Di ruang wali kota, Tiara dari tadi hanya bolak-balik di sekitar pintu ruangan rahasia tiba-tiba dia merasakan firasat buruk yang menimpa Ryota dan yang lainnya. Melihat kekhawatiran dari gadis itu, Shinoa berusaha menenangkannya karena dia percaya kalau Ryota dan yang lainnya bisa menghadapi semua ini.
"Shinoa, terima kasih sudah mau menjadi teman yang selalu berada di sampingku...."
"Hn, Tiara. Mereka tidak akan mudah menyerah begitu saja di tangan Luz, Draco, Jeanne dan Severus"
"Baiklah, Shinoa"
Ryota, semoga kau baik-baik saja....
Sementara itu, Haruto dan yang lainnya masih bertarung Nazuna ikut membantu sembari melindungi Ryota, Yuki, Haruka, Tatsumi dan Makoto dengan kekuatan memanipulasi bayangannya."Nazuna, kau sebaiknya jangan memaksakan dirimu!"
"Tatsumi, jangan khawatir aku bisa mengatasi hal ini dengan mudah. Haruka, bagaimana kondisi Ryota?"
"Kondisi Ryota masih kritis selama kita belum bisa mengalahkan pengguna Blood Art itu, nyawa Ryota akan terancam"
Sayup-sayup Ryota melihat teman-temannya sedang bertarung dia merasa bersalah karena tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu mereka ditambah kondisinya sekarang yang tidak memungkinkan untuk bertarung.
Kenapa disaat seperti ini? Aku tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu teman-temanku... kenapa aku tidak bisa melindungi siapa pun baik sebagai Pangeran maupun seorang Hunter?
Perlahan pandangannya mulai kabur dan gelap karena sudah tidak mampu menahan rasa sakit akibat dari jurus milik Jeanne apakah dia harus meregang nyawa untuk kedua kalinya?
~ Pangeran
~ Pangeran
Tiba-tiba Ryota terbangun betapa terkejutnya dia bersandar di sebuah bangunan tua yang dipenuhi genangan air dia saat ini sedang bersandar di pohon sakura yang mengeluarkan cahaya keemasan.
"Di mana aku? Tempat ini―"
~ Akhirnya kau datang berkunjung ke tempat ini 227 tahun aku telah menunggu anda, Pangeran Rion
Di hadapan Ryota muncul sesosok serigala berwujud aura bulu putihnya tampak begitu indah serta mata serigala yang berwarna biru terang menatapnya dengan tajam.
"Anda... Asgardian?"
"Akhirnya, Pangeran Rion sudah mengingatku. Namamu yang sekarang adalah Ryota sang penjaga Aincart"
"Maaf, saya sempat lupa kepada anda. Tempat ini mirip sekali dengan Sephiroth Altar, selain itu kenapa tubuhku tidak terasa sakit?"
"Ryota, saat ini jiwamu berada di dimensiku ada sesuatu yang harus aku beritahukan kepadamu. Ini tentang grimoire Dark Raziel"
"Dark Raziel?"
"Grimoire Dark Raziel, saat ini hampir mencapai pada puncak kekuatannya. Kekuatan dari grimoire itu akan bangkit sepenuhnya saat bulan purnama merah jika hal itu terjadi dunia akan jatuh dalam kehancuran. Hanya kekuatan dari Grimoire Aincart dan Sephiroth Key yang mampu menghentikan keserakahan sang Raja Ashera serta memusnahkan Dark Raiziel. Hanya kau yang bisa melakukannya, tapi ada harga yang harus dibayar. Dulu, aku menciptakan Forbidden Grimoire untuk menjaga keseimbangan dunia hanya saja belum sempurna suatu hari aku bertemu dengan seorang manusia berdarah Shaman murni dan dia adalah raja pertama kerajaan Ascart. Dia bernama Sorey Ascart," jelas Asgardian
"Sorey Ascart..."
"Iya, dulu aku memberikan grimoire-ku kepadanya untuk menyempurnakannya, namun selama generasi ke generasi tidak ada yang bisa menyelesaikan grimoire itu. Lalu aku bertemu dengan kakek buyutmu, Soren Ascart. Ketika itu, aku tidak sengaja melihat masa depan dan melihat sosok pemuda yang mampu menggunakan kekuatan grimoire itu dan sosok itu adalah keturunan ke-15 dari Sorey Ascart. Rion Ascart, atau sekarang namamu Tsukishiro Ryota anda adalah orang yang ada dipenglihatanku"

KAMU SEDANG MEMBACA
ᴀɪɴᴄᴀʀᴛ ʟᴜɴé: ᴛʜᴇ ꜰᴏʀʙɪᴅᴅᴇɴ ɢʀɪᴍᴏɪʀᴇ [✅]
Fantasía[15+] Ada adegan kekerasan dan penuh darah. Astermite City, kota yang memiliki sebuah daya tarik yang begitu unik dan merupakan kota yang maju di kawasan Asia. Ryota dan Yuki, seorang Hunter muda memiliki kemampuan istimewa dan di atas rata-rata yan...