⚠️Spoiler chapter ini
mengandung Bawang⚠️
______________----------_____________
Angin yang kencang mampu membuat hawa dingin di malam hari ini. Viaz yang berada di kamar nya mendengarkan teriakan demi teriakan yang terlontar dari orang tua nya.
Padahal baru 2 menit yang lalu ia berniat turun untuk mengambil air minum. Karena air yang ada dikamar nya kebetulan habis, mau tak mau Viaz harus turun untuk mengambil air yang baru.
Saat baru ingin menuruni tangga Viaz bisa mendengar bentakan dari papa nya. Tanpa sadar tangan kecil nya mengepal, ia benci situasi ini. Kapan mereka akan menyelesaikan permasalahan sepele itu Viaz hanya ingin merasakan hidup dengan tenang.
Viaz berbalik arah, lalu menuju ke kamar nya berniat ingin bermain game. Ia pikir dengan melakukan kegiatan lain mampu membuat nya lebih tenang. Tapi nyata nya, selama 10 menit bermain game perdebatan dan teriakan orang tua nya masih terdengar
Viaz secara tidak langsung menutup kan mata nya, tangan nya bergetar. Nafas nya memburu, hati nya sedang tidak baik baik saja
Tujuan nya sekarang adalah kamar sang adik, saat keluar dari kamar. Viaz bisa melihat papa dan mama nya sedang kacau, ia melihat itu semua dengan mata kepala nya sendiri. Karena kamar nya berhadapan langsung dengan tangga menuju ruang tamu. Dyra yang melihat Viaz melihat semua nya mampu membuat Dyra menegang. Tatapan viaz mampu ditangkap oleh Dyra, seoalah olah tatapan itu mengatakan jika ia membenci mereka.
Dyra ingin mengejar anak sulung nya itu, tapi suara berat Andres mampu menahan langkah kaki nya.
"Jangan mengalihkan permasalahan lagi Dyra, saya ingin menyelesaikan semua nya. Apakah bisa?" Andres berucap dengan lirih, Dyra yang mendengar itu sukses membuat ia menangis hebat.
"Kau yang memulai semua nya Res, kenapa kau malah lebih memilih pergi dengan wanita simpanan mu itu? Apakah dengan kehadiran ku dan anak anak tidak cukup untuk mu?" Dyra berucap bergetar, ia baru mengetahui jika suami yang ia cintai lebih memilih pergi dengan wanita yang mengaku sebagai sekretaris nya itu. Dengan dalih bertemu klien
Dyra dibuat kecewa dengan sikap Andres, jika memang niat ingin bertemu dengan klien lalu kenapa wanita itu bersikap seolah olah jika ia itu istri nya?
"Aku lelah Res harus mengalah dengan sikap keras kepala mu, mungkin jika bukan karna anak anak ada disini. Aku lebih memilih pergi dari sisimu" Dyra berucap seraya menatap mata coklat gelap Andres.
Andres yang mendengar itu tercekat, mulut nya kalu untuk mengeluarkan kata kata.
Dyra pergi meninggalkan Andres diruang tamu, sekarang tujuan nya adalah anak anak nya
Viaz yang baru sampai di depan kamar Tara dibuat bimbang, tapi ia memerlukan tara sekarang. Prasetan dengan gengsi
Viaz mengetuk pintu secara perlahan, berharap adik nya itu belum tidur.
Tapi nihil pintu berwarna putih itu tak kunjung terbuka. Viaz mencoba menarik knop pintu ternyata pintu itu tidak terkunci
Ia melangkah masuk, melihat gundukan diatas kasur ia menghela nafas. Setidak nya ia tau jika adik nya tidak mendengar semua nya
Viaz menaiki kasur dengan perlahan agar tidak membangun kan adik nya, lalu ikut masuk kedalam selimut. Ia memeluk Tara dengan erat, menyalur kan kehangatan
Bebarengan dengan itu, hujan turun dengan deras nya. Tara yang merasa terusik mencoba melepaskan dekapan itu
"Diem, gue cape" Viaz berucap dengan pelan, Tara yang mendengar itu tersenyum
Nyata nya dari awal Tara juga mendengar kan semua perdebatan bahkan bentakan kedua orang tua mereka. Ia paham kata cape yang Viaz ucap kan, Tara sebenar nya juga merasakan yang sama.
Dyra melangkah memasuki kamar Viaz, ternyata kamar nya kosong. Pikiran Dyra kalut sekarang kaki nya membawa ia menuju kamar anak bungsu nya.
Dyra membuka pintu dengan perlahan, bisa ia lihat kedua anak nya saling berpelukan. Hati Dyra berdenyut, ia merasakan sesak dihati nya
Jika boleh jujur, ia ingin menyerah. Tapi jika melihat anak anak nya, pikiran untuk berpisah itu menghilang. Ia tak boleh egois pikir nya
Dyra mendekati kasur, lalu duduk ia dipinggir kasur. Ia mengelus kepala Viaz dengan sedih, mungkin Viaz lebih dulu tau semua nya sedari awal.
Dyra menangis dalam diam, ia gagal menjadi sosok ibu untuk anak anak nya. Dyra bangkit dari duduk nya lalu mengecup kening Tara dan Viaz dengan kasih sayang ia melangkah meninggal kan mereka
~
Keluarga Wildarta, siapa yang tidak mengenal marga keluarga itu. Bahkan bisa dibilang keluarga Wildarta termasuk orang terpandang.
Kepala keluarga yaitu Andres Wildarta seorang pengusaha dibidang kuliner, perhotelan, dan pariwisata. Bahkan cabang perusahaan nya tersebar diberbagai negara. Bali, Perancis dan Singapura termasuk cabang dari perusahaan dari tuan Andres
ADVT Company sudah banyak dikenal oleh banyak negara.
Dyra Hanasta, anak dari konglomerat ternama. Keluarga dari Hanasta termasuk keluarga yang bisa dibilang terpandang setelah keluarga Wildarta
Sosok Dyra adalah model ternama di berbagai negara, bahkan karya nya terbilang sukses.
Parviaz Victoria Bellona, anak sulung dari tuan Andres dan nyonya Dyra. Viaz adalah buah hati yang diharapkan dari kedua keluarga berpengaruh itu. Sosok nya kelak akan di pastikan bisa menguasai dua kekayaan dari 2 kelurga sekaligus
Tara Avisha Xaveri, sibungsu dan anak yang dibangga bangga kan oleh keluarga dari dua pihak sekaligus. Dyra berharap kelak Tara bisa mengantikan sosok dirinya di bidang model nanti nya
Marga yang seharus nya disemat kan kepada kedua anak dari nyonya Dyra dan tuan Andres belum diresmikan. Puncak nya saat anak nya memasuki usia remaja.
_____________------------_____________
Tidak Hilang, Masih Ada
Tapi Hanya Saja Sudah Tak Sama
- -
Parviaz Victoria Bellona
_____________________-
Update lagi nih guys
Happy reading yaa!!..😄
Eh iya, jangan lupa di vote ya dan apabila ada kesalahan dalam pengetikan silahkan kasih tau di komentar
KAMU SEDANG MEMBACA
ASMARALOKA
Teen FictionBagaimana jadi nya jika jatuh cinta dengan teman kita waktu masa kecil dulu? Ya begitulah yang di rasa kan oleh Viaz, dia jatuh cinta pada teman masa kecil nya dulu yaitu Gumi Setelah lama berpisah akhirnya dia tidak sengaja kembali bertemu dengan...
