2.9

99 11 3
                                        




Pintu kost terbuka dengan memperlihatkan seseorang yang basah kuyup dengan muka kusut, semua anak kost yang awalnya asik menonton film di ruang tamu, mengalihkan seluruh atensi nya ke Danu yang tidak perduli badannya basah langsung berjalan menuju kamarnya.

"Ngapa dah tu anak basah kuyup gitu." Tanya Jose yang bingung.

Senja yang ikutan bingung pun tiba-tiba teringat sesuatu, "loh bukannya tadi dia bareng Jane ya perginya? Jane nya mana?"

"iya juga, nganterin jane kali ke kampus kali? Tau ah, lanjutin cepetan lagi seru ni." Imbuh Haikal yang sedikit tidak perduli urusan orang lain.

Sedangkan Danu yang basah kuyub, langsung masuk ke kamar mandi buru-buru untuk membersihkan dirinya ke kamar mandi.

Dibawah shower, Danu yang merasakan air berjatuhan di tubuhnya hanya dapat melamun, mengulang kejadian beberapa menit yang lalu. Dia tidak pernah seceroboh itu menyatakan perasaannya. Namun disisi lain, dia juga sangat membenci melihat seseorang yang ia sukai menangisi pria lain, yang bahkan menurutnya pria tersebut tidak pantas untuk ditangisi.

"Aargghhh!" Geramnya, meninju tipis dinding kamar mandi. "Kenapa sih gue bodoh banget, biasanya juga gue bisa kontrol hal-hal kaya gini." Dengan cepat ia menyelesaikan mandi nya dan kembali ke kamar untuk mengurung diri.

Ia memutuskan untuk merenungi apa yang sudah terjadi, dan merencanakan apa yang akan ia lakukan kedepannya.

.

Disisi lain, Joy pun merasakan kegelisahan yang sama. Akan tetapi, pikirannya saat ini masih tertuju pada Malik. Rasa bersalahnya karena sudah memutuskan sepihak masih menghantuinya.

Diingatnya perkataan Jane beberapa menit yang lalu, "untuk sekarang ini coba dipikirin lagi apa yang akan lu lakukan, tapi saran gue.. Jangan nekat untuk samperin Malik ke Bandung cuma karena rasa bersalah lu. Coba aja dulu minta maaf lewat chat, kalo butuh saran atau mau cerita, lu bisa banget ganggu gue. " Ucap perempuan manis itu sebelum pamit.

Huft. Bodoh.

Sepertinya yang harus ia lakukan saat ini adalah menenangkan pikirannya terlebih dahulu, sebelum bertindak bodoh lagi. Malik pun pasti juga masih sibuk mengurus sahabatnya itu, jadi ia memutuskan untuk meminta maaf pada Malik jika waktu nya sudah pas.

Lalu bagaimana dengan Danu? Astagahh, kenapa temannya itu harus membuat masalah menjadi tambah rumit begini, dengan perasaannya itu. Jika boleh jujur, selama ini Joy sangat lah nyaman dengan Danu dan segala princess treatment nya itu, akan tetapi mungkin karena ada Malik di hatinya, dia tidak pernah melihat Danu lebih dari sekedar teman dekat.

Tapi apa yang harus Joy lakukan saat ini?

Meminta maaf terlebih dahulu pada Malik? Atau Danu?

Perempuan cantik itu pun merebahkan dirinya dengan kasar ke kasur dan menendang-nendang udara diatasnya, berniat untuk melampiaskan kekesalannya pada dirinya sendiri. Sepertinya hari ini dia butuh teman untuk tidur dan teman untuk mencurahkan isi hati nya saat ini. Dengan Cepat Jari nya pun mengetik satu nama kontak di HP nya, dan langsung meneleponnya.

Willma.

.

Jane membuka pintu Kost nya, sudah tidak ada orang di ruang TV. Namun, terlihat beberapa sisa makanan yang belum dibersihkan disana. Jane berjalan menuju pantry untuk mengambil segelas air, sebelum dikejutkan oleh Senja yang datang dari lantai atas memanggil namanya.

"Jane?!!" Teriaknya.

Jane yang baru mau membuka lemari es, terkejut. Namun karena dia mengetahui itu adalah suara Senja, ia tetap melanjutkan kegiatannya.

"yaaa, kenapa??" balasnya.

Dengan langkah yang terburu-buru menuruni tangga, Senja langsung menghampiri Jane.

