Hidup selama 26 tahun sebagai seorang anak yang penurut, Nana hanya minta 30 hari dari hidupnya untuk menjadi dirinya sendiri dan melakukan apapun yang dia inginkan sebelum akhirnya dia menikah
Apakah yang akan terjadi setelah 30 hari dia menjadi di...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Terimakasih sudah voment dichapter sebelumnya Maaf kalau ada typo
Happy reading
.
.
.
"Wahh ternyata sebagus ini" puji Nana yang terkejut melihat resort yang ia tempati malam tadi. Semalam dia tidak tau kalau tempatnya akan seindah itu karena ia datang dan masuk kamar kondisi sudah gelap dan saat terang semua terlihat indah
Hamparan rumput berada di halaman kamarnya, berjarak sekitar 200 meter di depannya ada sebuah aliran air yang begitu deras, ia baru tau kalau tempatnya menginap ada di dekat muara sungai, semalam Jeno tidak berkata apa apa
Saat ia menoleh kebelakang tampak kamar tempatnya tidur semalam juga terlihat sangat indah, pintunya terbuat dari kaca, genting depannya terbuat dari jerami, benar benar terasa aroma pedesaannya
Dan saat menoleh kesamping ada wajah tampan Jeno yang di terpa sinar matahari pagi "bisa tidak kita menginap disini sehari lagi?" pintanya dengan sedikit memohon menampilkan wajah memelas "aku baru tau kalau akan seindah ini, nanti setelah kita pergi ke tempat wisata kita kembali kemari lagi ya ya ya ya"
"Tapi aku hanya mereservasi untuk semalam saja"
"Ayolaah.. tambah satu malam lagi"
"Nanti kita tanyakan ke loby ada tidak kamar untuk nanti malam"
"Assaaa" Jeno terkekeh melihat tingkah Nana yang seperti anak kecil diberi eskrim "hari ini kita mau kemana?"
"Tanah lot"
"Ada apa disana?"
"Ada pura diatas batu karang dan tebing"
"Kau bilang wanita yang sedang em datang bulan tidak boleh ke pura"
"Siapa yang mengajakmu ke pura? Kita hanya akan bermain di pantai dan batu karang"
"Oh"
"Spot foto disana sangat bagus, apalagi saat sunset"
"Lalu kenapa kita kesana pagi hari?"
"Rencananya aku akan mengajakmu menikmati sunset di Legian, lalu malamnya kau bisa kembali ke Jimbaran tapi karena kau ingin kembali menginap disini jadi kita akan rubah sedikit rencananya"
"Oke, rubah rencananya saja. Malam ini kita menginap disini lagi" ujar Nana
Selepas sarapan pagi, mereka berdua berjalan menuju loby untuk menanyakan reservasi untuk nanti malam, mereka belum berkemas siapa tau Nana bisa menempati kamar yang sama untuk nanti malam. Di tengah tengah berjalanan mereka ke loby