14. Joging

3.7K 57 0
                                        

"Eyang, Jack bawa kue kesukaan Eyang". Kata Jack menghampiri Eyang sedang bersantai di taman belakang.

"Iyaa letakkan saja dulu di kamar".

"Eyang, apa ada masalah?".

"Semalam mantan pacar Bara datang kerumah ini untuk menemui Bara melewati Vio".

"Lalu apa yang terjadi?". Tanya Jack.

"Vio terus terusan memaksa Bara untuk kembali dengan Naomi itu, sudah jelas Bara tidak mau. Eyang membahas tentang skandal perusahaan keluarga Naomi yang saat ini terjadi, tapi Vio tidak terima. Lalu Naomi pergi begitu saja".

"Setelah Naomi pergi, Vio membicarakan tentang Bram yang sukses di London dengan bisnisnya itu karna didikannya yang berhasil. Beda dengan Bara yang tidak menuruti kemauan Vio. Lalu Bara berbicara tentang hal yang selama ini ditutupi dari kita semua...".

"Apa, Eyang? Hal apa yang kita tidak ketahui?".

Eyang Tita menatap mata anaknya itu. "Bram mengalami depresi karna ketidak mampuan dia untuk menjalankan bisnis yang sama skali tidak ada minat dalam dirinya, Bram sampai depresi karna tekanan dari Vio".

Jack langsung terdiam seakan terpukul dengan kebenarannya. Bagaimana mungkin dirinya sebagai orang tua tidak mengetahui hal yang terjadi pada anak pertamanya itu.

"Seminggu saat Bara menghilang, itu karna Bara pergi menyusul kakaknya ke London untuk merawat kakaknya karna hanya Bara yang bisa Bram percaya". Eyang meneteskan air matanya menceritakan kembali kepada Jack.

Jack memeluk ibunya dengan perasaan campur aduk. "Maafkan Papa nak, seharusnya Papa bisa menghentikan Mama kamu". Batin Jack.

••|••

"Agatha sayang. Lo dari mana aja gue nyariin lo dari tadi". Kata Bara menemukan Ara keluar dari ruang dosen.

"Kak Bara.. Gue lagi persiapan untuk lomba tiga hari lagi sama pak Hendra".

"Yaudah yuk pulang, gue laper kita makan diluar". Bara menggenggam tangan kanan kekasihnya menuju mobil.

"Eh Tasha!! Ya ampun lo sibuk banget yaa". Sapa Ara kepada Tasha yang membawa beberapa map di tangannya.

"Hehee iyaa Ra, gue kan ikut lomba majalah kampus jadi yaa gitu deh".

"Lo sama kak Bara udah mau pulang?".

Keduanya mengangguk. "Yaudah hati hati ya lo berdua. Gue ke lantai atas dulu".

"Semangat Tasha!!". Kata Ara saat Tasha menaiki anak tangga.

"Masuk my baby girl". Bara membukakan pintu mobilnya untuk Ara.

Mobil Bara keluar dari area kampus, kini Bara membawa mobil yang berbeda berwarna putih.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
My Protective BoyfriendCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang