Jane mengejar langkah Joy yang terburu-buru menuju unit apartemennya. Memang keadaan keduanya sangat tidak memungkinkan untuk berlama-lama jalan dari Lobby apartemen.
Basah kuyup, itulah yang dapat dideskripsikan pada keduanya. Bahkan mata sembab Joy tidak dapat disembunyikan karena air mata nya masih terus menerus mengalir tanpa seizinnya.
Jane mengikuti Joy dengan mantap, ia sangat takut jika Joy melakukan hal yang tidak tidak karena keadaannya saat ini. Meskipun di lubuk yang paling dalam Jane yakin bahwa Joy tidak sebodoh itu hanya karena laki-laki.
Saat Joy memasuki unit apartemennya, Ia pun mengizinkan Jane untuk masuk. Jane sangat iba dengan wajah Joy yang berantakan, namun ia sangat takjub karena make up yang Joy pakai masih sangat on point. Oh tidak tidak, Joy memang sangat cantik memakai atau tidak memakai make up nya.
"Jane kamu kalo mau mandi, bisa di kamar mandi situ aja. Disitu udah ada handuknya kok." Ucap Joy menunjuk kamar mandi disebelah ruang tamu.
Jane mengangguk dan langsung melangkahkan kakinya ke kamar mandi untuk membilas badannya yang sangat basah kuyup karena diguyur hujan tadi.
.
Kini keduanya sedang terdiam dengan menggenggam Mug berisi coklat panas yang dibuat oleh Jane beberapa waktu lalu, untuk menenangkan perasaan keduanya. Joy meneguknya perlahan hingga menyisakan setengah gelas coklat panas di Mug tersebut sebelum kembali meneteskan air matanya.
"Heiii.." Tegur Jane yang terkejut Joy kembali menangis dan Jane langsung menariknya ke dalam pelukannya
"aku masih gangerti sama situasi sekarang, Malik yang ninggalin aku, Danu yang gatau situasi. Aku tuh bingung banget. Hati aku juga sakit banget, tau kalo Malik lebih milih cewe itu dibanding aku."
Jane menepuk pundak Joy perlahan.
"ada banyak hal yang ngga semuanya kita tau, Joy. Kadang kita cuma ngeliat suatu hal cuma dari sudut pandang kita aja, padahal dibalik itu ada hal lain yang ga kita tau. Sama kaya yang lo rasain saat ini. lo gatau hal apa yang Malik alamin selama ini, dan cuma bisa ngeliat hal itu dari sudut pandang lo aja."
"maksud kamu?"
Jane menghela nafasnya, "ok, sebenernya gue gapunya hak buat jelasin soal ini. Tapi kayanya gua harus ngasih tau lo tentang apa yang sebenernya terjadi. Mungkin seharusnya Malik yang bilang ini ke lu, tapi pasti dia gabisa karena dikejar waktu tadi."
Mendengar apa yang dikatakan Jane, Joy mendekatkan diri untuk mendengar lebih jelas apa yang akan Jane jelaskan seraya menghapus air matanya dengan kasar.
"Gini, gue emang gaterlalu deket sama Malik. Tapi seperti yang lo tau kalo rumah gue sama dia deket dan ibu kita berdua deket, jadi gue ya lumayan tau banyak soal Malik." Jelas Jane yang kini membenarkan posisi duduknya menghadap Joy.
"Selain itu, gue juga tau hubungan baik antara Malik dan Rissa. Dan setau gue Malik dan Rissa tuh emang gaada hubungan apapun kok. Rissa emang kebangetan manja sama Malik, apalagi semenjak dia sakit. Pasti itu juga karena dia ngerasa cuma Malik yang bisa dia andelin."
Joy mengerutkan dahinya, "bentar, Rissa sakit?"
"iya, Malik gapernah cerita?"
Gelengan kepala Joy sudah menjadi jawaban dari kesalahpahaman diantara hubungan kedua sejoli tersebut.
Jane mendesah, "gue juga kaget banget pertama kali denger kalo Rissa sakit parah dari Ibu gue, Gimana pun dia temen sekaligus tetangga gue dari SMP. Tapi ngeliat dia bisa happy dan tetep ceria ngejalanin harinya, gue juga jadi ikutan happy."
"Sakit apa kalo aku boleh tau?" Tanya Joy hati-hati.
"TBI atau bisa dibilang Cedera Otak Traumatis. Yang gue denger dari ibunya Rissa sih katanya, Beberapa minggu setelah Malik keterima di UI, Rissa tuh sempet mau nyusulin karena dirumahnya lagi pada berantem hebat. Tapi karena dia baru banget bisa bawa mobil dan dengan keadaan yang emosi dan nangis-nangis, jadi ya dia kecelakaan. Awalnya dari pemeriksaan dokter katanya Rissa cuma cedera kepala biasa, dan Malik gatau menau soal kecelakaan itu. Sakitnya pun ketauan beberapa tahun kemudian, pas Rissa suka tiba-tiba pingsan tanpa sebab, terus pas diperiksa lagi ternyata dia kena cedera otak traumatis karena kecelakaan itu. Kata Rissa, Malik mulai tahu pas dia mulai balik pingsan-pingsan lagi karena ngelewatin check up tiap bulan. Dari situ Gue rasa Malik pasti ngerasa bersalah banget pas tau semuanya, makanya dia juga ngerasa paling bertanggung jawab banget akan sakitnya Rissa."
Joy sangat terperangah mendengar cerita Rissa melalui Jane, "sumpah Malik gapernah cerita apapun soal ini ke aku."
"Dilema bangetsih pasti jadi Malik. Karena dia tau kalo sahabatnya sakit karena dia, dan pasti mau jadi orang yang bisa selalu ada buat sahabatnya. tapi disisi lain, dia harus ngasih lu pengertian juga sebagai pacarnya tanpa harus ngegali rasa bersalahnya."
"terus sekarang apa ada sesuatu sama kondisi Rissa?"
"iya, udah 5 hari ini Rissa Kritis karena ternyata dia ga minum obat-obatnya. Dan gua balik ke Bandung kemaren karena Malik lagi sibuk banget, dan mamanya Malik minta tolong sama gue buat anterin dan nemenin Rissa sama ibunya ke RS gantiin Malik, karena dia nya lagi sibuk banget."
"Kalo aja dia mau cerita, aku juga pasti bakal berusaha ngertiin. Kalo gini aku yang rasanya jadi orang jahat."
"Jujur gue gatau kalo lu punya masalah kaya gini sama Malik, gue kira lu tau semuanya karena Malik cowo lu. Tapi, Joy.. pasti Malik juga punya alesan kenapa dia gapernah cerita masalah ini sama lu."
Joy mendekapkan kepalanya ke bantal yang ada di pangkuannya.
"Aku jahat banget Jane bikin Malik ada di situasi kaya tadi. Berasa jadi orang yang paling gabisa ngertiin dia."
"no, it's not your fault. Malik juga ga ngasih tau, dia juga salah. Jangan pernah nyalahin diri lu sendiri Joy."
"Malik pasti benci banget sama aku. Danu apalagi.."
Jane menggeleng, "Aku bisa jamin Malik gabakal benci sama kamu Joy, bahkan tadi pas telpon aku dia khawatir banget sama kamu. Tapi untuk Danu, aku gatau.."
Joy menutup matanya rapat-rapat, ia sangat kesal dengan dirinya sendiri. Seharusnya ia tidak bersikap sekasar itu pada Danu yang selama ini sudah terus berusaha untuk selalu ada untuknya.
Saat ini yang bisa Joy lakukan hanya pasrah.
••
Haii Long time no see yaa.. hehe so sorry kalo aku baru balik lagi dan lanjutin cerita ini, semiga masih ada yg mau baca cerita ku ini yaa hihii.
Enjoy reading guys, jangan lupa vote dan comments yaa!❤️
KAMU SEDANG MEMBACA
Between Us
Fiksi PenggemarIf he can't treat you well, let me do it for you. Even though we are only friends, you should know how hard I try to make you the most special woman in my life, Joycelyn. 🥇 Wonjoy - 110422