"lo berantem sama Danu?" bisiknya pelan sambil menarik bangku dari meja makan.

Jane ikut duduk di sebelahnya, sambil menaikan kedua bahunya. Jujur ia sendiri pun tidak tahu, apakah Danu marah dengannya atau tidak, yang Jane tahu Danu marah karena Jane membela Malik. "kenapa emang?" tanya Jane balik.

"Tadi dia pulang-pulang basah kuyub, mukanya keras banget kaya orang mau ngacak-ngacak satu dunia. Jujur aja gua baru pertama kali ngeliat Danu kaya gitu, mana dia pulang sendiri. Kan tadi berangkatnya sama lo, gue tanya dia gajawab apa-apa. Mau nanya lagi, tapi takut salah ngomong gue." Jawab Senja panjang lebar.

Mendengar penuturan Senja, Jane mendongak keatas, dimana pintu kamar wonu terletak. Apakah dia harus meminta maaf pada Danu?

"yaudah biarin aja dulu, tadi gua emang minta dia anterin ke suatu tempat, jadi dia pulang duluan. Mungkin dia kesel karena kehujanan." Jane membohongi Senja, karena tidak mungkin Jane menceritakan semua drama yang terjadi dalam waktu kurang dari beberapa Jam itu.

"Gue keatas ya? Tenang aja, nanti gua yang ngomong ke Danu." Pamit Jane sambil menepuk pundak senja sebelum meninggalkan Senja untuk ke kamarnya.

Saat Jane melewati kamar Danu, ingin rasanya ia mengetuk pintu kamar itu. Haruskah? Pikirnya.

"besok aja, kalo cowo lagi marah dia butuh waktu buat nenangin diri nya dulu." Ucap bang Jose yang tiba-tiba lewat di belakang Jane yang berniat turun dari lantai atas. Dengan senyuman khasnya, bang Jose mengusap kepala Jane lembut, "biarin dia sendiri dulu, mending lu juga istirahat aja, udah malem."

Jane mengangguk paham, dan membalas senyuman bang Jose, "Thanks, bang Jo."

Dengan berat hati, Jane mengurungkan niatnya dan melanjutkan langkahnya ke kamar.

"menurut kamu, aku harus gimana ya, will?" Tanya Joy yang sedang tidur menghadap langit-langit, kepada Willma yang sudah sejam disana mendengarkan semua curhatan Joy. 

"yang lu harus lakukan pertama adalah, relax.. sampe otak lu bener-bener netral. Kedua, kalo emang lu merasa menyesal dengan mutusin Malik, minta maaf aja. Untuk urusan balikan atau ngga nya, ya itu urusan lo ya.. Dan ketiga yang paling penting lu harus minta maaf sama Danu, sekaligus kasih kepastian ke dia." Jawab Willma panjang lebar disampingnya. "Lagi gue aneh sama lo, ada cowo seganteng dan se green flag Danu. Bisa-bisanya ga dilirik."

"gue juga bingung Will, kalo gua bisa pilih suka sama siapa juga, gua pilih Danu. Seengganya sama dia gua gaakan ada drama-drama kaya gini." Joy memainkan rambutnya sambil melamun. "tapi kan sayangnya, gua sesayang itu sama Malik. Even, dia gapernah memprioritaskan gue, tapi gua sayang bgt sama dia. Pembawaan Malik dan Danu itu beda banget, that's why mau semencoba apapun gue, gue kayanya gabisa."

"hmm, kayanya lu tuh suka cowok Alpha yang Dominant gitu yah? Beda tipe banget sih sama Danu yang Softboy."

"kayanya iya? ntahlahh.."

"yaudah, gausah dipikirin sekarang, yang penting lu harus bisa selesain semua masalah lu satu-satu dengan tenang. Okeyy?? udah yaa, lu masih punya satu hari untuk nangis sebelum masuk kuliah hehe. Jadi take your time, gue akan selalu disini buat mastiin lu baik-baik ajaa"

"iyaaa, thanks ya will." Ujar Joy tersenyum tulus pada Willma. 

Malam itu pun ditutup dengan Joy yang memaksakan diri untuk tertidur, meskipun pikirannya masih melayang pada Malik dan Danu. 

.

Huahhhhh gimana nih gaiss, Malik sama Danu emang beda banget sih kepribadiannya.

Kalo kalian sendiri lebih suka cowo yang kaya Malik apa Danu? Jangan Lupa Vomments yaa!


Between UsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang