24. Putus?

640 32 2
                                        


o0o

"Abang, mau bicara apa tadi sama Mommy?" tanya Karin.
Airlangga menghela nafas pendek, ia memperbaiki duduknya, menjadi sedikit tegak sebelum memulai percakapan.

"Rey ngajak Cattie pacaran tadi siang, Mom." Perkataan Airlangga sontak membuat para laki-laki disana terbelalak tak percaya.

"Maksud kamu?" tanya Leon, mencoba mengais makna perkataan Putranya yang belum sepenuhnya bisa ia terima.
Lagi-lagi Airlangga menghela nafas, "Air tau Daddy dengar apa yang Air ucapkan tadi," perjelasnya.

"Aku rasa, Daddy perlu bicara dengan Uncle Aaron tentang masalah ini," lugas Alex. Matanya menerawan tajam, membayangkan adiknya yang sudah memiliki kekasih padahal baru saja menginjak sekolah menengah atas membuat darahnya mendidih. Mereka memang sudah sesayang itu pada Catreena meski belum setahun bersama.

"Bagaimana menurut kamu, sayang?" tanya Leon pada Karin, bagaimanapun juga Karin harus di ikut sertakan dalam hal ini.

"Aku terserah kamu aja, Mas. Kalau memang berbicara dengan orang tua Rey lebih baik, maka lakukan saja." Karin menyerahkan keputusan pada Leon, ia yakin Leon pasti mengerti tentang dunia laki-laki, dan ia juga tidak mau putrinya begitu cepat terjebak asmara, seharusnya putrinya masih bersantai sambil menikmati masa-masa sekolah nya.

Karin memang tidak menentang jika suatu saat nanti Catreena memiliki kekasih, tapi untuk diumur sekarang, ia rasa Catreena masih harus fokus belajar dan mencari jalan nya sendiri untuk karir atau masa depannya.

•••

Ditempat yang berbeda, namun diwaktu yang sama, keluarga Davidson berkumpul selepas makan malam di ruang keluarga, sesuai dengan rutinitas mereka biasanya.

Hal ini menjadi kewajiban bagi mereka selama masih tinggal serumah, agar setidaknya mereka memiliki Family Time, ditengah kesibukan masing-masing.

"Pa, Bun. Rey mau bicara," celetuk Reylond menatap serius kedua orangtua nya. Membuat mereka mengalihkan fokus pada putranya.

"Ada apa, Son?"

"Rey mau melamar Catreena."

Sontak suara batuk Sarah bercampur dengan berisiknya nyanyian cocomelon di televisi, wanita itu tersedak ludahnya sendiri setlah mendengar perkataan sang putra.

"Kamu bercanda?" tanya Aaron mencoba mencari tatapan jahil dari putranya. Namun saat ternyata netra itu tak menemukannya, Aaron mendengus. Sangat mirip dengannya saat masih muda, fikirnya.

"Pernikahan itu bukan mainan, Rey." Jelas Sarah, ia tidak mau menghakimi putranya, tapi ia rasa perlu meluruskan pemikiran pria itu.

"Rey tidak pernah menganggap pernikahan itu sebuah permainan, Bun. Lagipula tidak perlu sampai menikah dulu untuk saat ini, tunangan saja sudah cukup."

Percakapan mereka terhenti kala deringan ponsel Aaron menggema. Tertera nama sahabatnya 'Leon' disana, Aaron menangkatnya, berbicara dengan pria diseberang sana, tak lama matanya melirik Reylond, lalu kembali dan melanjutkan percakapan, beberapa menit kemudian panggilan terputus.

"Leon meminta kita untuk hadir makan malam besok, Papa rasa ini berkaitan dengan mu dan Catreena, Rey. Apa yang sudah kamu lakukan?" tanya Aaron mengangkat sebelah alisnya, menatap putranya menyelidik.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 14, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

CatreenaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang