______________................._____________
Bulu mata lentik yang menghiasi mata bulat itu bergetar, perlahan mata itu terbuka. Gumi mencoba menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam retina mata nya.
Otak nya merasa ngelag sekarang, setelah mengumpul kan nyawa nya. Gumi baru menyadari satu hal, jika sekarang ia masih berada di kamar Viaz. Gumi menoleh ke arah kanan, hal yang pertama Gumi lihat adalah alis tebal, bulu mata lentik, hidung mancung, serta bibir yang tercetak indah dan jangan lupakan rahang tegas nya. Sungguh ciptaan Tuhan yang sempurna, Gumi di buat kagum sesaat dengan Viaz.
Gumi menggelengkan kepala nya, menghilangkan pikiran yang tidak tidak. Gumi bangun dari tidur nya, melihat ke arah jendela. Ternyata awan mulai berwarna jingga, menandakan jika hari mulai sore.
Gumi jadi panik sekarang, takut ayah dan kakak nya mencari dirinya. Gumi ragu ingin membangun kan viaz, apa lagi Viaz terlihat tidur dengan pulas. Setelah meyakinkan dirinya, Gumi mencoba mencolek lengan Viaz
Berharap Viaz bangun, tapi seperti nya itu tidak mempan. Bukti nya viaz masih tertidur.
Gumi mencoba menggoyang kan lengan Viaz perlahan. Viaz yang merasa terganggu mengubah posisi tidur nya, Gumi cemberut.
Viaz ini tipe orang yang tidak mudah di bangun kan, pikir Gumi.
Gumi tidak menyerah, sekarang ia menepuk pundak viaz. Pukulan ini seperti nya mampu membuat Viaz terbangun. Viaz melihat sekeliling, mata nya tertuju ke Gumi.
Gumi yang melihat itu tersenyum, karena berhasil membangun kan Viaz.
"Kakak, ayo anterin gumi pulang. Ini udah sore, nanti ayah sama kak Ravi nyariin" Viaz yang masih dalam mode ngebug hanya terdiam. Gumi yang merasa kesal, lalu memukul lengan Viaz kuat kuat.
"Sakit bangsat!" Viaz bangun dari tidur nya lalu reflek membentak Gumi, setelah hening beberapa saat mata Gumi mulai berkaca kaca, seumur umur ia tidak pernah mendapat kan bentakan dari ayah maupun kakak nya. Saat viaz membentak nya, Gumi merasa takut. Viaz yang menyadari mata Gumi berkaca kaca, menggrutuki kesalahan nya.
"Sorry, gue reflek tadi" tangan Viaz mencoba meraih lengan Gumi, berniat menenang kan. Gumi turun dari kasur, lalu dia berdiri di pinggir kasur. Gumi menunduk sambil memelintir ujung baju nya
"M-maaf u-dah buat kakak kebangun, Gumi cuman mau pulang" ucap Gumi bergetar, menandakan jika ia merasa takut. Viaz mencoba mendekati nya, namun Gumi mundur selangkah.
"Lo ngejauh sekali lagi gue tonjok" Viaz berucap dingin, Gumi dibuat merasakan sangat ketakutan sekarang. Hingga suara setelah nya mampu membuat Viaz panik.
"Maaf kak, hiks huaaaaaaaa" tangisan Gumi pecah, Viaz yang panik pun mencoba menenangkan Gumi dengan cara mendekap badan nya
"Diem, suara lo kayak toa rusak" Viaz berucap tanpa berfikir. Gumi yang mendengar kan malah semakin nangis kejer.
"Ayahh, huaaa Gumi mau pulang!" Viaz dibuat sangat panik, berniat meredakan tangisan Gumi namun yang ada malah tambah kejer.
BRAKK
"Astaga Viaz, kamu apain anak orang" Dyra yang mendengarkan tangisan Gumi dari dapur langsung berlari menuju kamar Viaz.
"Huaaa, Gumi mau pulang. Gak mau disini, tante Gumi m-au pulang. Hiks kakak jahat huaa" Dyra yang melihat Gumi nangis histeris mencoba menenangkan.
"Sayang, udah ya. Jangan nangis lagi, Gumi di nakal in ya sama kak Viaz hm?" Dyra berucap lembut mencoba menenangkan.
Gumi mengangguk, tenggorokan nya sakit sekarang.
Dyra memijat pelipis nya pusing, Viaz yang melihat gumi menjauhi dan bersembunyi di balik kaki Dyra, mambuat Viaz tanpa sadar mengepal kan tangan nya. Bukan karena emosi, melainkan menahan rasa gemas kepada Gumi. Bahkan saat menangis tadi Gumi malah terlihat sangat menggemaskan, air mata yang mengalir mengenai pipi chubby nya, mata yang berkaca kaca, serta bibir yang melengkung ke bawah, dan jangan lupa kan wajah nya yang memerah.
KAMU SEDANG MEMBACA
ASMARALOKA
Dla nastolatkówBagaimana jadi nya jika jatuh cinta dengan teman kita waktu masa kecil dulu? Ya begitulah yang di rasa kan oleh Viaz, dia jatuh cinta pada teman masa kecil nya dulu yaitu Gumi Setelah lama berpisah akhirnya dia tidak sengaja kembali bertemu dengan...
