9. Makhluk biadab

379 236 564
                                        


Hai anak-anakku❣️akhirnya part 6 kelar juga :) 👏👏

Masih adakah yang baca setelah sekian lama cerita ini tak muncul?

Semoga ada ya🤧

Bacanya santai aja ya, kalo tiap baca novel,biasanya aku harus sedia cemilan. Kalo kalian biar enjoy suka sedia apa nih?

____

Happy reading ...

***

"Eh ada tamu, siapa nih?" tanya Ferdi seraya menghampiri Ratu.

Ratu yang merasa harus memperkenalkan diri segera berdiri menyambut pria paruh baya itu.

"Calon mantu Yah," ucap Putra mendahului.

Mendengar jawaban Putra, membuat Ferdi terdiam seraya memegang dagu seakan sedang berpikir.

"Yakin kamu pilih calon mantu buat Ayah yang seperti ini?"

Hening.

Seketika semua orang di ruangan itu dibuat tercengang dengan pertanyaan Ferdi, bahkan Putra sampai bediri dari duduknya.

"Ayah ngomong apaan sih?" tanya Putra sewot.

Ayumi dan Alina yang takut anak dan Ayah ini bertengkar juga ikut-ikutan berdiri. Kalau mereka bertengkar, Putra bisa ditembak sekarang juga.

"Iya, masa anak jelek kayak kamu bisa bawain calon mantu secantik ini?" ujar Ferdi santai seakan tak punya dosa.

Ayumi dan Alina yang sedang tegang seketika mengelus dada seraya menghembuskan napas lega. Bisa-bisanya ada Pak polisi yang suka bercanda seperti pria ini.

Sementara Putra yang sudah kesal setengah mati lantas membanting tubuhnya ke atas sofa seraya mengacak rambut frustasi. Ada saja setiap hari kelakuan Ayah usilnya ini, kalau bukan Ayahnya sudah Putra buang ke rawa-rawa.

"Ayah bikin tegang aja tau, kasian nih calon mantu Bunda," rengek Ayumi seraya mencubit lengan  suaminya.

"Seriusan nih mau jadi calon mantu saya?" goda Ferdi membuat Ratu refleks menggeleng.

"Nggak Om bohong!" sanggah Ratu cepat.

"Kenalin Om, Ratu, temennya Putra." ucap Ratu seraya menyalami tangan Ferdi.

Lagi-lagi pria paruh baya itu terdiam seraya berpikir. "Kok bisa ya?"

"Bisa apa Om?" tanya Ratu bingung.

"Kok bisa ya anak jelek saya ketemu kamu."

Putra terlihat semakin dongkol mendengar kata-kata Ayahnya yang tak berguna itu, sudah cukup semua omong kosong ini, Putra harus menyingkirkan orang tua itu!

"Ayah ganti baju ya, habis itu istirahat. Ayah cape, kan?" ujar Putra seraya mengajak Ayahnya menjauh dari ruang tamu.

"Anak laknat lo cil! Awas aja gue tembak tau rasa lo!"

Ratu Untuk PangeranCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang