"Aku minta maaf!"
Suara Nuri terdengar lirih. Jemarinya tampak tengah saling menggesekkan ujung kukunya. Salah satu kebiasaan Nuri tiap kali merasa bersalah.
Ini hari ketiga Sarah dirawat. Katanya hari ini sudah boleh pulang. Tinggal menunggu botol infus terakhir habis.
"Kamu sakit pasti karena ucapan aku kemarin," lanjut Nuri.
Sarah tersenyum, mata sendunya beralih pada Nuri yang masih menunduk di sampingnya. Perlahan tangannya terangkat. Menyentuh punggung tangan Nuri dengan lembut. Mengundang pandangan Nuri agar ikut beralih padanya.
"Kamu nggak salah apapun, Nuri. Dan aku sakit bukan karena kamu. Tapi mungkin memang ini cara Allah untuk membuatku menebus dosa-dosaku."
"Tapi cinta bukan dosa, Sarah."
"Cinta memang bukan dosa, tapi cara mencintainya yang bisa menjadikan dosa."
Nuri terdiam. Ada yang memanas di matanya. Ia masih menatap perempuan yang kini kembali menatap langit. Terlihat tegar, tapi menyedihkan
Wah besok udah terakhir PO aja nih. Yu yang belom ikutan PO, bisa langsung DM atau klik link di bio ya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rindu Itu Hujan༊*·˚
Teen FictionKenapa memilih bertahan? Karena rasa yang diberi Tuhan tak perlu dengan alasan. (Laila - Faqih)