0.4

370 76 21
                                        

Sudah 3 hari setelah kejadian di kosan Malik hari itu masih membuat Joy dalam keadaan hati yang buruk. Bagaimana tidak? sampai saat ini tidak ada penjelasan apapun dari mulut kekasihnya itu. Hal ini membuat Joy merasa jika ia belum sepenuhnya mengenal dan mengerti Malik.

Joy pun merasa setelah kepulangannya dari tempat Malik beberapa hari yang lalu, menjadikan adanya jarak yang terlihat dihubungannya. Seperti saat ini, biasanya setiap Minggu pagi adalah Jadwal rutin Joy dan Malik lari pagi bersama, entah itu ke CFD atau hanya di sekitaran kampusnya. Namun, minggu ini lelaki itu tidak memberi kabar Joy dari semalam. Pada akhirnya, disini lah Joy sekarang. Terdampar bersama kakaknya.

"Lu udah gamau lari lagi dek?" Tanya Sammy, kakak Joy.

Keduanya sedang berhenti di pinggir trotoar setelah pendinginan dengan berjalan santai.

"Udah bang, Joy capek banget. Abang aja sendiri deh kalo mau lanjut, joy tunggu disini aja." Joy terduduk di tepian trotoar dengan nafas tersengal-sengal.

Tidak mengindahkan kata-kata adiknya, Sam malah menarik tangan Joy, "makan aja yuk, kesana ada bubur yang abang bilang enak itu loh dek"

Joy hanya pasrah tangannya ditarik oleh kakaknya itu.

.

"tumben ngajak abang lari, biasanya punya acara sendiri." tanya Sam yang sudah menghabiskan separuh buburnya.

"gapapa, emang kenapasih kalo Joy mau lari nya sama abang, kali-kali gitu. Biasanya juga dulu kita kan lari berdua."

Kakak dan keluarga Joy memang belum mengetahui mengenai hubungan Joy dan Malik. Bukan karena mereka melarang Joy untuk berpacaran, namun memang menurut Joy belum ada waktu yang tepat saja untuk Joy mengenalkan Malik sebagai pacarnya. Selain itu, Joy sangat menghindari ejekan-ejekan yang akan terlontar dari mulut abangnya yang jahil dan menyebalkan itu.

"abis ini gamau kemana-mana lagi kan? Abang mau langsung pergi sama temen-temen abang soalnya sekalian drop kamu dirumah."

"hmm, padahal aku mau minta anterin ke rumahnya Willma sih sebenernya. Abang mau ga anterin?"

"mobil kamu kemana emangnya? Gamau pulang dulu aja?"

"kalo mobil aku ada juga gabakal minta anterin abang, mobil aku lagi di bengkel gara-gara kemaren dipake Mami mogok tiba-tiba."

"ohh yang kemaren Mami marah-marah pas nelpon itu? Abang kira kenapa si Mami."

"Makanya jangan main game terus di kamar."

Setelah beberapa perdebatan panjang, pada akhirnya Sam mengantar Joy kerumah Willma. Masalahnya adalah Rumah Willma lumayan jauh dari Perumahannya, ditambah lagi jalan kearah rumah Willma yang sangat berbeda arah dengan tujuan utama Sam berkumpul bersama temannya.

Sesampainya dirumah Willma pun mereka masih bertengkar masalah kepulangan Joy yang mana Sam belum tahu kapan akan pulang. Akhirnya Joy mengalah untuk pulang sendiri menggunakan Ojek atau Taksi Online nanti.

"Willma.." Teriak Joy dari luar pagar Willma, karena pagar rumah gadis itu masih terkunci dengan Gembok.

Apakah ini terlalu pagi untuk berkunjung? Saat ia melirik Arloji ditangan Kiri nya Jam sudah menunjukkan pukul 11:07, tidak mungkin bukan mereka sekeluarga masih terlelap pada jam segini. Pikirnya

Akhirnya Joy memutuskan menelpon temannya itu untuk dibukakan pintu karena sudah 2 menit dia menunggu dan berteriak, namun tidak juga ada yang menanggapi. Setelah deringan kesekian telponnya di terima, dan ternyata Willma sekeluarga sedang pergi ke sebuah acara keluarganya di Puncak.

Between UsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang