Maafkan kemalasanku sebagai penulis amatir ini, hiks.
Semoga kalian suka sama part ini :)
Enjoy and happy reading...
______
Kiara dan Niko baru saja menghilang di balik lorong keluar ruang televisi. Ratu yang masih merasakan atmosfer kegemasan saat melihat interaksi adik satu-satunya dengan teman sekolahnya itu, masih mengabaikan pacarnya yang memandang keheranan. Tentu saja heran karena melihat Ratu yang mendadak senyam-senyum tidak jelas.
"Hei." Putra mencolek hidung Ratu.
"Ih! Apaan sih?!"
"Lagian senyam-senyum sendiri, takut banget tiba-tiba kesambet."
"Gue kegemesan liat Kiara sama Niko, belum pacaran tapi panggilannya udah aku-kamu. Lucu banget sih, bikin bp aja," ujar Ratu.
Putra memandang cewek yang kini duduk di sampingnya, keduanya sama-sama menyandarkan kepala pada sandaran sofa. wajahnya begitu dekat, hanya terpaut satu jengkal di samping Putra.
"Bp apaan?"
"Bawa perasaan," jawab Ratu polos.
Putra terkekeh, tangannya mengapit hidung Ratu dengan gemas. "Ya udah, kalo bp kita aja yang lanjutin."
"Apanya?"
"Aku-kamu. Kan kita udah pacaran."
Mata Ratu mendadak berbinar mendengar ucapan Putra. "Serius? Kamu suka?"
"Anything about you," jawab Putra manis, matanya masih setia menatap setiap inci wajah Ratu dengan kagum.
Ratu tertegun mendengar penuturan Putra. Hatinya menghangat. Kedua sudut bibirnya tersungging ke atas, kata-kata itu seperti berbicara tentang seberapa berharga dirinya. "Oke, Putra bucin Sanjaya."
Gelak tawa keduanya pecah, nama itu baru saja dicetuskan Gio beberapa hari yang lalu. Putra mengacak rambut Ratu gemas. Rasanya, ingin sekali Putra melahap cewek di sampingnya ini. Bagaimana bisa Putra tidak begitu mencintainya, sedangkan mendengar tawanya saja, rasa cinta Putra pada Ratu bisa kian bertambah.
"Ya udah yuk, kita ke rumah kamu," ajak Ratu yang tiba-tiba berdiri, menarik lengan Putra agar ikut dengannya.
Tapi bukannya menurut, Putra malah menarik Ratu agar kembali duduk, membuat Ratu berakhir menubruk dadanya.
"Aw! sakit tau! " Ratu mencebik, tangannya sedikit mengusap kening.
"Kamu yang nabrak."
"Kamu yang narik."
"Kamu yang salah."
Ratu melotot saat mendengar tiga kata terakhir Putra, cewek itu kembali berdiri dengan bersidekap dada. "Coba ulang sekali lagi!"
Putra tertawa karena merasa dejavu dengan awal kedekatan mereka yang selalu berdebat seperti ini. Tangannya terulur menarik lengan Ratu agar kembali duduk di sampingnya.
"Maaf ya sayang, aku yang salah kok," ujar Putra seraya mengusap kening Ratu.
"Ketemu bundanya nantian aja ya."
"Tuh, kan. Aku udah kangen banget sama bunda Ayumi, kamu gak kasian sama aku?"
"Kita ketemu bunda habis ini, tapi ada syaratnya."
"Apa?"
"Ceritain kejadian tadi pagi sama Xander."
Ratu menelan salivanya susah payah, secepat itu wajah manis Putra berubah menjadi seserius ini. Tapi sebelum nyali Ratu semakin menciut akibat tatapan Putra, Ratu memberanikan diri untuk menyentuh sebelah pipi cowok itu dengan lembut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ratu Untuk Pangeran
Romance𝗞𝗮𝗿𝗲𝗻𝗮 𝘀𝗲𝗯𝘂𝗮𝗵 𝗽𝗲𝗿𝗺𝗮𝗶𝗻𝗮𝗻 𝘁𝗿𝘂𝘁𝗵 𝗼𝗿 𝗱𝗮𝗿𝗲, 𝗺𝗲𝗿𝗲𝗸𝗮 𝗺𝗲𝗺𝘂𝗹𝗮𝗶 𝗸𝗶𝘀𝗮𝗵 𝘀𝗲𝗯𝗮𝗴𝗮𝗶 𝗧𝗼𝗺 𝗮𝗻𝗱 𝗝𝗲𝗿𝗿𝘆. 𝗦𝗲𝗯𝘂𝗮𝗵 𝗯𝗲𝗻𝗰𝗶 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗲𝗿𝘂𝗷𝘂𝗻𝗴 𝗰𝗶𝗻𝘁𝗮. 𝗧𝗲𝗻𝘁𝗮𝗻𝗴 𝗥𝗮𝘁𝘂 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗺...
