Bab 16

272 108 2
                                        

Jangan jadi secret readers!
Vote dan Follow akun Dhap!

Terimakasih(◍•ᴗ•◍)

_𝖘𝖊𝖑𝖆𝖒𝖆𝖙 𝖒𝖊𝖒𝖇𝖆𝖈𝖆_

Bagas yang mendengar suara teriakan wanita segera menoleh, mendapati kekasihnya ditahan salah satu dari orang tersebut. Tanpa dia sadari saat itu adalah kelemahannya, mereka berhasil melumpuhkannya dengan pukulan pada rahang kirinya. Bagas bahkan tak bisa kembali menangkis ataupun melindungi dirinya. Tubuhnya dihantam banyak pukulan dari mereka hingga dirinya terhuyung dan jatuh di atas aspal.

Hidungnya yang sudah mengalirkan darah tak membuat mereka menghentikan pukulannya. Sakit, satu kata yang dapat Bagas jelaskan.

Mereka terus-menerus memukulinya tanpa ampun. Hingga wajah Bagas terlihat begitu buruk.

"Berhenti!" Teriak Nita tak kuat melihat Bagas diperlakukan buruk. Suaranya hanya seperti angin lalu bagi mereka. Dua orang segera menarik Bagas untuk berdiri.

Bagas yang lemas hanya bisa mengikuti tarikan kasar dari dua orang itu. Bagas menatap mereka untuk mencari tau siapa yang menyerangnya saat ini. Jika diperhatikan, mereka menggunakan jaket komunitas mengingat lambang yang menempel pada semua jaket pengendara motor itu. Dan sudah dipastikan mereka bukanlah begal, karena yang mereka incar adalah Bagas, bukan harta benda.

Satu orang diantara mereka maju dan menghantamkan pukulan kerasnya kearah perut, merusak tatanan organ dalamnya hingga mulutnya mengeluarkan darah. Tak hanya sekali, orang tersebut terus menghantamkan pukulannya berkali-kali. Makin menampakkan wajah Bagas yang makin tak berdaya.

"Berhenti!, Aku bilang berhenti!" Nita sungguh tak kuat melihatnya. Bagas sangat teraniaya saat ini. Nita sudah berkali-kali memberontak dengan menggerakkan tangan dan kakinya, namun tetap tak bisa. Orang ini sungguh kuat tenaga. Bertahanlah Bagas, Nita masih berusaha!

Saat itu juga datanglah mobil Alphard bewarna hitam yang berhenti tak jauh dari motor-motor yang melingkar. Mata Nita gagal fokus kearahnya. Tak lama keluarlah seseorang yang amat ia curigai, orang berjubah melangkah cepat dalam kegelapan.

Nita tak tau pasti apakah itu orang bertopeng atau orang yang berbeda. Pakaiannya yang mengibar saat jalan memberi sinyal pada kepalanya bahwa itu adalah jubah.

Orang tersebut terus melangkah memasuki area cahaya dari kendaraan motor yang menyorot kearah dalam lingkaran. Memperlihatkan pakaiannya dengan jelas bahwa itu jubah yang sama dengan orang bertopeng, namun mengapa dia tidak memakai topeng? Sebagai gantinya dia menutupi rambutnya dengan topi dan memakai masker warna senada diwajahnya. Tetap menampakkan sisi misterius walau tudung jubahnya tidak dipakaikan dikepala.

Kedatangan orang tersebut cukup membuat semua kegiatan pukulan terhenti. Seolah mematuhi orang berjubah itu.

Setelah langkahnya sampai didepan Bagas, ia berhenti mengeluarkan benda yang membuat Nita melotot. Orang berjubah itu langsung menancapkan pisau lipatnya tepat pada perut Bagas yang sudah sakit tak karuan. Membuat lelaki itu tak dapat berteriak.

Nita sungguh tak percaya apa yang dia lihat sekarang, "kak Bagas!!"

Bagas merasakan sakit yang luar biasa hingga tak bisa mengeluarkan kata apapun dari mulutnya. Apa ini yang dinamakan sakaratul maut?

Merasa tak puas, orang berjubah itu menarik pisaunya dan menancapkan pisaunya kembali dengan tusukan bertubi-tubi. Menciptakan tusukan-tusukan dalam pada perut Bagas.

"Hentikan!" Nita yang sudah tak kuat melihat keadaan Bagas, makin dibuat lemas dengan tusukan itu. "Yang kau incar aku! Bukan dia."

Saat itu juga orang berjubah menarik pisau lipatnya dan mengembalikan posisi pisau pada saat awal sebelum dibuka. Orang tersebut menoleh kearah Nita sejenak, dan melangkah dengan langkah panjang kearahnya.

Dendam Tersirat✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang