02. Ospek kedua

13.3K 217 1
                                        

"Kok bisa sih dia dapetin tanda tangannya kak Bara?".

"Dia siapanya kak Bara ya?".

"Enak banget bebas dari hukuman".

"Heh!! Lo iri??". Sahut Tasha mendengar ucapan mereka tentang Ara.

"Okeee ospek hari ini slesai. Besok kita ketemu lagi sampai ospek ke tiga. Trimakasih kalian udah baik menjalankan tugas dari kami, and see you guys!!". Ucap Amel menutup acara ospek hari ini.

Semua maba meninggalkan lapangan begitupun dengan Ara dan Tasha. Tasha menuntun Ara berjalan menuju gerbang depan kampus.

"Gue pesenin lo taxi yaa Ra. Maaf gue gak bisa bareng lo soalnya gue harus jemput ponakan gue". Ujar Tasha didepan pintu gerbang.

"Gak papa Sha lo pergi aja, nanti gue pesen sendiri kok".

"Sorry yaa Ra. Kalo gitu gue duluan yaa keburu ponakan gue nungguin". Pamit Tasha dengan melambaikan tangannya kepada Ara.

Ara berjalan ke pinggir kampus dengan hati hati. "Aaawhh knapa sakit banget sih". Ucap Ara menjauh dari kampusnya.

Titt tiittt

Tiit...

Suara mobil membunyikan klaksonnya membuat Ara menoleh ke arah mobil tersebut. Terlihat mobil berwarna hitam, tidak lama kaca jendela mobil itu terbuka.

"Naik!!!"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Naik!!!". Ucap seseorang yang ada didalam mobil.

Ara menyipitkan kedua matanya menatap siapa yang ada di dalam mobil. "Kak Bara?".

"Naik buruan!!!". Panggil Bara lagi tapi tetap saja Ara hanya diam.

"Gak usah kak, gue jalan aja rumah gue deket kok". Jawab Ara.

Bara turun dari mobilnya lalu menarik Ara secara pelan dan membukakan pintu mobilnya, masuklah Ara kedalam mobil Bara dan itupun Ara duduk di kursi depan otomatis disamping Bara.

"Masalah baru nih". Batin Ara setelah berada di dalam mobil Bara.

Bara menjalankan mobilnya. "Rumah lo dimana?".

"Turunin di depan toko aja kak".

"Gue tanya rumah lo dimana Ara?!!". Ujar Bara dengan nada rendahnya.

"Ehh di Jl. Mawar nomor 520 kak". Gugup Ara tidak nyaman.

"Knapa gak pesen taxi aja? Rumah lo jauh dari kampus, emang lo sanggup jalan kaki dengan kaki pincang lo itu?".

"Olahraga kak hehee".

"Tunggu di sini, gue mau beli sesuatu dulu". Titah Bara memberhentikan mobilnya di depan Apotek pinggir jalan.

Ara hanya mengangguk sambil memijat kaki kanannya. Tidak lama Bara pun kembali ke dalam mobil.

"Nih salep buat kaki lo. Biar gak parah bengkaknya, disitu ada obat pereda nyeri juga". Bara memberikan satu kresek yang ternyata itu untuk Ara.

My Protective BoyfriendCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang