_______________............______________
Satu Minggu telah berlalu, dan selama itu pula interaksi Gumi ke Viaz semakin merenggang.
Saat ini Gumi sedang menggerutu seraya menyusun buku paket bahasa Inggris. Setelah pelajaran usai, Gumi ditunjuk oleh guru mapel bahasa Inggris untuk mengantarkan buku buku tebal itu ke perpustakaan kembali.
Saat ia ingin melangkah keluar kelas ia justru menabrak sesuatu hingga buku buku itu berjatuhan.
Gumi menatap nanar buku buku tersebut. Ia mendongak menatap sesuatu itu. Hingga mata bulat nya menangkap sosok lelaki menjulang tinggi sedang memperhatikan dirinya dengan intens.
"Minta maaf kek, atau gak bantuin. Ini malah diem kek patung." Gumi bergumam pelan seraya berjongkok dan membereskan buku tersebut.
"Gue denger." Lelaki itu berucap datar. Lalu membantu menyusun tumpukan buku itu. Ia juga mengambil buku yang ada di tangan Gumi.
"Eh eh, mau diapain?!." Gumi bertanya seraya melototkan mata nya lucu berharap lawan nya terintimidasi. Tapi ia justru terlihat menggemaskan, siswa siswi yang ada di koridor memekik gemas.
Laki laki itu menatap seraya memutarkan mata nya malas. Tapi tak ayal ia juga mengigit pipi bagian dalam nya untuk menyalurkan perasaan gemas nya ketika melihat gadis di hadapannya tersebut
"Bawain tas gue."
"Loh, gak bisa gitu dong!." Gumi memekik seraya menahan ujung baju laki laki itu seraya menarik nya.
"Ck, gue bantuin. Lo cukup bawa tas gue."
Gumi tersenyum lebar, lalu melepaskan baju lelaki itu seraya merapikan nya kembali.
"Hehe, makasih. Let's go!." Gumi berjalan terlebih dahulu seraya memakai tas lelaki itu yang terlihat besar dipundak nya.
Laki laki itu hanya menatap datar, lalu melanjutkan langkah nya mengikuti Gumi.
Disepanjang jalan banyak yang menahan gemas saat Gumi bersenandung seraya menenteng tas yang kebesaran itu dipundak nya.
Tapi saat sadar jika dibelakang gadis mengemaskan itu siapa, mereka justru memilih menahan rasa gemas.
Dylan. Austin Dylan Trianjaya. Nama itu tertera di name tag lelaki tersebut. Tatapan tajam nya menghunus siswa siswi yang ia jumpai, seolah ia menegaskan jika ia sedang menjaga hal yang berharga.
Perpustakaan unit buku.
Gumi dan Dylan sudah sampai diruang perpustakaan. Nama perpustakaan itu tertera dengan sangat jelas jika siswa siswi ingin mengunjungi area gudang ilmu itu.
"Sampai. Sini, biar gue susun." Gumi megadahkan tangan nya meminta buku itu kembali.
"Biar gue." Dylan melangkah menyusuri lorong tumpukan buku buku itu dengan santai. Saat sudah tiba ia menyusun semua buku tersebut ditempat nya.
Gumi hanya menyaksikan itu sambil memakan permen yang ia bawa dari kelas nya. Seraya membenarkan tas yang dia bawa tadi karena tas tersebut melorot
"Udah?. Makasih-
"Dylan."
Gumi megangguk
"Makasih kak Dylan." Gumi sempat melirik lambang kelas yang laki laki itu kenakan, ternyata ia adalah kakak kelas nya.
"Nih tas nya. Eh ini kan udah jam istirahat, kok masih bawa tas?." Gumi yang penasaran sontak bertanya seraya mengemut permen milkita nya.
Dylan bergidik acuh, lalu melewati Gumi dengan santai nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ASMARALOKA
Teen FictionBagaimana jadi nya jika jatuh cinta dengan teman kita waktu masa kecil dulu? Ya begitulah yang di rasa kan oleh Viaz, dia jatuh cinta pada teman masa kecil nya dulu yaitu Gumi Setelah lama berpisah akhirnya dia tidak sengaja kembali bertemu dengan...
