_______________............______________
Pagi ini Gumi dibuat gugup, pasal ya hari ini ia sudah mulai memasuki sekolah baru nya.
Perkataan Ravi kemarin membuat ia gelisah, pikiran negatif langsung memasuki otak kecil nya.
Apakah ia bisa hidup dengan tenang selama sekolah disana, Gumi mencoba menenangkan diri nya. Lalu ia menuruni tangga, ia bisa melihat kakak nya dan Sagam sudah duduk dimeja makan.
"Selamat pagi ayah, kakak." Gumi berjalan mendekati Sagam lalu mencium pipi Sagam dengan singkat.
"Ini gue gak dapet morning kiss juga gitu?." Ravi mengerutkan kening nya saat Gumi melewati nya begitu saja.
"Ngga ah, kakak bau. Belum mandi." Ucap Gumi dengan cengengesan.
"Buta mata lo, dari ujung kaki sampe ujung rambut udah ganteng gini lo bilang belum mandi." Ravi mendelik, enak saja adik nya ini berbicara.
"Berhenti berdebat, makan lah dengan tenang." Sagam mengintrupsi anak anak nya untuk tenang.
Selebih nya hanya suara dentingan sendok dan keheningan.
~
"Mau ayah antar sweetie?." Sagam membuka obrolan.
Gumi menatap Sagam sebentar, lalu ia menunduk sambil memelintir ujung seragam nya
"Gumi takut." Cicit Gumi
Sagam mengerutkan dahi nya bingung. Sebenar nya, apa yang putri nya itu takut kan.
"Gumi takut mereka semua gak suka sama Gumi, kalo misalkan Gumi kenap-
"Sttt, berhenti berfikir yang tidak tidak. Ayah akan memantau putri kecil ayah ini dari jauh." Sagam memotong perkataan Gumi seraya mengelus rambut Gumi dengan sayang, lalu mencium kening nya lama.
"Father who will guarantee your own safety dear." Tangan Sagam terulur untung mengelus pipi gembul Gumi dengan lembut.
Gumi yang mendengar ucapan ayah nya sontak tersenyum, gigi rapi Gumi terlihat saat tersenyum lebar.
"Terimakasih ayah, sudah mau menjaga Gumi. Gumi beruntung memiliki ayah."
Sagam tersenyum, lalu mendekap putri nya erat.
"Itu sudah menjadi tugas ayah sweetie, tumbuhlah dengan benar untuk ayah dan bunda mu." Sagam berucap seraya melepaskan pelukan singkat itu. Lalu ia menepuk kepala Gumi pelan.
"Pergilah, nanti kamu bisa terlambat."
Gumi mengangguk, lalu berjinjit
Ia mencium pipi kanan dan kiri Sagam dengan lama. Lalu melangkah menjauhi Sagam. Seraya melambai kearah Sagam.
"Cepetan kek, lumutan ni kaki gue nunguin Lo." Ravi berujar seraya berdecak. Lalu membuka kan pintu mobil untuk adik nya itu. Tangan nya berada di atas pintu mobil, jaga jaga jika kepala adik nya terkena pintu mobil. Setelah memastikan adik nya duduk dengan nyaman, lalu ia berbalik arah.
Sebelum ia measuki mobil, ia bisa melihat ayah nya menatap dirinya dengan tegas. Seolah olah mengatakan sesuatu lewat tatapan mata itu.
Ravi tersenyum tipis, lalu mengangguk. Ia memutari mobil. Setelah ia memasuki mobil ia menyalakan kan mesin mobil dan menjalan kan mobil itu dengan kecepatan sedang.
Sagam yang melihat itu tersenyum tipis, lalu memasuki mobil pribadi nya. Dan pergi untuk bekerja.
Saat ini Gumi sedang memperhatikan setiap gedung tinggi itu dengan gelisah.
Ravi yang menyadari itu sontak menatap adik nya, lalu menghela nafas.
"Gak usah dipikirin, soal ucapan gue kemarin. Itu cuman candaan gue aja." Ravi melirik adik nya, ia bisa melihat jika Gumi menghela nafas. Lalu Ravi mengacak acak rambut adik nya dengan gemas.
KAMU SEDANG MEMBACA
ASMARALOKA
Novela JuvenilBagaimana jadi nya jika jatuh cinta dengan teman kita waktu masa kecil dulu? Ya begitulah yang di rasa kan oleh Viaz, dia jatuh cinta pada teman masa kecil nya dulu yaitu Gumi Setelah lama berpisah akhirnya dia tidak sengaja kembali bertemu dengan...
