23. Pacar & Video Call

756 33 2
                                        

●•

Catreena masuk ke dalam kelas dengan wajah sumringah nya, membuat Raya memicingkan mata curiga. Yah, walau selama ini teman nya itu memang selalu memasang wajah bahagia. Namun, sepertinya baru kali ini ia mendapati wajah Catreena kelihatan se senang itu.

"Kenapa lo? sumringah banget?" tanya Raya. Catreena menoleh dengan cengirannya. Ia lalu membuka ponsel nya lalu menunjukkan isi roomchat Catreena dengan Reylond kemarin.

Raya menaikkan alisnya, merasa aneh, dimana letak senangnya? Namun, seakan tersadar sesuatu, Raya menatap Catreena dengan tatapan penuh selidik.

"Cat, lo suka sama Reylond?"

Catreena memiringkan kepalanya, "Cattie suka sama Kak Rey? Iya sih, Cattie juga suka kok sama Raya."

"Ck! Maksud gue bukan suka yang itu," kesal Raya sambil menepuk keningnya.

"Jadi?" Tanya Catreena bingung.

"Suka dalam artian lawan jenis, Emm... suka yang buat lo pengen si Reylond jadi suami lo," perjelas Raya.

"Hah? Suami? Berarti kayak Daddy kan?"

"Yap! Lo pengen, suatu saat lo jadi Mommy lo, dan Reylond jadi kea Daddy lo!"

"Emm... Cattie ga tau Raya, Cattie belum pernah fikir sampe sana."

"Huftt... oke, lo pernah ngerasain jantung lo deg-deg an ga? Waktu deket Kak Reylond?"

"Emm... pernah! Sering juga!"

"Terus, lo seneng ga? Waktu Kak Reylond Chat lo, atau lo pengen terus deket sama Kak Reylond?"

"Iya!" Jawab Catreena antusias. Namun, dengan wajah bersemu malu.

"Nah! Itu tandanya, lo suka sama Kak Reylond, Cat!"

"Owh, gitu ya? Okey, berarti Cattie suka sama Kak Rey." Catreena menganggukan kepala sambil mengepal tangan kanan nya.

"Jadi? Lo mau bilang sama Kak Rey kalo lo suka sama dia?"

"Hah? Memangnya harus di bilang ya?"

"Yaa, terserah lo sih. Kalo lo ga mau bilang juga gapapa," ucap Raya sambil menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal.

"Raya kalo misalnya suka sama orang langsung bilang ya?"

"Kalo gue sih, iya. Udah ga zaman nungguin cowok nembak duluan," jawab Raya pasti.

"Okey, kalau gitu, Cattie nanti mau bilang sama Kak Rey."

••••

Bel pulang berdering lima menit yang lalu, dan disinilah Catreena, di depan pintu kelas Reylond yang sejak tadi belum selesai dengan kelas akhirnya.

"Ngapain sih dek disini? Adek mau ngomong apa sana Reylond?" Tanya Airlangga penasaran, soalnya laki-laki itu juga jadi harus ikut menunggu Catreena disana.

"Rahasia, abang. Nanti Abang tau sendiri," jawab Catreena sambil tersenyum misterius.

Tak berselang lama, guru mata pelajaran terakhir di kelas Reylond keluar, bersamaan dengan kelas yang mulai ricuh, Catreena masuk ke dalam kelas dengan sedikit bantingan pintu, menyita perhatian semua penghuni kelas tersebut.

"Kak Rey!" Panggil Catreena dengan keras di depan kelas. Semua sontak menatap heran pada Catreena termasuk Airlangga.

"Cattie suka kakak!" Celetuk Catreena keras, membuat satu kelas terlonjak kaget dengan pengakuan terang-terangan dari gadis mungil itu, tak terkecuali Airlangga yang sedari tadi menunggu.

CatreenaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang