Prolog

1.1K 38 0
                                        

_____________.........................___________

Hujan disertai petir disiang hari ini menandakan jika hari sedang tidak baik baik saja. Sama hal nya dengan sosok anak perempuan yang sedang berjongkok dengan badan bergetar hebat menandakan jika ia sedang ketakutan dibawah pohon besar di dekat halte bus yang tak jauh dari situ.

Parviaz Victoria Bellona nama anak yang sedang merasakan ketakutan itu. Tak berapa lama Viaz tidak merasakan rintik hujan mengenai kulit nya .

Ia berharap hujan itu telah usai. Tetapi saat menolehkan kepala nya keatas dia tertegun sesaat. Rambut hitam legam, mata bulat bersih, hidung mancung, bibir mungil, pipi chubby dan jangan lupakan sebatang permen didalam mulut gadis kecil tersebut.
Lamunan nya buyar saat gadis kecil itu bersuara untuk menanyakan kan sesuatu kepada nya.

"Hai, kenapa disini? Kenapa hujan hujanan si? Liat jadi basah kan?!" gadis itu melotot kan mata nya dengan garang, berharap viaz takut kepada nya akan tetapi seperti nya itu berbeda dimata viaz sendiri.

Satu kata untuk gadis didepan nya ini
"Cerewet" itu yang mendeskripsikan tingkah gadis didepan nya ini.

"Ishh kamu denger aku gak si? Ayo bangun, kok malah ngelamun nanti kamu sakit tau" tangan kecil dan lembut itu menjulur ke arah viaz. Selang beberapa detik Viaz baru menyadari nya buru buru dia meraih tangan mungil itu dan mengikuti langkah nya. Dan jangan lupakan payung gambar hello kitty yang berada di atas kepala Viaz dan gadis kecil itu.

Ternyata gadis kecil itu membawa nya ke halte bus dekat pohon tadi. Viaz memperhatikan setiap gerakan gadis disamping nya ini. Hening itu yang Viaz rasakan untuk beberapa menit ini. Dia ingin menanyakan tentang gadis di samping nya tapi gengsi nya lebih tinggi dari pada logika nya.

Untuk beberapa detik kemudian Viaz bisa mendengarkan suara mengemaskan itu lagi.
"Dingin, mau pulang. Kakak gak kedinginan?" Tanya nya sambil menoleh ke arah Viaz.

Viaz bingung ingin merespon bagaimana, akhirnya Viaz hanya menggelengkan kepalanya
"Um, oh iya kita belum kenalan kan? Kenalin nama aku Gumi lebih tepat nya Megumi Fayola Auristela. Kalau kakak namanya siapa?" Ujar gadis yang disebelah Viaz tersebut .

"Viaz" Gumi mengerut kan alis nya apakah nama orang didepan nya ini hanya itu? Jika itu benar maka sangat lucu sekali.
"Itu aja?"
"Ck, Parviaz Victoria Bellona"
Gumi menganggukkan kepala nya sampai pipi chubby nya ikut bergoyang. Viaz yang melihat itu mengigit pipi bagian dalam nya untuk menyalur kan kegemasaan nya.

Tak berselang lama hujan mulai mereda. Viaz menolehkan kepala nya ke gadis yang bernama Gumi tersebut. Dia bisa melihat jika gadis disamping nya ini menggerutu dengan bibir yg mengerucut "lucu" batin Viaz.

Tak berselang lama Viaz mendengarkan suara seseorang yang memanggil nama gadis kecil itu.
"GUMII !!" Sontak itu membuat kedua gadis yang berada di halte tersebut menoleh mencari sumber suara.

"KAKAK, Gumi disini" Gumi melambaikan tangan nya kepada remaja itu. Viaz bisa melihat jika remaja itu berlari mendekati halte dan melewati dirinya lalu memeluk sosok gadis yang ada bersama nya.

Entah mengapa Viaz merasa panas melihat itu seakan akan hati nya mengatakan jika dia cemburu tapi itu semua harus Viaz buang jauh jauh dari pikiran nya.

Viaz melihat reaksi gadis kecil yang bernama Gumi itu tersenyum cerah kearah remaja tersebut ada getaran aneh di hati nya tapi dia berusaha abaikan itu.

"Ayo pulang, ayah pasti udah nungguin" ucap remaja itu kepada Gumi.
"Bentar ya kak, Gumi mau pamitan sama kakak itu dulu" izin Gumi kepada remaja itu.

Viaz melihat Gumi mendekat pun hanya mampu menatap nya .
"Gumi pulang dulu ya kak" Viaz merasa tak rela jika ditinggal kan.

Hingga kata kata setelah nya membuat Viaz merasakan malu luar biasa
"Want to be friends?" Gumi memiringkan kepala nya lucu.

"Kakak mau berteman dengan Gumi ?" Jawab nya antusias. Gumi berpikir jika gadis yang ada di hadapan nya ini terlihat misterius tanpa banyak bicara. Lalu tiba tiba ia ingin berteman dengan nya, bukan kah itu terdengar aneh ?!.

Kembali ke tokoh utama kita. Viaz hanya mampu menganggukkan samar kepala nya.

Bisa Gumi lihat jika wajah sampai ke telinga Viaz terlihat memerah. Gumi menganggukkan kepala nya.
"Oke, teman ya?" Ucap Gumi, sambil menjulurkan tangannya.

Viaz yang melihat itu tersenyum samar, dan menerima uluran tangan itu lalu menggenggam nya erat.
"Teman"
____________...........................___________

Luka tidak memiliki suara
Sebab air mata jatuh tanpa bicara

HAPPY READING GUYS!!..😄

ASMARALOKATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang