Come back👋
WARNING! DILARANG BACA SEBELUM VOTE!
VOTE! VOTE! VOTE!
____
Happy reading...
***
Begitu masuk ke dalam rumah, keadaan sudah sepi, hanya lampu-lampu saja yang belum dimatikan. Mungkin Mbak Ningsih sengaja karena tahu bahwa Ratu belum pulang.
"Gue cape, tapi lebih cape lagi kalo harus naik tangga buat masuk kamar," gumam Ratu yang malah menjatukan badannya di atas sofa empuk ruang tamu.
Untuk sepersekian detik, pikiran Ratu masih melamunkan Putra dengan tingkah manis dan usilnya itu. Sampai tak terasa matanya terasa sudah sangat berat, hampir saja Ratu akan terpejam, tapi kemudian urung ia lakukan saat mendengar notifikasi pesan di ponselnya.
"Nomor siapa nih?" monolog Ratu saat melihat sebuah nomor tak dikenal mengirimkan sebuah foto.
Karena penasaran dengan isi pesan itu, akhirnya Ratu membukanya. Tapi entah apa yang di lihat Ratu, karena sedetik kemudian cewek itu kembali bangun dan berlari keluar rumah.
"Brengsek!"
Seperti orang kesetanan, Ratu tergesa-gesa membuka garasi untuk kemudian keluar dengan mobilnya. Tentu saja Ratu sangat panik. Bagaimana tidak, seseorang mengirimkan foto Kiara bersama Xander di dalam sebuah beach club.
Iya, foto itu yang membuat Ratu tergesa-gesa keluar rumah saat ini, karena tentu saja, tidak bisa Ratu bayangkan terjadi sesuatu pada adik satu-satunya itu.
Tin... Tin...
"Pak Udin! Tolong bukain gerbang Pak?! Cepetan pak, urgent!"
Udin-sang satpam rumah terkejut saat mendengar klakson dan teriakan Ratu bersautan. Padahal ini sudah hampir tengah malam, bisa-bisanya anak majikannya meminta dibukakan gerbang semalam ini. Kalau sampai majikannya tahu, bisa repot urusannya.
"Tapi Non, udah setengah dua belas loh. Non mau ke mana lagi emangnya?"
Ratu mengacak rambutnya gusar. "Aku mau jemput Kiara, cepet Pak bukain!"
"Tapi Non ... "
"Ck, Pak Udin mau tanggung jawab kalo Kiara kenapa-napa? Cepet bukain!"
"Iya Non iya saya bukain."
"Hati-hati Non!" teriak Udin saat Ratu melesat dengan mobilnya setelah gerbang terbuka lebar.
***
Ratu tidak peduli siapa orang yang telah mengirim pesan padanya, yang ia syukuri, selain mengirimkan foto, nomor tak dikenal itu juga mengirim share location pada Ratu. Dan tanpa berlama-lama lagi, sesampainya di club, Ratu segera memasuki tempat itu dengan terburu-buru.
Semakin malam, tentu semakin banyak orang memenuhi tempat itu. Bau alkohol begitu menyengat di hidung Ratu, sebuah musik menggema, dan lampu remang-remang tentu saja membuat Ratu kesusahan mencari adiknya.
"Aw, sorry." Ratu menggeram dalam hati saat tiba-tiba, dirinya malah menabrak seorang lelaki
"It's okay," ucap lelaki itu, sementara tatapannya jelas-jelas menatap Ratu dari atas sampai bawah.
Padahal pakaian yang dikenakan Ratu masih jauh berbeda dengan pakaian para wanita di tempat ini. Seharusnya, dengan celana jeans panjang dan jaket kulit yang dikenakan Ratu, tidak ada satupun lelaki bejat yang akan meliriknya.
Tapi sepertinya, tanpa pakaian pemikat pun, kecantikan Ratu sudah cukup untuk membuat para lelaki tertarik. Terbukti saat Ratu hendak melangkah, laki-laki itu malah menahan lengan Ratu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ratu Untuk Pangeran
Romance𝗞𝗮𝗿𝗲𝗻𝗮 𝘀𝗲𝗯𝘂𝗮𝗵 𝗽𝗲𝗿𝗺𝗮𝗶𝗻𝗮𝗻 𝘁𝗿𝘂𝘁𝗵 𝗼𝗿 𝗱𝗮𝗿𝗲, 𝗺𝗲𝗿𝗲𝗸𝗮 𝗺𝗲𝗺𝘂𝗹𝗮𝗶 𝗸𝗶𝘀𝗮𝗵 𝘀𝗲𝗯𝗮𝗴𝗮𝗶 𝗧𝗼𝗺 𝗮𝗻𝗱 𝗝𝗲𝗿𝗿𝘆. 𝗦𝗲𝗯𝘂𝗮𝗵 𝗯𝗲𝗻𝗰𝗶 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗲𝗿𝘂𝗷𝘂𝗻𝗴 𝗰𝗶𝗻𝘁𝗮. 𝗧𝗲𝗻𝘁𝗮𝗻𝗴 𝗥𝗮𝘁𝘂 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗺...
