Surveillez votre étape pour survivre...
Akhirnya aku tahu makhluk yg menakutkan sebenarnya adalah manusia.
Ambisi, Obsesi, Ego, Emosi, Harga Diri
Membuat mereka melakukan berbagai cara untuk sekedar mempertahankan Gengsi,
Memainkan drama dengan tope...
"Hi, see you again sweetie" Gadis itu, Park Jiyeon mengusap lembut surai hitam milik pemuda yang kini tengah tertidur pulas terbalut selimut warna biru muda favoritnya.
'Lucu, sedikitlagi ya. Guejanjibakalbawa lo balik.' Bisiknya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jiyeon kembali duduk di sofa ruang tengah dengan ponsel yang masih tergenggam ditangan kirinya.
"Someone is coming" Ucap seorang suster yang baru saja datang membawa seorang pria dengan pakaian cassual dan sendal slop bermotif ayam kuning.
Setelahnya suster tersebut pergi, menyisakan mereka berdua.
"Bisa ga si anjir kalo dateng ga dadakan udah kaya jalangkung." Omel pemuda itu.
Jiyeon menunjuk sofa diseberangnya menggunakan dagunya mengisyaratkan pemuda itu untuk segera duduk.
"Kim Doyoung?" Tanya Jiyeon setelah mereka berhadapan. Pemuda itu hanya memberikan kode 'Okay' dengan jarinya.
Jiyeon meluncurkan ponselnya yang sukses ditangkap oleh pemuda tersebut. Dengan malas ia membuka ponsel Jiyeon.
Detik selanjutnya. Matanya membulat sempurna saat benda itu menampilkan sebuah rekaman video.
"What's going on?!" Pekiknya tertahan. "Gimana? masih mau balik ke Korea?" Tanya Jiyeon enteng. Yang ditanya hanya mencebikan bibir kesal .
"Jihoonie?" Tanya pemuda itu tiba tiba mengingat seseorang. "Aman, selama ga pulang dulu." Katanya. "Gue yakin kalo mereka bakal dateng dalam waktu dekat ini." Lanjut Jiyeon.
"Gue ada tugas baru buat lo." Si pemuda hanya menghela nafas jengah atas kalimat Jiyeon barusan.
"Lo ga mau tumbalin gue kan?" Tanya pemuda itu setelah mendengar penuturan dari Jiyeon.
"Ya ga lah. Kita berangkat besok subuh." Kata Jiyeon asal ,sedangkan jam telah menunjukan pukul 01:30 waktu setempat.
"Jihoon kelewat polos buat punya adik semanipulatif lo." Cibir pemuda.
🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋
Jihoon terbaring dikamarnya, ya masih di tempat yang ia sebut dengan basecamp. Matanya tak kunjung terpejam, pikirannya melayang, otaknya penuh akan semua rentetan peristiwa hari ini. Ia mendudukan dirinya mengacak rambut frustasi.
"Tunggu.." Matanya memicing. "Berita Papa mama, penembakan paman, rumah tiba - tiba diserang, Jiyeon yang tiba - tiba berangkat ke Sydney. Aneh banget kaya udwah di rencanain." Gumamnya.
"Besok Om Jungmin dateng pun katanya ga bole jemput. Anak ini ga lagi main film film an kan? Jangan aneh aneh please." Ucap Jihoon putus asa.
Sebenarnya Jihoon ingin sekali menemui Jungmin sekedar memastikan bahwa itu benar Jungmin atau bukan. (Menurut lo aja sihJiii.)