Hidup selama 26 tahun sebagai seorang anak yang penurut, Nana hanya minta 30 hari dari hidupnya untuk menjadi dirinya sendiri dan melakukan apapun yang dia inginkan sebelum akhirnya dia menikah
Apakah yang akan terjadi setelah 30 hari dia menjadi di...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Terimakasih sudah voment dichapter sebelumnya
CILUK BAAAA 😜😜😜 Hhmmm ngga usah ribut, aku kasih dobel up biar bisa tidur semua
Rencananya chapter ini mau aku gabungin sama endingnya lah kok ternyata puanjang banget lebih dari 5000 word, dibagi dua ajalah biar lebih banyak chapternya sama votenya🤣🤣😭 Maaf kalau typo
Happy reading
.
.
.
"Jawab teleponmu Jeno! Telingaku sudah lelah mendengar bunyi ponselmu seharian. Lagi pula kenapa kau meninggalkan ponselmu dirumah!" gerutu Renjun saat Jeno sampai dirumah setelah seharian melakukan tugasnya mengantar tamunya
"Tidak sengaja tertinggal bukan aku tinggalkan!"
Jeno mengambil benda pipih itu dari atas meja dan melihat notifikasi dilayar persegi panjang itu begitu banyak pesan dan panggilan masuk ke ponselnya bahkan ada sebuah nomer tak dikenal yang juga memanggilnya cukup banyak siang tadi
Ia berdecak saat melihat nomer ponsel kakak iparnya kembali terlihat di layar ponselnya, ia pun dengan malas menjawab panggilan dari kakak iparnya yang ia tau pasti akan membicarakan tentang wanita yang ingin Jeno lupakan kehadirannya
Ia sedikit tidak tega saat mendengar kakak iparnya memohon padanya jadi ia biarkan wanita itu bicara apa yang dia ingin bicarakan dan menjawabnya dengan ketus karena emosinya terpancing
Sebuah teriakan dari kakak iparnya membuat mulutnya yang masih ingin bicara terdiam dan membeku, lalu selanjutnya ia mendengar pembicaraan Mark dan Haechan tentang apa yang selama ini terjadi pada Nana setelah kembali dari Bali, mungkin kedua orang itu tidak tau kalau telepon mereka masih tersambung
Ia juga mendengar kakak iparnya yang menangis setelah mengeluarkan semua isi pikirannya yang ingin dia sampaikan pada Jeno tapi sepertinya Mark sudah merampas ponsel yang di pakai oleh Haechan
Cukup lama Jeno terdiam dengan ponsel yang masih menempel ditelinganya, ia cukup terkejut dengan fakta yang ia dengar baru saja benar benar jauh berbeda dengan apa yang selama ini dia pikirkan tentang Nana
Ia menutup matanya lalu mematikan sambungan telepon itu karena yang terdengar disana hanya tinggal isakan tangis Haechan dan suara Mark yang terus menenangkan istrinya
"Yyaa Lee Jeno ada apa denganmu!" seru Renjun yang khawatir dengan Jeno yang tiba tiba terdiam membeku dengan pandangan kosong