Chapter 13 : Accident

5.1K 615 36
                                        

Happy reading 🤘🏻

Renjun menghentikan mobilnya di depan gedung apartemen Ningning. Ia menoleh kepada gadis cantik itu sambil tersenyum manis. "Terima kasih untuk malam ini."

Ningning balas tersenyum sampai memperlihatkan lesung pipinya. "Aku senang kau banyak berubah Renjun. 4 tahun lalu kau sangat pendiam dan tertutup. Sekarang kau terlihat lebih hidup."

Renjun tertawa kecil. Ia memandang ke depan mobilnya sembari mengingat kembali awal pertemuannya dengan Ningning. "Waktu itu kau baik sekali padaku. Kau menolongku melewati semua penderitaan yang ku alami. Kalau tidak ada kau, mungkin aku sudah mati bunuh diri."

"Aku hanya membantumu Renjun. Dirimulah yang menyelamatkan dirimu sendiri." Sangkal Ningning dan mereka berdua pun tertawa ringan. "Jadi, laki-laki itu orangnya?"

Renjun menoleh cepat ke arah Ningning. "Apa?"

"Lee Jeno ya namanya?"

Renjun tidak menjawab namun ekspresinya menuntut Ningning untuk menjelaskan maksud dari perkataannya.

"Apa kau jatuh cinta padanya?"

Renjun tidak langsung berkomentar. Ia tertegun, bahkan tidak tahu harus menjawab apa. Kenyataannya, semua ini terlalu membingungkan.

Renjun menyandarkan kepala ke sandaran kursi sambil memejamkan mata. "Apa aku terlihat lemah?"

"Lemah apanya? Tidak sama sekali. Kau lebih kuat dari sebelumnya. Jatuh cinta tidak akan membuatmu lemah. Mungkin kau yang harus mulai jujur pada perasaanmu sendiri?"

"Tapi sepertinya dia hanya mempermainkanku?"

Ningning menghela napas pendek. "Aneh. Kelihatannya Jeno tidak begitu?"

"Kalau tidak kenapa dia bisa terlibat rumor dengan Jaemin?"

"Mungkin itu kesalahan?"

"Jeno juga tidak menyangkal."

"Pasti ada alasannya."

Renjun tidak membalas lagi. "Entahlah, aku tidak mau tahu lagi."

"Jangan terburu-buru menilai sesuatu, Renjun. Mungkin kau harus menunggu sebentar lagi sampai semuanya jelas. Aku tahu kau sebenarnya masih mengharapkan Jeno kalau tidak untuk apa mengajakku ke pesta dan menyuruhku berpura-pura jadi pacarmu?"

"Nah, kau membuatku malu sekarang."

Ningning terkikik geli mendapati reaksi Renjun. Laki-laki ini memang polos. "Baiklah, terima kasih untuk tumpangannya. Hubungi aku lagi kalau kau butuh pacar sewaan, hehe."

Renjun hanya mencibir sebelum gadis itu keluar dari mobilnya.

🐇

Saat ini Renjun mungkin sedang mempertanyakan betapa hidupnya sangat menyebalkan. Pesta kemarin rupanya bukanlah yang terakhir untuk menguji kesabarannya. Tapi bisa jadi, hari ini akan lebih buruk.

Renjun nyaris lupa kalau ia ada pemotretan majalah bersama Jaemin. Bahkan, ada sesi wawancara untuk kedua lelaki tampan ini.

Tidak, Renjun tidak ingin menyebut dirinya membenci Jaemin atau semacamnya. Ia hanya malas kalau tiba-tiba Jaemin menyebut nama Jeno. Rasanya ingin menghilangkan manusia itu selamanya dari hidupnya.

"Renjun dan Jaemin, sepertinya semua orang sudah tahu kalau kalian ini sudah bersahabat baik sejak lama. Senang sekali rasanya melihat dua laki-laki tampan bersahabat. Tapi aku penasaran dengan kesan pertama kalian saat bertemu untuk pertama kalinya." Tanya reporter ketika mewawancarai Renjun dan Jaemin.

COLD BUTTERFLY | NorenCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang