Chapter 11 : Scandal

7.1K 563 45
                                        

Jangan lupa buat add to library cerita ini. Biar kalau update langsung dapet notif.

Happy reading ^^

.

.

.

Renjun memperhatikan cahaya matahari pagi yang menembus dari tirai putih di studio. Kemudian ia menghirup aroma wangi dari lengan Jeno yang menjadi bantalnya. Sedangkan Jeno malah mengerang kecil sambil menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Renjun.

"Kau sudah bangun Renjun?" Tanya Jeno dengan suaranya yang serak.

"Hm?" Renjun membalikkan tubuhnya agar bisa menatap wajah pagi Jeno. Senyumnya mengembang sambil menangkup wajah Jeno dengan kedua tangannya. "Tidurmu nyenyak?"

Jeno menarik punggung Renjun agar semakin mendekat padanya. Dipeluknya tubuh mungil itu dengan penuh kasih. "Aku tidak pernah bermimpi untuk memelukmu di pagi hari seperti ini. Yang semalam juga seperti mimpi indah bagiku."

Renjun tersenyum mendengarnya. Ia pun mendongak menatap Jeno. "Jangan pernah melupakanku. Meski detik ini semua orang tiba-tiba melupakanku, tapi aku ingin kau lah satu-satunya orang yang mengingatku."

Jeno menyingkirkan helaian poni yang menutupi mata Renjun. "Kata-katamu sedikit aneh."

"Aku hanya tidak ingin kesepian."

"Kapan terakhir kali kau pacaran Renjun?"

"Sudah lama sekali. Dengan seorang gadis."

Jeno mengangguk kecil. "Kau bahagia dengannya?"

"Kalau aku bahagia untuk apa aku memutuskannya? Tapi gadis itu gadis yang baik. Akulah yang menyakitinya."

Jeno mengecup sekilas bibir Renjun. "Semua orang punya sisi gelap. Jangan terlalu memikirkannya."

"Galerimu buka jam berapa? Apa tidak apa kita disini seperti ini?"

"Galeriku tutup hari ini. Jangan khawatir." Jeno memeluk tubuh Renjun dan menempelkan dagunya di atas kepala lelaki itu. "Dan aku ingin memelukmu seperti ini. Sebentar saja Renjun, aku masih ingin bersamamu."

Renjun mengulum senyumnya saat mendengar degup jantung Jeno yang tenang di telinganya. Ia merasa sangat damai. "Aku juga. Kita tidur sebentar lagi sebelum aku pulang."

🍃

"Kau benar-benar akan pergi meninggalkanku?" Tanya Jeno sambil mencebikkan bibirnya begitu ia mengantar Renjun ke halaman depan galeri.

Renjun tertawa kecil melihat wajah imut Jeno yang dibuat-buat. "Maaf Jen, tapi aku ada pekerjaan hari ini."

"Yah... baiklah. Kukira kita bisa bermalas-malasan seharian karena aku sedang libur, hehe. Semangat Renjun!"

Renjun mengangguk dengan senyuman lebar. "Aku pulang dulu ya," Renjun masuk ke dalam mobil sedannya. Sebelum menginjak pedal gas, ia membuka jendela kaca mobilnya. "Ngomong-ngomong, apa foto semalam bagus?"

Jeno memicingkan matanya, pura-pura berpikir serius. "Kau terlihat seksi sih... apa aku harus memajangnya di galeri?"

"Tidak boleh. Foto seksiku hanya boleh ada di kamarmu."

Seketika wajah Jeno menghangat. "Aku tidak menyangka kau bisa menggoda juga."

Renjun tertawa. Kemudian setelah melambaikan tangan pada Jeno, diinjaknya pedal gas meninggalkan galeri.

Senyuman di wajah Jeno tetap bertahan meski mobil Renjun telah meluncur jauh dari pandangannya. Hingga tiba-tiba ponsel di saku celananya bergetar.

"Halo Jaemin?"

COLD BUTTERFLY | NorenCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang