Sementara itu, Haruto dan keempat adiknya masih mencari keberadaan kedua adik mereka di sekitar hutan. Namun, mereka masih belum bisa menemukan keberadaan kedua adiknya Shiki berusaha untuk menemukan keberadaan mereka mau tidak mau dia harus menggunakan indera penciumannya yang tajam. Diantara saudara-saudaranya hanya dia yang memiliki penciuman yang tajam.
Tiba-tiba Shiki mencium aroma darah selain itu dia mencium beberapa aroma yang paling dia benci, ketika menatap ke arah keenam saudaranya mereka terkejut melihat manik pemuda itu dengan dua warna yang berbeda yang satu berwarna merah darah layaknya Vampire yang satunya lagi berwarna biru dengan gradasi ungu yang bersinar cukup terang. Tanpa pikir panjang, Shiki langsung pergi menuju sumber aroma itu berada diikuti oleh empat saudaranya.
Di tempat pertarungan, Nazuna baru selesai menghabisi para Malnomen sementara Keita memeriksa kondisi kedua orang yang ada di hadapan mereka dengan wajah yang pucat pasi dan di penuhi luka di sekujur tubuh mereka.
"Kak Keita, bagaimana kondisi mereka?" Tanya Nazuna
"Kondisi mereka kritis dan kehabisan banyak darah, tapi anehnya mereka hampir mirip sekali dengan kita?" pikir Keita
"Apakah mereka satu ras dengan kita? Tapi mata mereka berwarna biru terang, ini aneh sekali untuk seorang Vampire kecuali mereka merupakan Vampire yang langka?"
"Keita, Nazuna"
Mereka mendengar ada sebuah suara ketika berbalik di hadapan mereka sudah ada saudara mereka dengan tatapan khawatir. Shiki melihat ada dua orang berpakaian serba hitam, ketika hendak memastikan betapa terkejutnya dia kedua orang yang ada di hadapannya adalah dua murid yang dia temui di sekolah tadi. Yang tidak lain adalah Ryota dan Yuki.
"Ryota, Yuki!"
"Kak Shiki, mengenal kedua orang ini?" Tanya Nazuna sambil menunjuk ke arah Ryota dan Yuki
"Iya, mereka adalah murid baru yang kami temui tadi sebelum kelas dimulai dan kenapa mereka ada di sini?" Tanya Sota
"Kak Haruto, mereka terluka cukup parah karena melawan para Malnomen apa yang harus kita lakukan?" Tanya Kenshin sembari melirik ke arah kakaknya
"Untuk sementara kita bawa mereka ke tempat yang jauh dari lingkungan sekolah, jika mereka dibawa ke asrama yang ada akan menimbulkan kepanikan sepertinya hanya villa tempat kita yang aman. Bau darah mereka terlalu kuat...."
"Baik, Kak Haruto"
Haruto dan keenam adiknya memutuskan untuk membawa Ryota dan Yuki ke tempat yang aman. Dari kejauhan, Shiki merasa seperti ada yang mengawasi dirinya. Akan tetapi dia memilih untuk tidak memperdulikannya dari balik pohon ada sesosok gadis berpakaian gothic berwarna hitam dengan gradasi merah. Dia pun berubah menjadi kabut dan langsung menghilang tanpa jejak.
Di sebuah istana, seorang pemuda berpakaian bangsawan abad ke-17 sedang berada di taman bunga bersama dengan seorang gadis yang mengenakan gaun berwarna biru yang begitu indah. Mereka adalah sepasang kakak adik yang tidak bisa terpisahkan saat itu dari kejauhan dia melihat ada enam belas orang berpakaian bangsawan namun wajah mereka tampak begitu samar mereka mengulas senyuman kepada sepasang kakak adik itu. Salah satu di antara mereka berdua memegang sebuah buku dengan sampul biru dengan beberapa ornament berwarna perak tidak lupa lembaran kertasnya yang berwarna hitam.
"Rion....Luna...."
Degh~
Ryota terbangun dalam keadaan sudah berada di dalam kamar. Dia melihat sekujur tubuhnya yang telah terbalut perban tiba-tiba dia merasakan rasa sakit di kepalanya pemuda itu hanya memasang wajah kesalnya setiap kali dia habis bangun tidur terutama ketika dia habis bermimpi aneh dan mimpi itu selalu saja menghantuinya.

KAMU SEDANG MEMBACA
ᴀɪɴᴄᴀʀᴛ ʟᴜɴé: ᴛʜᴇ ꜰᴏʀʙɪᴅᴅᴇɴ ɢʀɪᴍᴏɪʀᴇ [✅]
Fantasía[15+] Ada adegan kekerasan dan penuh darah. Astermite City, kota yang memiliki sebuah daya tarik yang begitu unik dan merupakan kota yang maju di kawasan Asia. Ryota dan Yuki, seorang Hunter muda memiliki kemampuan istimewa dan di atas rata-rata yan...