Tak semua apa yang terlihat baik-baik saja itu berarti benar baik-baik saja, Menyimpan rasa suka bertahun-tahun itu tidak mudah, Aila mencoba memendam semuanya dan terus membuat pria yang dia sukai behagia bahkan dia membantu untuk pria itu melamar...
Setelah HyunSik mengatur jadwal ulang untuk Aila dan dia memastikan semua kerjaan bisa dia tinggal dan dia menyerahkannya ke asisten Hyunsik yang juga ikut mengurus tugasnya. Suho juga tidak bisa mengantar Aila ke Bandara lantaran jadwalnya bentrok dengan Tournya. Kini Aila dan Hyunsik sudah berada di Bandara Internasional Soekanto Hatta. Dengan kaki yang di gips dan tongkat penyanggahnya Aila berjalan menuju mobil yang sudah ia pesan untuk menjemput.
"Kaki kamu sakit Ai?" Aila mengangguk karna dia merasakan nyeri di kakinya. Hyunsik mengangkat kaki Aila dan memangkunya sambil mengusap kakinya agar sedikit mengurangi nyeri. "Oppa gomawo" Ucap Aila yang sangat bersyukur memiliki Hyunsik. "Ne, sabar ya sedikit lagi sampai".
Mereka membutuhkan waktu yang cukup lama untuk sampai di rumah keluarga Narendra. Jam menunjukkan pukul 11 malam dan mereka baru sampai. "Pelan-pelan jalannya ya" Dengan koper yang berada di tangan kirinya dan tangan kanannya Hyunsik membantu Aila berjalan. Aila menekan bel rumahnya saat dia sampai dia depn pintu. Bel gerbang depannya sudah otomatis terbuka dengan Aila.
"Suprise" Teriak Aila saat mamahnya yang membukakan pintu. "Anak mamah,,,". Nasya langsung memeluk kedua anaknya bersamaan, dia sangat senang melihat Aila dan Hyuksik. " Ini kenapa kakinya Yaa Allah, sakit banget ya?' Nasya menangis melihat kaki Aila. "Eomma Uljima, Dokter sudah memeriksanya dan harus banyak istirahat" Hyunsik mecoba menjelaskan keadaannya. "Papah,, anaknya luka ini papah" Teriak Nasya dan Hendra berlari kearah suara.
"Astaghfirullah anak papah" Hendra menggendong Aila dan membawanya ke sofa ruang keluarga. "Bik, tolong ambilin air minum" Pinta Nasya dan Nasyapun menggandeng tangan Hyunsik untuk masuk kedalam. "Ayo ceritain gimana bisa begini?" Tanya Hendra, dia tidak marah hanya khawatir "Oppa,,," Aila menatap Hyunsik seakan meminta pertolongan. "Jangan manja sama Oppanya, disini Hyunsik punya mamah" Nasya tak melepaskan genggaman tangan Hyunsik, karna dulu dia juga yang sangat ini Hyunsik jadi putranya.
"Jadi gini,,," Aila menceriakan semuanya dan Hyunsik juga menambahkan kalau dia juga heran kenapa bisa sampai retak. "Emang anaknya ceroboh, ini kalo isfan liat, ngamuk yang ada" Aila menghela nafasnya kasar. "Jangan bilang dia, nanti yang ada peralatan rumah sakit pindah kesini" Hyunsik mengerti bahasa Indonesia hanya belum lancar mengucapkannya. "Kalian udah makan? Mau makan pasta? Atau mau yang lain biar di cariin sama mang Eko".
"Kayanya mau mandi trus tidur aja mah, tadi udah makan di pesawat sama Oppa" Nasya melihat ke arah Hyunsik takutnya kalau putranya lapar. "Nado eomma" Nasya mengangguk dengan senyum mendengar Hyunsik menyebutnya Eomma. Hyunsik menggendong Aila dan membawanya menuju kamarnya di lantai dua dan Nasya mengikuti keduanya karna dia akan membantu Aila untuk mandi.
☘️☘️☘️
Keesokan paginya Aila terbangun dengan lagi-lagi melihat Hyunsik tertidur di lantai samping kasurnya. Walaupun bawah kasur Aila itu karpet berbulu tapi tepat saja tidak nyaman. "Oppa irona" Hyunsik terbangun dan langsung duduk di dekat Aila. "Kamu butuh sesuatu?".
"Kenapa oppa tidur di lantai, oppa kan ada kamar" Omel Aila. "Oppa takut kamu butuh sesuatu" Di genggam tangan Hyunsik. "Oppa aku bisa ngelakuin semuanya sendiri, aku akan telfon oppa kalau aku butuh sesuatu" Hyunsik menempel keningnya di kening Aila. "Maaf ya oppa terlalu khawatir". Aila memeluk singkat Hyunsik. "Sayang sarapan dulu ya" Nasya barus saja masuk ke kamar Aila dan Hyunsikpun membantu adiknya untuk turun ke ruang makan.
Mereka makan bersama dengan beberapa celotehan dan pertengkaran di antara Hyunsik dan Aila walau kebanyakan Aila yang membuat ulah dan Hyunsik yang selalu bersabar. Kebahagiaan Nasya sangat berlipat ganda saat ini. kedua anaknya berada di hadapannya dan dia diam-dian memotret keduanya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.