3.0

71 11 0
                                        




Langit cerah menerangi sore itu di sekitaran kampus, gadis dengan rambut panjang terurai itu memutuskan untuk berjalan kaki ke Danau dekat perpustakaannya untuk menenangkan pikirannya.

Seminggu sudah berlalu sejak kejadian yang membuat Joy merasa jadi pemeran utama dalam sebuah drama yang biasa dia tonton di FTV.

Namun sejak saat itu juga, Malik belum bisa menemui Joy. Lelaki super sibuk itu hanya membalas permintaan maaf Joy dengan permintaan maaf lainnya. Joy berpikir itu adalah sebuah closure yang sudah tidak bisa lagi diperjuangkan.

Kisah cinta nya dan Malik sudah berakhir, seminggu ini Joy habiskan dengan rasa penyesalan dan tangisan di tiap malamnya. Biasanya disaat seperti ini yang Joy butuhkan adalah Danu, namun dirinya sendiri belum berani untuk menghadapi seorang Danu.

Jika dipikir-pikir, dia sudah terbiasa dengan adanya Danu. Beberapa hari tidak ada Danu dihidupnya, sangat membuatnya rindu.

Apakah Joy mempunyai perasaan lebih ke Danu?

"apa kabarnya tuh anak ya? Biasanya dia juga gabisa banget kalo aku ga ngabarin dia selama ini. Semarah itukah sama aku?" Monolognya pada dirinya sendiri.

Satu jam lebih, Joy lewati dengan melamun di dekat danau sampai pada akhirnya dia melihat sesosok orang yang tadi ada dipikirannya, melangkah keluar dari perpustakaan kampus dengan menenteng beberapa buku di tangannya.

Ingin rasanya Joy menghampiri laki-laki itu , memeluknya dan mengatakan jika dia sedang tidak baik baik saja, namun Joy akan terlihat sangat tidak tahu diri jika melakukan hal itu saat ini. Setelah apa yang sudah dilakukannya kepada orang tersebut.

Dengan tidak sadar, Joy sudah berdiri melangkah mendekati laki-laki tersebut sebelum tiba-tiba seseorang memegang pundaknya.

"Joyy?!" Panggil seseorang yang baru saja menepuk pundak Joy secara tiba-tiba. "Joy, kan?"

"Ka Calvin?!" Ucapnya mengenali laki laki tersebut.

"ngapain sendirian disini?" Tanya Calvin ramah.

"Gapapa lagi bosen aja, pengen cari suasana baru. Ka Calvin bukannya lagi sibuk magang ya?"

"Iyaa.. Ini abis ngurus berkas magang, sekalian balikin buku tadi."

Joy mengangguk paham, kemudian matanya kembali mencari sosok Danu di tempat tadi ia melihatnya.

Sudah hilang, cepat sekali anak itu.

"by the way, kamu udah makan? Makan bareng yuk."

Joy mengangguk, "boleh deh, aku juga belom makan. Tapi ke kantin Fasilkom aja ya.." Ajaknya.

Usulan Joy untuk makan di Fasilkom bukan karena semata-mata Joy ingin makan disana saja, namun menurutnya dengan makan disana, mungkin akan ada kesempatan untuk Joy bertemu dengan Danu. Siapa tau Danu kembali ke Fakultas nya setelah dari Perpustakaan. Pikirnya.

.

"nuuuu!!" Teriak perempuan yang beberapa hari ini ia hindari. Danu hanya memutar bola matanya dan tetap berjalan melewati perempuan itu seakan tidak ada seseorang yang mengganggunya.

Melihat respon Danu yang mengacuhkannya itu, membuat perempuan yang memanggilnya tersebut kesal. Dengan segenap emosinya ia tarik kupluk hoodie yang digunakan Danu hingga pria itu berhenti berjalan.

"Apasih Jane?!" Teriak Danu berusaha menarik kembali kupluk hoodienya.

Jane melepaskan tarikannya dan berdiri didepan Danu dengan pose melipat tangannya. "gue capek yaa.. lu cuekin kaya gt mulu tiap ketemu. Kalo lo emang lagi marah atau apa bisa ga sih selesain sama orang yang bersangkutan? Kalo lu kesel sama gue yaudah sini bilang, jangan malah nyuekin gue gajelas kaya gitu."

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 20, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Between UsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang