"Sayang, maaf ya tadi Mama aku...".
"Udahh... Aku gaa papa kak Bara". Potong Ara tersenyum kepada Bara.
Bara menggelengkan kepalanya tidak menyangka Mamanya bisa berucap seperti itu kepada kekasihnya.
Ddrrttt... Drrtttt....
"Iyaa Alden knapa?". Ucap Ara mengangkat telfonnya yang dari Alden.
"Caca hari ini udah masuk Ra".
"Oohh okee sekarang gue kesana ya Al".
"Okeee Ra hati hati".
Ttuut.....
"Siapa sayang?". Tanya Bara.
"Alden kak, kita ke SkyDrink dulu ya kak aku mau ketemu sama Caca".
"Caca yang katanya udah dua hari gak masuk?".
"Iyaaa hari ini dia udah masuk kata Alden". Tutur Ara yang diangguki Bara.
Hanya sekitar 10 menit mereka sudah sampai di Sky Drink. Keduanya memasuki SkyDrink dan bertemu dengan Alden.
"Alden, tolong suruh Caca menghadap gue di ruangan yaa".
"Okee siap Ra, ntar gue bilangin ke Caca".
Ara dan Bara masuk ke dalam ruangannya Ara di sana. Bara duduk di sofa panjang sedangkan Ara di meja kerjanya.
|Private Room Ara|
Ara menghidupkan komputernya untuk mengecek sesuatu. Bara tersenyum melihat kekasihnya.
"Nyonya Agatha Barack". Ujar Bara. Ara pun menoleh ke arah Bara.
"Kak Bara... Jangan gitu iih".
Bara berdiri mendekati Ara begitupun Ara yang menatap Bara.
"Eemmmhhh". Bara menciumi bibir kekasihnya lembut dengan posisi Ara yang masih duduk di kursi kerjanya dan Bara berdiri.
Tokk... tokk...
Suara pintu membuat keduanya berhenti bercumbu. "Ganggu aja". Gumam Bara kesal kembali duduk di sofa.
Ara yang melihatnya hanya tersenyum. "Iyaa masuk!!!". Kata Ara.
Caca pun masuk. "Iyaa Ra, lo manggil gue?". Ucap Caca berdiri.
"Iyaa Ca, silakan duduk". Caca duduk berhadapan dengan Ara.
"Caca, gue langsung to the point aja yaa. Gue denger lo udah dua hari gak masuk yaa?".
Caca diam sejenak. "Iyaa, gue ada keperluan penting".
"Kalo emang ada keperluan seharusnya lo ijin dulu sama Alden Ca, biar Alden tau".
Caca hanya mengangguk. "Are you okay Caca?". Ujar Ara karna melihat Caca sedikit pucat.
"Gue baik baik aja kok. Gue lain kali akan ijin ke Alden".
Ara tersenyum menatap Caca. "Lo udah setahun kerja sama gue Ca, lo kalo ada apa apa jangan sungkan hubungi gue. Selagi gue bisa bantu, maka gue akan bantuin lo Ca".
Caca ikut tersenyum dan mengangguk mendengar ucapan Ara. "Thanks Ra, lo tenang aja".
"Iyaa udah lo boleh lanjut kerja lagi. Makasih yaa Caca". Caca pun keluar dari ruangan Ara.
"Tunggu yaa kak aku ngecek email dulu bentar".
Bara hanya mengangguk sambil memanyunkan bibirnya. Bara juga mengecek handphonenya ada beberapa email yang masuk.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Protective Boyfriend
Teen FictionUniversitas Internasional Lentera "Lo mahasiswa baru, kedepan!!!". Tunjuk salah satu panitia yang sedang mengadakan ospek. Wanita yang di tunjuk menoleh ke kanan dan kirinya. "Gue?". Tanya wanita tersebut. "Yaiyalah elo!!! Maju sini!!!". Wanita i...
