0.13

229 13 1
                                        

_______________............______________

Suasana kantin saat ini sedang heboh hanya karena kehadiran Viaz. Tapi bukan itu yang jadi permasalahan nya.

Murid baru yang dirumor kan cantik itu juga menjadi perbincangan siswa/i pasal nya saat ini Viaz sedang bergandengan tangan dengan murid baru itu saat memasuki area kantin.

Teman teman Viaz yang melihat itu sontak menatap satu sama lain.

"Itu Viaz?." Rius memulai percakapan saat menatap Viaz dan Gumi bergantian.

Brian yang sedari awal ingin menarget kan murid baru itu sebagai pacar ke 157 nya itu sontak menunduk lesu. Gagal sudah niat nya untuk memiliki gadis menggemaskan itu. Padahal Brian sempat punya niat. Jika bisa mendapat kan murid baru itu ia akan bertaubat dan fokus dengan murid baru itu saja. Tapi kali ini Tuhan tidak berkehendak kepada nya.

Saat ini Viaz sudah duduk di dekat Rius. Gumi yang melihat tempat duduk itu sudah tidak cukup sontak menatap sekeliling. Mata bulat nya menatap kearah meja teman teman nya. Saat ia ingin beranjak Gumi dibuat terkejut, pasal nya Viaz menarik pinggang Gumi lalu menduduk kan Gumi dipangkuan nya.

Siswa/i memekik heboh, Gumi dibuat linglung lalu menatap teman teman Viaz dengan tatapan lucu.

Brian yang melihat itu sontak menampol lengan Dylan dengan kencang. Seperti nya ia tidak sadar jika Brian telah membangun kan singa tidur.

Saat ia sudah sadar, sontak Brian menatap Dylan takut takut. Lalu mengelus lengan Dylan dengan lembut.

Gumi yang melihat itu sontak tertawa. Siswa/i yang mendengar suara Gumi sontak menatap ia dengan gemas. Bagaimana tak gemas, saat Gumi tertawa seperti itu pipi chubby nya terlihat menonjol lalu mata nya yang menjadi sipit seperti tersenyum.

Viaz yang menyadari itu sontak menutup wajah Gumi dengan satu tangan nya. Ia menatap siswa/i yang menatap gadis nya dengan tertarik.

"Alihin tatapan lo semua, sebelum garpu yang ada dimeja ini melayang ke mata lo pada." Viaz mengintrupsi dengan nada dingin, lalu membalik kan badan Gumi kearah nya.

Siswa/i yang mendengar nada tak bersahabat dari Viaz sontak melakukan hal nya masing masing.

Dylan yang sedari tadi menatap intens Gumi sontak tertegun saat mata nya bersitatap dengan mata bulat Gumi. Ia bisa melihat jika ditatapan itu ia meminta tolong dengan ekspresi menggemaskan.

Dylan yang menyadari itu sontak memegang gelas jus nya dengan kuat. Ia meyalur kan rasa gemas nya lalu memalingkan wajah nya ke arah lain

"Mau makan apa?." Viaz menatap mata Rubby Gumi dengan lembut. Tangan nya ia gunakan untuk menyelipkan rambut Gumi ke telinga nya.

"Gak laper. Gue mau duduk sendiri." Gumi memberanikan diri untuk menatap mata elang Viaz. Viaz yang mendengar nada bicara Gumi sontak meremat pinggang Gumi pelan.

"Panggil gue kaya biasa nya." Intrupsi Viaz. Gumi yang menyadari itu menatap bingung
Ia memiringkan kepala nya pertanda kebingungan.

"Ung?." Gumi berniat bertanya tapi tidak tau apa yang ingin ditanyakan. Viaz yang melihat respon Gumi sontak terkekeh, lalu mencium pipi chubby Gumi dengan singkat

Gumi ngebug lalu tangan nya ingin mengusap bekas kecupan itu. Ia masih tak percaya dengan fakta ini, dihadapan nya ini adalah teman semasa kecil nya dulu. Teman yang sangat menyebal kan pikir Gumi. Lalu saat ini ia bertemu kembali dengan nya tetapi dengan sifat yang sangat jauh berbeda.

"Panggil gue kaya biasa nya."

"Em. K-kak Viaz?." Senyuman terbit di bibir Viaz lalu mencubit pipi chubby Gumi dengan gemas.

ASMARALOKATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang