.
.
.
"Takdir mungkin yaa kak". Jawab Ara tersenyum.
"Bisa gak, gak usah sedeket itu sama Bara? Sadar diri dong lo cuma sepupunya bukan pacarnya".
Ara tersenyum miring menatap wanita didepannya ini. "Gue sepupunya, dan lo? Apa kabar?".
Wanita itu tertampar dengan ucapan Ara, wanita itu maju selangkah dari Ara lalu menyenggol lengan Ara hingga tubuh Ara tidak seimbang dan tercebur ke kolam renang.
Sontak semuanya kaget terutama Bara yang berjalan membawa dua minuman ditangannya langsung melepas minumannya dan berlari menyelamatkan Ara.
Bara menyebur ke kolam menggendong Ara yang terlihat kesusahan untuk bernafas. Terlihat api amarah di mata Bara saat menggendong Ara ala bridal style.
"Anjir Ara kok bisa nyebur ke kolam". Ucap Ray melihatnya.
"Ada yang gak beres nih". Lanjut Bastian.
Bara berhadapan dengan wanita yang sengaja membuat kekasihnya tercebur ke dalam kolam dan mempermalukan kekasihnya itu.
"Lo tunggu akibat dari ulah lo sendiri ini!!!". Tekan Bara menatap nyalang perempuan didepannya.
Bara membawa Ara pergi dari party tersebut dalam keadaan marah. "Heh!!! Lo apa apaan sih buat kekacauan disini!!!". Bentak Ray kepada cewek didepannya.
"Gue gak sengaja kok, dianya aja yang cari perhatian lo semua!!!". Jawabnya.
"Oktavia!!! Lo buat acara party gue berantakan!!! Lo kalo ada masalah sama Ara jangan dibawa ke sini anjng!!! Pergi lo!!!". Marah Ocha karna acaranya berantakan karna Okta.
Dengan malunya Okta keluar dari acara party itu. "Bisa bisanya.. Gak mikir apa dia!!".
"Udah Cha. Sabar, Okta juga temen lo kan". Sahut Ray yang memang benar Okta adalah teman Ocha.
"Diem lo Ray!!!".
Ray dan Bastian ikut pergi meninggalkan acara party nya Ocha.
••|••
"Sayang tahan yaa kita kerumah sakit".
"Nggak usah kak.. Gue mau pulang aja".
"Kita ke apartemen gue aja ya, lebih deket". Ucap Bara yang tidak dijawab oleh Ara karna mata Ara tertutup karna kedinginan dan syok.
Dengan begitu cepat Bara membawa mobilnya agar cepat sampai di apartemen nya. Benar saja dalam waktu lima belas menit Bara sampai.
Kini Bara menidurkan Ara di kasurnya. "Sayang ganti baju dulu yaa. Bisa gak?".
Ara tidak menjawab lagi, Bara bingung harus gimana. "Apa gue gantiin baju Ara kali ya, tapi gue harus merem". Batinnya.
"Gue pesen baju dulu buat Ara".
Bara memesannya lewat handphone tidak lama suara ketukan terdengar di balik pintu.
"Maaf tuan, ini pesanan anda". Ucap petugas apartemen tersebut.
Bara mengambilnya lalu langsung menutup kembali dan mengunci pintu apartemennya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Protective Boyfriend
Genç KurguUniversitas Internasional Lentera "Lo mahasiswa baru, kedepan!!!". Tunjuk salah satu panitia yang sedang mengadakan ospek. Wanita yang di tunjuk menoleh ke kanan dan kirinya. "Gue?". Tanya wanita tersebut. "Yaiyalah elo!!! Maju sini!!!". Wanita i...
