"Gimana SkyDrink selama gue gak ada??".
"Cukup baik seperti biasa Ra, kan ada Tasha juga yang bantuin...".
".. Ada sih komplen dari costumer langganan kita".
"Knapa?".
"Salah gue sih Ra, seharusnya gue yang nganter orderan tapi karna waktu itu SkyDrink rame dan Sisil sama Ferdy gak masuk jadi gue minta Caca untuk handle orderan...".
"...Salahnya karna orderan yang dateng cuma 47pcs sedangkan yang seharusnya adalah 50pcs".
"Kok bisa kurang?". Tanya Ara meletakkan ponselnya di meja.
"Caca kurang fokus ngitungnya, tapi tenang aja semuanya udah beres".
Ara mengangguk anggukan kepalanya. "Caca gak ada cerita apa gitu sama lo Al? Lo ngerasa ada yang aneh gak sih sama Caca??".
"Tepat banget, gue juga ngerasain gitu Ra dan yang lebih gue penasaran Caca bawa masuk cowok ke rumahnya".
Ara mengerutkan alisnya. "Lo salah liat kali atau mungkin itu emang temennya yang dateng".
"Katanya sih sepupunya tapi kan kita tau kalo Caca cuma punya sepupu perempuan Ra".
Caca datang menghampiri Ara juga Alden yang sedang mengobrol. "Eh Ara, lo udah balik? Lo udah sepenuhnya sehat??".
"Iyaa Ca, gue udah seratus persen sehat kok. Lo gimana? Baik?".
Caca mengangguk. "Besok siang gue sama Alden ke rumah lo ya Ca, bisa?". Ucap Ara, sedangkan Alden bingung kenapa Ara tiba tiba mengajaknya ke rumah Caca.
"Ngapain ya Ra? Tumben".
"Main main doang sih Ca, ya kan Alden??". Ara tersenyum seakan menyuruh Alden jawab 'iya'.
"Eh i-iyaa Ca, lagian besok kita berdua libur kan Ca". Jawab Alden.
Caca sepertinya bingung dengan Ara juga Alden yang tiba tiba ingin ke rumahnya. "Okee nanti gue tunggu kalian di rumah ya Ra, Alden".
••|••
"Morning Bara". Ucap Vio di meja makan ketika Bara datang, Bara hanya membalasnya dengan senyuman.
Jack mengingat sesuatu ketika melihat Bara. "Mr.Arga ingin bertemu sama kamu Bara".
"Pulang kampus Bara langsung ke sana".
"Bara, gimana kabarnya cucu Eyang?". Tanya Eyang di sela sarapannya.
Bara tersenyum sambil menatap Eyang. "Sangat baik Eyang, Agatha membelikan sesuatu untuk Eyang".
"Sesuatu? Apa Bara?".
"Nanti Eyang tau sendiri, Agatha sendiri yang akan memberikannya sama Eyang". Eyang Tita hanya mengangguk.
Beda halnya dengan Vio yang seakan sangat malas jika mendengar perbincangan tentang Ara. Setelah Bara selesai sarapan, ia langsung pergi untuk menjemput Ara terlebih dahulu.
"Bi, Ara nanti pulangnya agak maleman ya soalnya Ara mau mampir ke rumah temen". Ara berdiri setelah selesai sarapan.
"Iyaa nak Ara, hati hati ya". Ara berjalan keluar untuk menunggu Bara, setelah berada di pinggir jalan rumahnya ada Bintang yang datang menghampiri Ara dengan menaiki motornya.
"Ara, lo udah sembuh??". Ucapnya turun dari motor dan membuka helmnya.
"Eh iyaa Bintang gue udah sehat lagi, lo mau berangkat??".
KAMU SEDANG MEMBACA
My Protective Boyfriend
Teen FictionUniversitas Internasional Lentera "Lo mahasiswa baru, kedepan!!!". Tunjuk salah satu panitia yang sedang mengadakan ospek. Wanita yang di tunjuk menoleh ke kanan dan kirinya. "Gue?". Tanya wanita tersebut. "Yaiyalah elo!!! Maju sini!!!". Wanita i...
