Chapt 2 Lost

180 8 4
                                    

Tepat dua minggu Jiyeon berada di Seoul

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tepat dua minggu Jiyeon berada di Seoul. Dan sampai saat ini tak ada yang ia kerjakan sama sekali.
Hari - harinya full berdiam diri dirumah, mengerjakan pekerjaan rumah seperti membersihkan rumah, memasak, cuci baju, dan mengurus beberapa tanaman kesayangaan Jihoon.
Fyi, Jihoon memiliki hobby mengoleksi tanaman hias lhoh. Katanya merawat tanaman membuat hatinya tenang dan menghilangkan penatnya. Selembut itukah seorang Park Jihoon? Jawabannya IYA. Meskipun terbilang orang yang tegas tapi percayalah hatinya sangat lembut kepada siapapun terlebih orang yang disayanginya.

Sungguh damai sekali room chatt mereka

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sungguh damai sekali room chatt mereka.
Setelah memastikan kepulangan sang kakak berakhirlah Jiyeon disini sekarang.
Duduk bersantai dibalkon kamarnya dengan secangkir coklat panas dan dua potong cinnamon toast sebagai camilan sekaligus makan malam.

Netra kembarnya beredar mengamati lingkungan sekitar. Menikmati suasana senja saat ini.

"Pinter juga si panjul cari tempat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Pinter juga si panjul cari tempat. Tenang banget.." Gumamnya sambil sesekali memasukan camilan ke mulutnya.

"Pantesan aja ini rumag kaya ga pernah dihuni. Kalo g ada gue mungkin Kak Jihoon bisa ga pulang kalo udah hectic sama kerjaanya." Lanjutnya menemukan jawaban atas kecurigaannya beberapa waktu lalu.

Drrt ddrrtt
Ponsel Jiyeon menampilkan bergetar seseorang diseberang sana menghubunginya.

"Moshi moshi..."
"..."
"Hmm?"
"..."
"Honkidesu ka?"
"..."
"Hmm."
"..."

BulletStepTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang