5. Ratu & Putra

506 303 826
                                        


Assalamu'alaikum anak anakku :)

Akhirnya setelah satu abad stuck di bab 4, sekarang bisa publish bab 5 juga 😭👏👏

Jangan lupa baca bismillah guys

_____

Happy reading ...

***

Sedari tadi Ratu tak henti-hentinya mengeluarkan umpatan kasarnya, sementara Gita yang berdiri di sampingnya, mati-matian untuk bersabar dan pura-pura tuli.

Pasalnya, tadi Ratu sudah enak-enak nebeng di mobil Gita untuk pergi ke sekolah. Tapi tiba-tiba di pertengahan jalan, mobil Gita mogok entah kenapa. Jadilah sekarang, mereka berdua harus menahan pegal berdiri sepanjang perjalanan menuju sekolah.

"Udah Ra udah, dari pada lo ngomel-ngomel gak jelas ya, mendingan sekarang kita turun! Yok, let's go to school!"

Ratu tidak menjawab apapun, ia hanya nurut saja turun dari bus lalu jalan mengekor di belakang Gita.

"Ra, katanya sih ada tugas ekonomi dikumpulin hari ini, entar kita nyalin bareng Ra. Nyontek Ra nyontek, iya gak sih?"

Tak ada sahutan sedikitpun, Gita menghentikan langkahnya lalu membalikkan badannya. Dan benar saja dugaan Gita, cewek itu bukannya berjalan mengikuti dirinya, tapi malah pergi ke arah lapangan belakang sekolah.

"Ratu! Lo mau ke mana? Kelas kita ke sono," teriak Gita sebelum Ratu keburu jauh.

Sementara yang ditanya malah memperlihatkan cengirannya tanpa berdosa. "Iya gue tau, gue titip tas! udah sana lo duluan aja! Gue mau ngadem dulu," teriak Ratu seraya melemparkan tas punggung berwarna putihnya pada Gita.

Lalu tanpa mendengar respon Gita, cewek cantik itu main pergi begitu saja, membuat Gita mengelus dadanya sabar.

***

"Lo kenapa seger banget sih?" tanya Ratu pada buah mangga yang sedang di gerogoti giginya itu.

Tadi saat Ratu memutuskan untuk pergi ke lapangan belakang sekolah, tanpa sengaja ia melihat pohon mangga dekat dengan tembok sekolah yang tinggi ini.

Tanpa pikir panjang, Ratu langsung memanjat pohon dan memetik mangga yang masih muda itu. Padahal bel masuk kelas sudah berbunyi tiga menit yang lalu. Alih-alih masuk kelas, cewek ini malah tergiur untuk nangkring di pohon mangga ini.

Sekalian nostalgia ke masa kecil, pikir Ratu.

"Berasa kayak ibu hamil lagi ngidam gue," gumam Ratu sambil terus menggerogoti mangga muda di tangannya.

Pluk.

"Apa tuh?" tanya Ratu pada dirinya sendiri.

"Kayak ada yang jatoh."

Ratu membuang mangga muda yang sisa setengah itu ke sembarang arah, tanpa susah payah ia bisa turun. Sampai kemudian tepat di bawah pohon mangga itu, ternyata yang jatuh barusan adalah sebuah tas dan sepasang sepatu.

"Tas siapa nih?" tanya Ratu seraya mengambil tas itu, ringan sekali, seperti cuma ada satu buku di dalamnya.

"Putra?"

Ratu membelalakan mata saat melihat satu buku di dalamnya yang diberi nama Putra Pangeran Sanjaya.

"Punyanya cucu Raden Kian Santang nih," Ratu cekikikan sendiri saat tahu tas itu punya Putra.

Tapi batang hidung cowok itu tidak muncul juga, Ratu pikir pasti Putra masih berusaha untuk manjat tembok yang tinggi ini.

Ratu celingak-celinguk sambil berpikir, akan berbuat apa untuk cowok itu sekarang? sampai sesaat kemudian pandangannya tertuju pada sosok lelaki paruh baya yang mungkin sedang mengontrol siswa-siswi yang masih berkeliaran di luar kelas.

Ratu Untuk PangeranCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang