29. Kebakaran

1.8K 31 3
                                        

"Nanti gue akan kirim filenya ke lo, flashdisk gue ketinggalan di apartemen soalnya". Bara menutup laptopnya.

"Okee Bara. Ohiya gue boleh nanya sesuatu gak??". Bara hanya mengangguk.

"Lo bener bener serius gak sama Ara?".

"Serius. Knapa Cha?".

Wajah Ocha berubah seakan menahan kesedihannya. "Gak papa kok, gue cuma iri aja sama Ara. Pasti Ara beruntung bisa sama lo".

"Gue yang beruntung punya Ara, dan lo.. Lo tenang aja Cha pasti nanti akan ada orang yang sayang banget sama lo".

Ocha mengangguk dan tersenyum. "Smoga orang itu lo ya". Bara mengerutkan keningnya. "Maksud lo?".

"Eh nggak kok.. Maksud gue smoga orang itu kayak lo.. yang sayang banget sama Ara". Kikuk Ocha padahal ucapan Ocha tadi memang benar adanya.

"Ooh iya udah gue ke pacar gue ya Cha". Bara pamit untuk ke meja Ara.

"My baby girl". Bara mencium kening Ara yang sudah selesai memakan baksonya.

"Yaelah kebiasaan banget di depan jomblo". Cicit Ray melihat keduanya..

"Makanya lo pacaran tuh sama Ocha". Jawab Bastian sambil berdiri.

"Gila apa gue pacaran sama Ocha, kek gak ada cewek lain aja!!".

"Ohiya kak Bar, aku pulang ngampus mau ke rumahnya Caca sama Alden".

Bastian yang mendengarnya kembali duduk. "Kok duduk lagi sih lo, katanya mau ke bu Dian".

"Tar lagi aja". Singkatnya menjawab Ray.

"Ngapain ke rumah Caca??".

"Gak ada sih, cuma main main doang".

"Yaudah nanti aku anter, abis itu aku mau ketemu sama Mr. Arga dan setelah kamu mau pulang telfon aku lagi. Oke?". Bara memang cowok idaman banget kan.

Ara mengangguk sambil tersenyum. "Gue perlu ikut gak Bar ketemu Mr. Arga?". Tanya Bastian.

"Gak usah, gak penting lo".

"Yeee.. Si paling penting emang".

"Yaudah yuk kelas, aku anter". Bara menggenggam tangan kanan Ara dan meninggalkan kantin.

"Mereka emang couple goals sih". Cicit Bastian melihat Bara dan Ara pergi.

"Makanya lo stop mainin cewek kalo lo mau jadi couple goals kayak mereka". Lagi lagi Ray mengingatkan sahabatnya yang playboy itu.

"Iyaa iya nanti setelah gue nemu cewek yang gue mau".

Memang benar kan pada dasarnya cowok akan berhenti mencari setelah menemukan wanita impiannya. Tapi kapan???

"KEBAKARAN!!!! KEBAKARAN!!!!!".

"TOLONG!!!!"

"TOLONG KEBAKARAN!!!!".

Bi Ira syok dan panik saat melihat rumah didepannya sudah di selimuti dengan api, sepertinya sudah cukup lama api itu membakar rumah yang lumayan besar itu.

"Nak Ara angkat telfon bibi nak!!!". Bi Ira mencoba berkali kali menelfon Ara tapi tidak ada jawaban.

Warga sekitar berusaha memadamkan api dengan alat seadanya sembari menunggu mobil pemadam kebakaran datang. Rumah Ara kebakaran, entah apa penyebabnya sampai api itu membakar habis rumah Ara untungnya jarak rumah Ara dengan rumah lainnya masih lumayan jauh.

"Nak Bara!! Hallo nak Bara, rumah nak Ara kebakaran!!!".

".......".

"Bibi juga tidak tau nak!! Bibi baru datang belanja keperluan dapur dan rumah sudah terbakar".

My Protective BoyfriendCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang