"Bibi buatkan salad kesukaan nak Ara, biar segera sehat kembali dan pulang ke rumah lagi". Bi Ira membawa salad yang di buatnya di rumah tadi.
"Makasih ya bi".
"Sama sama nak. Bibi suapin yaa". Ara hanya mengangguk dan menerima suapan dari bi Ira.
Saat Bara mengabarinya kalau Ara sudah sadar, bi Ira sangatlah senang hingga di pagi hari bi Ira langsung bergegas menyiapkan salad buah kesukaan Ara.
"Sudah cukup bi, Ara udah kenyang".
Bi Ira mengangguk menaruh mangkuk saladnya di atas nakas dan memberikan Ara minuman.
"Bisnis Ara gimana ya bi?".
"Nak Ara tenang saja, semuanya sudah di urus sama nak Tasha. Sedangkan SkyDrink kan ada mas Alden. Sekarang nak Ara harus fokus sembuhin diri dulu".
Ara mengangguk dan tersenyum, saat keduanya mengobrol ada seseorang yang masuk ke ruang rawat Ara membawa satu keranjang ditangannya yang berisi buah dan bunga.
"Bu Vio". Kata bi Ira setelah mengetahui ternyata Vio yang datang.
"Bi Ira, apa kabar bi? Sudah lama sekali kita gak ketemu ya". Ucap Vio menyapa bi Ira.
"Alhamdulillah baik bu, bu Vio sendiri bagaimana? Sehat?".
Vio hanya mengangguk lalu melihat Ara. "Ara, gimana sekarang? Udah lebih baik?".
Ara tersenyum. "Baik tante, tante juga baik kan?".
"Sangat baik. Ini saya bawakan kamu buah serta bunga tadi saya mampir di toko depan". Vio memberinya kepada bi Ira.
"Trimakasih tante, maaf ngerepotin. Seharusnya tante gak usah repot repot".
"Tidak masalah lagian gak mahal kok".
"Ohiya kamu kenapa bisa kecelakaan? Pasti ada orang yang dendam sama kamu ya?Makanya dia nabrak kamu". Ujar Vio membuat bi Ira menggelengkan kepalanya.
"Saya juga gak tau tante, mungkin orang itu gak sengaja nabrak saya dan lari karna ketakutan".
"Gak mungkin gak sengaja, kamu punya musuh ya?".
"Maaf bu Vio, nak Ara sangat baik dalam segala hal jadi tidak mungkin nak Ara mempunyai musuh". Sahut bi Ira karna tau Ara pasti bingung dengan ucapan Vio.
"Oohh yaaa?? Sekarang bibi udah pinter ngomong yaa bi. Padahal dia baru setahun loh kenal sama bibi".
"Nak Ara sudah bibi anggap seperti anak sendiri, jadi bibi cukup tau tentang nak Ara meskipun masih satu tahun tinggal sama nak Ara".
"Maaf tante, saya tidak merasa punya musuh dalam lingkungan saya. Saya menganggap kecelakaan ini hanya kebetulan aja dan udah takdir jadi saya tidak mempermasalahkan siapa yang telah menabrak saya itu". Ujar Ara memberikan penjelasan.
"Permisi.. saya harus mengecek keadaan nona Ara". Suster datang di waktu yang tepat.
••|••
"Gue mau ngasih tugas dulu ke Mr.Daniel karna besok dia udah balik ke Inggris. Lo semua udah?".
"Udah barusan gue ke sana, lo juga jangan lupa menghadap ke pak Jerry tentang Ara". Kata Bastian.
"Iya nanti gue langsung ke pak Jerry. Yaudah gue duluan Bas". Bara berjalan menuju ruang dosen sedangkan Bastian masuk ke kelas.
Hari hari Bara terus berjalan tanpa absen dari kampusnya, karna meskipun Bara tidak hadir secara langsung ke kampus Bara juga masih bisa hadir secara virtual melalui dosennya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Protective Boyfriend
Teen FictionUniversitas Internasional Lentera "Lo mahasiswa baru, kedepan!!!". Tunjuk salah satu panitia yang sedang mengadakan ospek. Wanita yang di tunjuk menoleh ke kanan dan kirinya. "Gue?". Tanya wanita tersebut. "Yaiyalah elo!!! Maju sini!!!". Wanita i...
