"Kak Bara".
"Iyaa baby knapa?".
"Maksud dari Papa Jack tadi apa yaa? Tentang Mama Vio gak boleh tau tentang gue? Bahaya knapa?". Tanya Ara penasaran.
"Gue ceritanya nanti aja ya pas sampe dirumah lo".
"Knapa gak skarang?".
Bara mengelus rambut Ara sambil menyetir. "Ceritanya panjang Agatha, lagian udah hampir sampe nih".
Ara memanyunkan bibirnya. "Iyaa deh iyaa".
••|••
"Tante.. Knapa Bara blokir nomor handphone aku ya".
"Emang iyaa?".
"Iyaa tante, udah beberapa hari ini aku gak bisa hubungi Bara lagi".
"Uuhh sayang maafin Bara yaa. Nanti tante coba bilang sama Bara deh".
"Thank you tante Vio".
"Ohiya Naomi, kamu gak mau satu kampus sama Bara?".
"Gak bisa tante, aku udah nyaman sama pekerjaan aku sbagai model ini".
"Iyaa sih kamu emang wanita berkarir ya, tante suka karna jiwa mandiri kamu".
••|••
Ara dan Bara kini sudah sampai di rumah Ara lebih tepatnya berada di ruang tamu. Bara sedang memainkan ponselnya sedangkan Ara sedang berganti pakaian.
"Hallo Bara, ada dimana lo?".
"Knapa?".
"Naomi nelfon gue tadi nanyain lo, emang dia udah balik dari London?".
"Gak tau gue bodoamat".
"Nanti malem lo ada di apartemen kan?".
"Yaiyalah".
"Gue sama Bastian nanti malem ke apart lo".
"Okee gue tunggu".
"Okee".
Bara meletakkan handphonenya di meja sambil menunggu Ara, suara kaki terdengar terlihat Ara turun dari anak tangga kamarnya menuju Bara.
"Ayoh katanya mau cerita sama gue tentang tante Vio?". Ucapnya duduk menghadap Bara.
"Bener lo mau denger nih?".
"Yaa iyaa lah kak Bara, cepet cerita".
Bara menarik Ara untuk duduk diatas pangkuannya menghadap dirinya. "Harus kayak gini yaa kak?".
Bara mengangguk. "Harus".
"Jadi gini, gue punya mantan namanya Naomi dia dua tahun ada di London dan sekarang udah balik lagi ke Indo. Gue putus sama Naomi karna emang udah gak cocok aja".
"Nah Mama gak terima gue putusin Naomi makanya Mama sampe sekarang pengen gue sama Naomi balikan. Papa tadi bilang kalo jangan kenalin lo ke Mama itu karna Mama pasti akan ngincer lo untuk jauhin gue".
"Knapa lo gak balikan aja?". Tanya Ara membuat Bara mencubit pipi Ara.
"Gue gak mau Agatha. Gue maunya sama lo".
Ara memanyunkan bibirnya sambil mengangguk. "Trus kalo tante Vio tau tentang hubungan kita gimana?".
"Yaa gak papa, gue akan lindungi lo. Apapun yang akan terjadi nanti".
KAMU SEDANG MEMBACA
My Protective Boyfriend
Ficção AdolescenteUniversitas Internasional Lentera "Lo mahasiswa baru, kedepan!!!". Tunjuk salah satu panitia yang sedang mengadakan ospek. Wanita yang di tunjuk menoleh ke kanan dan kirinya. "Gue?". Tanya wanita tersebut. "Yaiyalah elo!!! Maju sini!!!". Wanita i...
