deh ya biar cantin". HyunSik menggelengkan kepalanya melihat tingkah Aila. "Mereka akan datang kesini nanti, jadi kamu stay di rumah. Nanti kamu bisa ketemu Suho disana". Hyunsik tau tujuan di balik Aila bertanya apakah ada EXO.
"Sudah mau menerimanya?" Tanya Hyunsik. Aila mengangguk dengan wajah bersemu, sikap Suho membuatnya sangat nyaman. Walaupun dia sibuk, pria iti selalu menyempatkan bertemu dengannya atau kalau sedang Tour, dia tidak lupa membelikan sesuatu yang lucu untuk Aila. "Oppa selalu mendoakan yang terbaik buat kamu dongsaeng" HyunSik mengusap lembut rambut Aila sebelum dia juga bersiap keacara nanti malam.