0.0

603 30 0
                                        

______________....................____________

Teriakan dari ibu rumah tangga itu menjadi sambutan pertama untuk keluarga nya . Dyra, mama Viaz berniat membangunkan anak gadis nya itu tapi saat melihat Viaz meringkuk diatas ranjang membuat Dyra bingung.

Apakah anak nya ini tidak ingat, jika hari ini harus sekolah. Dyra berjalan mendekati Viaz, melihat putri nya yang menggigil membuat Dyra panik.

Dyra lalu menempelkan tangan nya ke kening Viaz, rasa panas menjalar ke tangan Dyra.
 
"Astaga panas banget. Kan udah berapa kali mama bilang jangan hujan hujan an Viaz. Bandel banget si jadi anak" Viaz hanya mampu memutar bola mata nya jengah.

Kapan mama nya ini akan berhenti mengomel. Viaz hanya ingin beristirahat dengan damai dan tenang tanpa gangguan.

"Mama mau nyiapin bubur buat kamu dulu, hari ini kamu istirahat dulu aja ya?"
Viaz hanya bisa menganggukkan kepala nya lemah, badan nya terasa lemas sekarang.

Setelah mama nya keluar kamar, Viaz memejamkan mata nya. Tapi baru beberapa detik wajah gadis yang kemarin melintas di pikiran nya. Sial kenapa Viaz bisa terbayang bayang dengan gadis yang bernama Gumi itu.

"Ck, keluar ke dari pikiran gue. Gue mau istirahat anjir" gumam Viaz sambil mengacak acak rambut nya.
"Kaa vi~ loh ko masih tiduran si?"

Tara Avisha Xaveri, dia adalah adik kandung dari Viaz. Jika viaz adalah orang yang acuh tak acuh dengan sekitar, dingin dengan orang lain, dan irit bicara.

Barbeda dengan Tara dia berbanding terbalik dengan Viaz, ada saja kelakuan Tara yang membuat orang lain mengelus dada.

"Ck, berisik. Keluar sono" Viaz terang terang mengusir adik nya .
"Kok gitu sih?" Tara merespon ucapan kakak nya dengan sewot.

  " Kak, badan kakak kok panas banget sih. Ini pasti gara gara nerobos hujan kemarin kan. Rasain siapa suruh nakal, sekarang jadi sakit kan"
  Tara kesal dengan Viaz, kapan mau menuruti perkataan mama mereka untuk tidak hujan hujanan.
 
  Pintu terbuka memperlihatkan Dyra dan Andres memasuki kamar.
  "Bangun dulu, dimakan bubur nya biar ke isi perut kamu. Habis itu minum obat" ucap Dyra lalu menyodorkan sendok yang berisikan bubur ke arah viaz.
 
Viaz menggelengkan kepala, sambil menutup mulut mengunakan tangan nya.
"Gak enak, Viaz mau istirahat aja ma"
Dyra melotot garang lalu meletakan sendok berisi bubur itu kedalam mangkuk lagi.

"Biar kamu cepet sembuh Viaz, suka banget deh sama sakit" .
Andres terkekeh melihat tingkah istri dan anak nya

"Di isi dulu perut nya, seenggak nya sedikit biar kamu cepet sembuh"
Andres mengelus kepala anak sulung nya dengan telaten, Dyra yang melihat itu bersedekap dada.

"Di makan dulu bubur nya, mama mau nyiapin sarapan buat papa sama adek kamu juga. Ayo buka mulut nya" dengan terpaksa Viaz membuka mulut, lalu memakan bubur itu tanpa minat.

Selang beberapa menit bubur itu habis. Setelah itu viaz merebahkan tubuh nya bebarengan dengan keluar nya dyra dari kamar nya.

~
Taman komplek. Di sini lah sekarang Viaz berada, setelah dia mengendap endap. Guna melarikan diri dari rumah tentu nya.

Sebut saja viaz ini anak nakal, sudah tau masih sakit. Tapi dia malah keluar dari rumah dan berjalan jalan seperti sekarang ini.

"Menyegarkan" itu yang Viaz rasa kan.

Di tempat yang sama, Gumi saat ini sedang berkeliling taman. Dia merasa bosan berada di rumah. Mata bulat nya tidak sengaja melihat objek yang menurut nya familiar.

Gumi mencoba mengingat ingat nya, dan ternyata dia adalah perempuan yang kemarin ingin berteman dengan nya.

Lalu Gumi mencoba mendekati sosok Viaz dari belakang, berniat mengejutkan nya. Tapi niat nya tidak berjalan sempurna.

ASMARALOKATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang