Di sebuah ruangan khusus, Yuki sedang menunggu kakaknya yang masih terbaring di dalam peti mati. Wajahnya memang tidak sepucat tadi malam hanya saja dia masih bersedih karena sang kakak masih belum siuman.
"Kenapa aku selalu saja menjadi beban bagimu? Kak Ryota, aku tidak bisa membantumu di saat seperti ini...."
Haima yang baru saja tiba di ruangan, segera menemui Yuki dan betapa terkejutnya dia melihat putra kesayangannya terbaring lemah di peti mati dengan wajah yang pucat. Dia langsung memeluk putrinya lalu pandangannya tertuju pada putranya dan membelai rambut hitam legam dengan beberapa helai keperakan yang tampak begitu berkilau saat terkena cahaya.
"Ryota, aku yakin kau bisa melewati kondisi kritismu... karena kau adalah putraku meskipun kita tidak memiliki hubungan darah. Aku akan selalu menyayangimu dan Yuki," lirih Haima dengan tatapan sendu
Beberapa saat kemudian, Larna datang menemui Haima dan Yuki dia menunduk sembari meminta maaf karena dia lalai dalam menjalankan tugasnya dengan baik untuk melindungi anak didiknya.
"Saya benar-benar minta maaf karena tidak bisa melindungi Ryota"
"Larna, anda tidak perlu meminta maaf demi melindungi kedua anakku. Anda sudah melakukan tugas dengan baik"
"Papa, kenal dengan Bu Larna?"
"Yah, bisa dibilang aku mengenal Larna karena leluhur keluarga kita berhubungan baik dengannya. Selain itu, aku dekat dengan Takahiro yang merupakan kepala sekolah dari Stellar Academy alasan kalian bersekolah di sini karena demi melindungi kalian dari para Malnomen yang ingin mengincar kalian terutama Ryota"
"Ryota, baru saja membangkitkan kekuatannya jadi pemulihannya akan membutuhkan waktu yang lama. Untuk sementara waktu kita akan membiarkan Ryota beristirahat," saran
Larna"Baik, Yuki. Lebih baik kau keluar dulu ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan Larna"
"Baik, Papa. Aku permisi dulu"
Yuki keluar dari ruangan agar bisa membiarkan Ryota beristirahat. Di ruang tengah, Osafune bersaudara sedang menunggu kabar dari Yuki ketika itu Giou baru saja datang ke villa setelah mengetahui kondisi Ryota.
"Haruto, bagaimana kondisi Ryota?!" Tanya Nagato
"Saat ini, Ryota dalam keadaan koma karena dia terlalu banyak menggunakan kekuatannya dan sempat terluka cukup parah." Haruto menunduk tanpa menatap lawan bicaranya
"Kenapa selalu terjadi hal seperti ini? Kalian seharusnya dapat melindungi Ryota dan Yuki!" bentak Asahi
"Kak Asahi, jangan terpancing emosi." Haruka berusaha menenangkan Asahi yang sudah naik pitam
"Asahi, Haruto dan yang lainnya sudah berusaha untuk melindungi Ryota dan Yuki. Kita hanya bisa mengawasi mereka dari jauh," ujar Eito dengan tatapan yang sendu
"Kak Yuta, kenapa kita harus diberikan takdir yang begitu kejam seperti ini?" Tanya Makoto sambil mengepalkan tangannya
"Selain itu, forbidden grimoire yang selama ini kita cari sudah ditemukan...." Lirih Haruto
Mendengar hal itu, Giou bersaudara langsung memasang ekspresi terkejut tatapan mereka langsung tertuju pada Haruto. Akhirnya, Haruto menjelaskan semua yang terjadi pada Giou bersaudara.
"Jadi, grimoire yang selama ini kita cari bersemayam di dalam tubuh Ryota. Selain itu, dia adalah reinkarnasi dari pangeran!"
"Berarti Yuki... adalah reinkarnasi dari putri kerajaan Ascart"
"Iya, saat ini mereka pasti akan menjadi incaran dari Ashera dan anak buahnya ditambah keberadaan forbidden grimoire sudah diketahui"
"Apakah kita harus menceritakan semua ini pada Ryota dan Yuki?" Tanya Haruka dengan nada khawatir

KAMU SEDANG MEMBACA
ᴀɪɴᴄᴀʀᴛ ʟᴜɴé: ᴛʜᴇ ꜰᴏʀʙɪᴅᴅᴇɴ ɢʀɪᴍᴏɪʀᴇ [✅]
Fantasy[15+] Ada adegan kekerasan dan penuh darah. Astermite City, kota yang memiliki sebuah daya tarik yang begitu unik dan merupakan kota yang maju di kawasan Asia. Ryota dan Yuki, seorang Hunter muda memiliki kemampuan istimewa dan di atas rata-rata yan...